Insiden Malnutrisi Pasien di Rumah Sakit Mencapai 30-70 % Tidak Terdekteksi

Malnutrisi pasien rawat inap di rumah sakit merupakan masalah yang banyak terjadi. Hal itu tidak hanya di negara berkembang, bahkan di negara maju sekalipun juga terjadi demikain.

Hal itu disampaikan oleh Prof Jonathan Asper, seorang profesor of Surgery dari University of Santo Tomas dan Medical Director Fresenius Kabi, di sebuah acara di Nusa Dua, Bali, Sabtu (4/3/2017).

Menurutnya, untuk terpenuhinya kebutuhan nutrisi, sangat membantu proses penyembuhan pasien dan secara langsung akan mengurangi waktu rawat inap pasien dirumah sakit.

“Jika begitu, bisa meningkatkan kualitas hidup pasien dan menurukkan total biaya terapi yang harus dikeluarkan pasien selama di rumah sakit,” jelasnya.

Jonathan juga menyampaikan soal malnutrisi. Menurutnya, Malnutrisi adalah suatu kondisi nutrisi dalam tubuh yang menunjukan kekurangan, kelebihan, atau justru ketidakseimbangan energi, protein atau nutrisi lain yang menyebabkan dampak pada jaringan tubuh atau bentuk dan fungsi tubuh.

Tanda paling jelas dari kekurangan nutrisi katanya adalah penurunan energi atau penyerapan nutrisi yang diketahui dengan penurunan berat badan.

“Perubahan komposisi tubuh termasuk kehilangan lemak tubuh, masa tubuh dan pengeluaran cairan tubuh yang relatif banyak. Tingginya insiden malnutrisi dirumah sakit mencapai 30 sampai 50 persen bahkan 70 persen pasien tidak terdekteksi,” katanya.

Mengapa? Karena kata dia, kurangnya pelatihan dan kesadaran tenaga dirumah sakit. Selain itu menurut Jonathan, dibeberapa surat kabar selama ini terutama di Asia yang menyorot bagaiman rumah sakit didalam kualitas pentingnya nutrisi dan di Australia yang juga sama menjadi sorotan.

“Mall Nutrisi harus mendapat perhatian yang lebih tinggi dan memberikan terapi nutrisi yang baik sesuai dengan kondisi pasien dirumah sakit. Selain itu, pasien yang masuk rumah sakit harus di screming agar bisa menentukan status nutrisinya,” jelasnya.

Terakhir, Jonathan menambahkan bahwa malnutrisi ini sangat penting agar pasien bisa tertangani dengan baik. “Pihak rumah sakit harus mengetahui kondisi nutrisi pasien untuk mengupayakan terapi nutrisi bagi pasien, sesuai kondisi dan kebutuhan pasien,” katanya.

 

Sumber

Yuk Share Postingan Ini:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Topik Populer


Akreditasi Puskesmas BPJS Kesehatan Dana Desa DBD Dinkes Kab Enrekang Dinkes Kab Indramayu FKM UI FKM Unand FKM Undip FKM Unhas Germas Gizi Buruk Hipertensi Imunisasi Imunisasi MR Kemenkes Kemenkes RI Kesehatan Lingkungan Kesehatan Masyarakat Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi Mahasiswa Kesmas Nusantara Sehat PBL Pencerah Nusantara Pengabdian Masyarakat Penyakit Tidak Menular Penyuluhan Kesehatan PHBS Posyandu Posyandu Remaja Prodi Kesehatan Masyarakat Prodi Kesmas Promkes Promosi Kesehatan Puskesmas Puskesmas Krangkeng Seminar Kesehatan Seminar Nasional STBM STIKes Kuningan Stunting TBC Tenaga Kesehatan Tuberkulosis