Ini Nih Untungnya Gabung dengan Komunitas Sahabat Remaja Mentawai (SRM)!

Sejak bergabung dengan Komunitas Sahabat Remaja Mentawai, ilmu dan wawasanku semakin bertambah. Ilmu yang didapat berbeda dengan ilmu di sekolah.

Nurmalasari

Nurmalasari

Project Officer Research & Development Division at CISDI
Outreach & Partnership Kesmas-ID
Bio Lengkap Cek IG @nurmalasari.pn
Nurmalasari

Yorimarlika Samaloisa gembira saat mengetahui dirinya mendapatkan penghargaan sebagai Tunas Muda Pemimpin Indonesia (TMPI) Tingkat Usia SMP. Dia menjadi putra daerah pertama Kabupaten Kepulauan Mentawai mewakili Provinsi Sumatera Barat yang meraih prestasi tersebut.

Penghargaan yang didapatkan remaja kelahiran Manganjo, 16 Maret 2000 tersebut diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berdasarkan SK Nomor B-397/Set/KPP-PA/D.V/03/2015 tertanggal 30 Maret 2015. Penghargaan prestisius tersebut diberikan kepada kaum muda mulai dari tingkat SD hingga mahasiswa yang memberikan pengaruh positif terhadap teman-teman sebayanya.

Penghargaan yang diterima langsung dalam Perhelatan Akbar Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2015 di Istana Kepresidenan Bogor, menurut Yori tidak diberikan begitu saja tanpa pertimbangan yang kuat di baliknya. Sejak duduk di kelas VII SMP, dia memanfaatkan waktu luangnya untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat dalam membangun kesadaran akan pemenuhan hak anak terutama hak kesehatan dan pelaksanaan kewajiban anak di lingkungan sebayanya sesuai tingkat kedewasaannya bersama Komunitas Sahabat Remaja Mentawai (SRM).

“Banyak anak yang menjadi korban pergaulan bebas, kekerasan, dan juga banting tulang memenuhi kebutuhan keluarga seperti jualan sayur setelah pulang sekolah; membuatku tersentuh dan tergerak untuk mengubah keadaan yang ada di tengah-tengah masyarakat tersebut. Alasan itu sudah cukup meyakinkanku untuk bergabung di Komunitas Sahabat Remaja Mentawai (SRM)”, tutur anak penggemar Subet, makanan khas Mentawai yang terbuat dari Keladi atau umbi-umbian.

Menurut Yori, sejak bergabung dengan SRM, dia merasakan peningkatan prestasi akademik di sekolah. Sebelum bergabung, pada Semester I dia hanya meraih Ranking 2 di kelasnya, namun setelah bergabung dengan komunitas yang didirikan oleh Tim Pencerah Nusantara; Yayasan Cipta Fondasi Komunitas (CFK); Yayasan Rebbana Indonesia; dan Puskesmas Sikakap ini, prestasinya meningkat pada semester-semester berikutnya hingga lulus SMP menjadi Ranking 1. Bahkan dia berhasil terpilih menjadi Wakil Ketua OSIS dan PKS (Polisi Keamanan Sekolah). Hal ini dikarenakan Anggota Komunitas Sahabat Remaja Mentawai diperbolehkan menjadi pengurus dan mengikuti kegiatan rutin mingguan jika dia bisa mempertahankan prestasinya di sekolah baik prestasi akademik maupun non akademik.

Yori menyebutkan banyak ilmu yang didapatnya saat bergabung dengan komunitas yang didirikan tahun 2013 tersebut. Waktu luang di luar jam sekolah diisi dengan hal yang bermanfaat seperti belajar kelompok tentang pentingnya ilmu perlindungan anak, menjauhkan diri dari jeratan rokok dan narkoba, serta risiko pergaulan bebas.

“Sejak bergabung dengan Komunitas Sahabat Remaja Mentawai, ilmu dan wawasanku semakin bertambah. Ilmu yang didapat di komunitas tidak sama dengan ilmu yang didapat di sekolah. Di komunitas aku juga belajar tentang public speaking, advokasi, dan menjalankan organisasi. Semoga ilmu yang aku dapatkan ini dapat bermanfaat bagi orang banyak tidak hanya aku sendiri”, ujarnya.

Dari ilmu yang dia dapat, dia bersama rekan-rekannya melakukan banyak kegiatan. Mulai dari sosialisasi tentang hak anak di beberapa dusun di Kecamatan Sikakap bekerja sama dengan Gereja dan Pastoran; penyuluhan bahaya merokok, narkoba, dan pergaulan bebas di sekolah SMP dan SMA di Kecamatan Sikakap; membantu Puskesmas Sikakap melakukan skrining kesehatan pada siswa sekolah; hingga bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan melestarikan terumbu karang.

Sahabat Remaja Mentawai saat melakukan penanaman terumbu karang
Sahabat Remaja Mentawai saat melakukan penanaman terumbu karang sebagai himbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di pantai yang dapat merusak ekosistem terumbu karang dan membuat populasi ikan berkurang

“Penghargaan ini akan aku persembahkan untuk kedua orang tuaku, kakak Pembina yang telah bersusah payah dalam melakukan pembinaan selama aku bergabung di Komunitas Sahabat Remaja Mentawai, teristimewa buat masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai”, ucapnya.

Sharing is caring!

(Visited 70 times, 1 visits today)

Author: Nurmalasari

Outreach & Partnership Kesmas-ID Bio Lengkap Cek IG @nurmalasari.pn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *