Kalau Kamu Berfikir Kecantikan itu No.1, Berarti Kamu Wajib Baca Tulisan Ini!

Kalau Kamu Berfikir Kecantikan itu No.1, Berarti Kamu Wajib Baca Tulisan Ini
Sadarkah kita, bahwa persepsi yang salah membuat para wanita menjadi stress dan bersikap radikal untuk mencapai kecantikan yang katanya ideal?
Deni Frayoga, S.KM

Deni Frayoga, S.KM

Team Leader Pencerah Nusantara Mamuju Utara
UPTD Kesehatan Randomayang
Trans Sulawesi Street, Bambalamotu Village, North of Mamuju District, West Sulawesi, Indonesia
Deni Frayoga, S.KM

“Seperti apa Tipe Wanita Idamanmu?”

Sering kali kita sebagai laki-laki, saat kita ditanya tioe wanita idaman, selalu menjawab pada hal-hal yang berkaitan dengan fisik dari seorang wanita; cantik, langsing, rambutnya panjang lurus, hidungnya mancung dan tinggi semampai.

Sadarkah kita kaum pria, bahwa persepsi seperti ini membuat para wanita menjadi stress dan bersikap radikal untuk mencapai fisik yang ideal seperti yang diidamkan oleh laki-laki pada umumnya.

Berikut ini dampak dan potensi resiko bahaya dari dari persepsi yang salah soal kecantikan:

BACA JUGA:  8 Tips Diet Sehat di Usia 30-an yang Harus Kamu Tahu!

1. Langsing

Para wanita menjadi kurang PD manakala memiliki berat badan berlebih, berpipi tembem, sehingga mereka melakukan apapun untuk menurunkan berat badannya itu. Bahaya jika wanita tersebut melakukan cara yang tidak sehat, misalnya diet yang salah.

Maka wajar jika zaman sekarang ada istilah “cantik itu sakit”. Wanita akan rentan terkena penyakit dan infeksi jika melakukan diet yang salah.

Diet yang sehat tentu diet gizi seimbang. Dimana berat badan ideal (BBI) serta Indeks Masa Tubuh (IMT) menjadi standar dalam mengetahui apakah dia gemuk atau tidak.

Sejauh ini wanita mudah stress jika naik berat badan meski itu hanya setengah kilo. Ingat yang jadi penilaiannya adalah bukan cubby-nya pipi tapi berat badan ideal dan indeks masa tubuh.

2. Kulitnya putih dan mulus

Jelas wanita makin beramai-ramai membeli kosmetik demi memutihkan dan memuluskan kulitnya terutama di wajah.

Tapi tidak semua wanita memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan kulit, banyak yang tidak mengetahui kesehatan kulit. Sehingga mereka memakai sembarangan kosmetik, yang penting dapat memutihkan dan memuluskan. Apa akibatnya?

BACA JUGA:  4 Sehat 5 Sempurna, Sudah Ketinggalan Zaman!

Akibatnya jika mereka membeli produk kosmetik yang abal-abal yang nilai pH tidak sesuai dengan standar, maka akan terjadi iritasi pada kulit. Bukannya putih mulus dan cantik, tapi malah sakit dan menimbulkan panas. Akhirnya jadilah masalah kesehatan dan ekonomi karena harga dari kosmetik itu lumayan mahal.

Saat ini juga kaum hawa sedang ramai-ramainya menggunakan serum. Serum memang memiliki pungsi dalam menyamarkan kerutan, dan membuat wajah terlihat cerah. Tapi perlu diketahui penggunaan serum tidak bisa digunakan semua orang.

Beberapa yang kulitnya sensitif, serum dapat menyebabkan bintik-bintik merah di kulit dan ada sensasi panas seperti terbakar. Solusinya adalah ingin cantik, harus sesuai dengan standar kesehatan.

Konsultasi dengan ahli dermatologi, dan memperbanyak konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C, yang sudah jelas memberikan manfaat bagi kesehatan kulit.

Persepsi seperti ini tidak membuat wanita menjadi smart, justru akan membuat mereka berlebihan.

BACA JUGA:  Indofood Tawarkan Bantuan Dana Riset, Salah Satunya Bidang Gizi dan Kesehatan Masyarakat

Maka, saran saya untuk kaum laki-laki, kita perlu bersikap bijak dalam mendefinisikan kata “Cantik”. Persepsi yang kita berikan terhadap kecantikan seorang wanita, haruslah membuat mereka menjadi smart dan sehat serta semakin menjadi pribadi yang lebih baik.

Saat kita ditanya soal tipe wanita idaman, maka jawablah:

“Wanita yang cantik ialah wanita yang selalu membuat hati saya tenang.”

Pandangan yang demikian akan membuat wanita untuk terus berusaha untuk menjadi pribadi yang menenangkan bagi pasangannya.

Atau, “Wanita yang cantik ialah wanita yang cerdas dan baik hatinya.”

Hal ini akan membuat wanita untuk terus belajar mengembangkan dirinya dan berusaha bersikap positif.

Hal demikian, akan baik secara kesehatan mental. Mengurangi risiko stress bagi wanita dan tentunya indeks happy-nya juga baik.

Intinya apapun persepsi yang diberikan oleh laki-laki terhadap wanita haruslah yang memiliki nilai positif yang berkaitan dengan intelektual dan moralitas serta kesehatan.

Sharing is caring!

(Visited 264 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *