Masalah gizi yang dialami oleh ibu hamil seperti Anemia Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) dapat menimbulkan dampak buruk pada ibu hamil maupun pada bayinya.
Spread the love

Beberapa masalah gizi yang dapat dialami oleh ibu hamil diantaranya Anemia Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK). Masalah tersebut dapat menimbulkan dampak buruk pada ibu hamil maupun pada bayinya.

Kurang Energi Kronik (KEK) adalah kurangnya asupan energi berlangsung lama. Pada ibu hamil KEK merupakan keadaan ibu hamil menderita kekurangan energi yang berlangsung menahun sehingga menimbulkan gangguan kesehatan (A Prawita,‎2017).

Adapun cara untuk mengetahui bahwa ibu hamil menderita KEK yaitu dengan mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA). Jika LILA kurang dari 23,5 cm maka dikategorikan sebagai penderita KEK.

BACA JUGA:  Tak Ada Ambulans, Seorang Ibu Ditandu Sejauh 9 Km ke Rumah Sakit

Sebagai seorang calon ibu yang mengharapkan anak yang dapat tumbuh dan berkembang dengan normal dan sehat, harus mengetahui betul apakah dirinya termasuk calon ibu yang memilki status gizi normal ataukah masuk sebagai penderita KEK. Jika termasuk KEK maka harus melakukan program untuk menaikkan barat badan sampai LILA-nya mencapai  23,5 cm baru kemudian merencanakan kehamilan.

Ibu hamil yang menderita KEK dan Anemia mempunyai resiko kesakitan yang lebih besar terutama pada Trimester III kehamilan dibandingkan dengan ibu hamil normal. Akibatnya mereka mempunyai resiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan BBLR, kematian saat persalinan, pendarahan, pasca persalinan yang sulit karena lemah dan mudah mengalami gangguan kesehatan (Depke RI, 1996).

Bayi yang dilahirkan dengan BBLR umumnya kurang mampu meredam tekanan lingkungan yang baru, sehingga dapat berakibat pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan, bahkan dapat mengganggu kelangsungan hidupnya (Zulhaida Lubis,2003).

BACA JUGA:  7 Mitos dan Fakta Seputar Makanan dan Minuman Untuk Ibu Hamil

Status gizi ibu sebelum kehamilan sangat menentukan berapa banyak penambahan Berat Badan yang harus dicapai selama kehamilan. Untuk mengetahui berapa banyak penambahan berat badan yang disarankan selama kehamilan, dapat dilihat pada tabel berikut:

Penambahan Berat Badan Ibu Hamil

Trimester Pertama perlu menambahkan makanan yang kaya akan asam folat, vitamin B6, dan zat besi yang baik untuk mengembangkan sistem saraf bayi. Dan wanita hamil sangat membutuhkan sekitar 600 mikrogram folat setiap hari untuk mengurangi resiku bayi tumbuh dengan cacat tabung saraf.

Trimester Kedua penting mengonsumsi makanan kaya akan kalsium dan vitamin D, yang membantu pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat bagi bayi. Juga memerlukan makanan yang mengandung magnesium dan omega-3, yang sangat penting untuk perkembangan otak bayi di dalam kandungan.

BACA JUGA:  Penanganan Anemia Bagi Ibu Hamil, Yuk Cari Tahu!

Trimester Ketiga mencakup hidangan yang menambah energi agar berat badan bayi cukup ( >2,5 Kg) dan makanan yang mengandung vitamin K, yang akan membantu pembekuan darah. Asupan besi juga membantu mencegah berat lahir rendah dan kelahiran prematur. Seng membantu dalam memproduksi enzim dan insulin.

Berikut contoh menu satu hari untuk ibu hamil dari Depkes, 2011.

contoh menu makan ibu hamil


Materi ini dipaparkan oleh Kelompok 1, Kelas 1C (Semester 2) DIII Kebidanan Universitas Mega Rezky Makassar, sebagai tugas Mata Kuliah Gizi dan Kesehatan Reproduksi, dengan anggota:

  • Puput Andriani (183145106072)
  • Alwaliyyunnisa Rufati (183145106097)
  • Nur Naela Sahir (183145106082)
  • Leonid Y. K. Bunda (183145106080)

Dosen Pengampu: Nur Asmi, SKM, M.Kes.

Sharing is caring!

(Visited 230 times, 2 visits today)