Kampanye Hari TB Sedunia, Puskesmas Krangkeng GEBER TOSS TB
Gerakan TOSS TB merupakan gerakan nasional kampanye penemuan kasus TB secara aktif dan masif yang melibat seluruh pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Penyakit TB Paru merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan nasional bahkan dunia. Karena menyerang paru-paru, dan bisa menular kepada orang lain, namun bisa diobati dengan minum obat rutin selama 6-8 bulan.

Seseorang yang terkena TB yang tidak diobati, dapat menyebarkan kuman TB atau menularkan penyakit TB kepada orang lain 10-15 orang jika kontak dekat selama satu tahun. Kuman TB dapat tersebar ke udara pada saat penderita batuk, bersin atau berbicara. Penyakit TB ini bukanlah penyakit akibat kutukan, guna-guna atau penyakit turunan.

Dengan masih banyaknya penderita TB yang belum terdeteksi maka diperlukan peran serta aktif masyarakat dalam memberantasnya. Gejala pertama orang yang terindikasi TB adalah orang yang batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih, gejala-gejala lainnya antara lain: sesak nafas dan nyeri dada, demam meriang berkepanjangan, badan lemas dan nafsu makan berkurang, berat badan menurun, berkeringat tanpa melakukan aktifitas di malam hari atau batuk berdahak dan bercampur darah.

peserta hari tb sedunia puskesmas krangkeng 2019

Kegiatan Geber Toss TB (Gerakan Bersama Temukan Obati Sampai Sembuh) merupakan program inovasi Program TB UPTD Puskesmas Krangkeng yang bertujuan memberikan informasi mengenai TB sekaligus melakukan skrining/ pemilahan untuk menemukan orang yang terduga terkena penyakit TB serta merujuk orang tersebut ke fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. Bagi penderita TB akan diberikan pengobatan dengan obat yang berkualitas yang disediakan pemerintah pada seluruh puskesmas secara gratis.

Gerakan TOSS TB (temukan obati sampai sembuh) merupakan gerakan nasional dalam kampanye penemuan kasus TB secara aktif dan masif yang melibat seluruh pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Tujuan dari Geber Toss TB ini yaitu terselenggaranya pelayanan kesehatan berupa penjaringan Kasus TB melaui Gerakan bersama lintas sektor terkait untuk memberantas Penyakit TB. Adapun tujuan khusus kegiatan ini anara lain:

  • Penemuan secara aktif atau beresiko tinggi terrulat TB
  • Penemuan secara aktif kelompok yang rentan tertular TB seperti keluarga atau kontak pasien TB, terutama mereka yang mereka dengan TB BTA Positif.
  • Penemuan secara aktif pemeriksaan terhadap anak di bawah 5 tahun pada keluarga TB
  • Penemuan secara aktif suspek TB MDR dengan 9 kriteria.

Kegiatan Geber Toss TB yakni berupa kampanye dan Senam bersama serta penandatanganan komitmen bersama untuk memberantas penyakit TB oelh lintas sektor (Camat, Polsek, Danramil, Kuwu dan TP PKK), dan pemberian reward pasien TB MDR yang sudah sembuh.

Hasil Kegiatan Geber Toss TB diharapkan dapat meningkatkan cakupan target dari program TB dan Pasien TB MDR yang sudah sembuh bisa jadi ”Duta TB” berdasarkan pengalamannya dapat mengajak masyarakat untuk menemukan kasus TB dan mengajak berobat sampai sembuh.

Sharing is caring!

(Visited 113 times, 1 visits today)