Ini Cara Cegah Talasemia Dengan Mengetahui Status Talasemia Anda
Pencegahan talasemia dilakukan melalui pencegahan pernikahan antara sesama penderita talasemia atau antara sesama pembawa gen Talasemia (Talasemia Minor).

Apa itu Penyakit Talasemia?

Talasemia merupakan penyakit kelainan sel darah merah yang diturunkan (kelainan genetik). Pada penderita talasemia, tubuh tidak bisa membuat Hemoglobin, sehingga kadar hemoglobin menjadi rendah, dan pasien menderita anemia. Di saat tubuh mengalami anemia, terjadi mekanisme kompensasi yaitu terjadi perangsangan produksi sel darah merah di sumsum tulang yang mengakibatkan gangguan pada tulang-tulang pipih sehingga bentuk wajah pasien talasemia berubah dan khas (cooley face). Di saat yang sama terjadi penghancuran sel darah merah oleh organ hati dan limpa yang mengakibatkan pembesaran hati dan limpa.

Apa itu Talasemia

Klasifikasi penyakit Talasemia?

Talasemia dikategorikan atas:

  1. Talasemia mayor (berat): Diagnosis ditegakkan biasanya pada usia 1-2 tahun, emerlukan transfusi darah seumur hidup (talasemia bergantung transfusi/ dependent transfusion thalassemia).
  2. Talasemia intermedia: Diagnosis ditegakkan pada usia remaja, memerlukan transfusi darah lebih jarang (non dependent transfusion thalassemia).
  3. Talasemia minor/pembawa sifat: biasanya mengalamai anemia ringan tidak memerlukan transfusi .

Gejala Talasemia

Gejala yang timbul pada pasien merupakan anemia kelebihan zat besi akibat transfusi berulang, kelebihan besi akibat gangguan penyerapan zat besi dari makanan, dan efek samping obat kelasi besi.

Gejala Anemia:

  • pucat,
  • lesu,
  • lunglai,
  • konsentrasi berkurangi,
  • tidak bersemangat,
  • badan kuning,
  • pembesaran hati dan limpa.

Gejala kelebihan zat besi: tergantung organ yang terkena; paling sering terjadi pada hati dan jantung, di jantung jantung dapat menunjukkan tanda gagal jantung, dan hati menunjukkan tanda gagal hati.

Gejala dan Masalah Penyakit Talasemia

Penderita Talasemia dengan Pembesaran Hati dan Limpa

Kelebihan besi diakibatkan oleh transfusi berulang dan gangguan penyerapan besi di saluran penceranaan.

Tubuh Kelebihan Zat Besi

Gejala yang muncul lainnya adalah masalah psikososial kepatuhan meminum obat kelasi besi.

Penderita Talasemia Mayor sedang Transfusi

Mengapa Talasemia Dapat Diturunkan dan Bagaimana Sifat Penurunannya?

Talasemia merupakan penyakit genetik yang diturunkan dari kedua orang tua kepada anaknya penurunannya bersifat autosomal resesif:

  • Jika sesama Talasemia mayor menikah, maka anak yang dilahirkan semuanya (100%) akan menderita Talasemia Mayor.
  • Jika Talasemia Mayor menikah dengan orang pembawa gen Talasemia atau disebut juga Talasemia Minor, mereka akan melahirkan 50 % anak dengan Talasemia Mayor, dan 50 % anak dengan Talasemia Minor.
  • Jika sesama pembawa gen Talasemia (Talasemia minor ) menikah, maka mereka akan melahirkan 25 persen anak dengan Talasemia Mayor, 25 persen anak Normal, dan 50 persen anak dengan pembawa gen Talasemia (Talasemia Minor)
  • Pernikahan lebih aman jika seorang Talasemia Minor menikah dengan Orang normal, mereka tidak akan menghasilkan anak dengan Talasemia Mayor, melainkan 50 persen anak terlahir Talasemia minor (hanya sebagai pembawa gen Talasemia) dan 50 persen anak normal
  • Pernikahan juga akan lebih aman jika Talasemia Mayor menikah dengan orang normal, di mana mereka tidak akan melahirkan anak dengan Talasemia Mayor, namun anak yang mereka hasilkan 100 % adalah pembawa gen Talasemia ( Talasemia Minor).

Bagaimana Cara Mengetahui Bila Kita Menyandang Talasemia atau Pembawa Sifat Talasemia?

Perlu pemeriksaan sel darah merah rutin dan analisis hemoglobin. Pemeriksaan harus dilakukan Terlebih lagi apabila memiliki keluarga dengan riwayat penyakit talasemia.

Bagaimana Mencegah dan Mengobati Pasien Talasemia?

Pencegahan talasemia dilakukan melalui pencegahan pernikahan antara sesama penderita talasemia atau antara sesama pembawa gen Talasemia (Talasemia Minor).

Hal ini dapat dilakukan bila tiap individu mengetahui status talasemia masing-masing apakah normal/ pembawa sifat/ atau menyandang Talasemia.

Pengobatan Talasemia berlangsung seumur hidup, terdiri dari transfusi darah teratur, pengobatan kelebihan zat besi, juga dukungan psikososial untuk dapat meningkat kualitas hidupnya. Hal ini memerlukan biaya yg sangat mahal. Pengobatan transplantasi sumsum dengan tingkat kesuksesan yang semakin meningkat, namun sayangnya belum dapat dilakukan di Jawa Barat.

Sumber:
Brosur Promkes & Pemasaran
RSUP Dr. Hasan Sadikin
Jl. Pasteur No. 38 Bandung 40161

Brosur Talasemia

Sharing is caring!

(Visited 138 times, 1 visits today)