Kampung KB Terima Dana Rp 90 Juta Per Tahun

Kampung KB Terima Dana Rp 90 Juta Per Tahun
Desa yang telah dicanangkan menjadi Kampung KB ini juga akan dibiayai pemerintah pusat untuk pembinaan-pembinaannya ke depan. Nilai dana yang diberikan sekitar Rp 90 juta per tahunnya sebagai untuk kegiatan delapan fungsi keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) kabupaten Malinau, dr. John Felix Rundupadang M.P.H. menegaskan, pencanangan Kampung KB merupakan ketetapan langsung dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, semua desa–desa yang ada di wilayah Kabupaten Malinau ini juga sudah ditetapkan beberapa desa yang wajib dibentuk menjadi Kampung KB.

John Felix mengungkapkan, desa yang telah dicanangkan menjadi Kampung KB ini juga akan dibiayai pemerintah pusat untuk pembinaan-pembinaannya ke depan. Nilai dana yang diberikan sekitar Rp 90 juta per tahunnya sebagai untuk kegiatan delapan fungsi keluarga. Yakni fungsi agama, fungsi sosial agama, cinta kasih sayang, fungsi perlindungan dan fungsi reproduksi. “Termasuk  fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi lingkungan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Camat Tirto Launching Kampung KB

Bahkan, sambung John Felix, untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut, setiap Kampung KB juga telah terbentuk kelompok kerja (pokja) atau petugas bimbingan yang nantinya akan membimbing desa-desa tersebut.

“Semua ada petugasnya. Sehingga kita harapkan semuanya itu bisa terkontrol agar ke depan tidak salah kaprah nantinya. Nanti seolah-olah Kampung KB itu hanya untuk mendapatkan kontrasepsi, padahal tujuannya adalah pembangunan keluarga dan ketahanan keluarga. Baik dari bina keluarga, balita, remaja hingga sampai lansia. Bahkan sampai kepada informasi dan konseling remaja,” jelasnya.

Sementara dijabarkan, dalam menetapkan desa sebagai Kampung KB, salah satunya adalah Kabupaten Malinau yang berada di wilayah perbatasan langsung negara tetangga. Yaitu negara Bagian Sarawak, Malaysia. Sehingga Malinau mendapatkan list dari pemerintah pusat dan wajib membentuk Kampung KB. Bahkan, dalam pencanangan Kampung KB dari 15 kecamatan itu, Kecamatan Malinau Utara yang paling banyak yaitu ada empat desa antara lain 3 desa baru ditetapkan kemarin adalah Desa Sembuak Warot, Desa Semenggaris dan Desa Kelapis. “Sedangkan satu desa lagi yaitu Desa Malinau Seberang yang telah ditetapkan di tahun 2017 lalu,” jelas John Felix.

BACA JUGA:  Pengembangan Kampung KB, FKM UNIKAL Koordinasi Dengan Dinas BPMPKB

Adapun 14 desa dari 17 desa yang ditetapkan Rabu (9/5) lalu itu di antaranya Desa Lebusan, Desa Long Uro, Desa Metun, Desa Ketaman, Desa Long Kemuat, Desa Nahakramu Baru, Desa Long Lake, Desa Bila Bekayuk, Desa Long Pada, Desa Setulang, Desa Long Liku, Desa Semamu, Desa Sentaban dan Desa Long Temuyat. Di Kecamatan Malinau Kota sebenarnya sudah ada satu desa yang menjadi Kampung KB yaitu Desa Malinau Hilir yang ditetapkan pada 2016 lalu. “Sehingga, total Kampung KB di Kabupaten Malinau ini ada 19 desa,” sebutnya.

Ditambahkan John Felix, desa yang dijadikan Kampung KB ini sudah tetapkan dan terdaftar pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah tinggal memilih nama yang ditetapkan untuk dicanangkan sebagai Kampung KB terlebih dahulu. ”Tapi dari 15 kecamatan di Malinau ini semua telah terpenuhi kampung KB-nya. Desa-desa lainnya menyusul lainya,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Hanya Dapat Rp 19 Miliar DAK Afirmasi Kemenkes RI, Lima Puskesmas Batal Dibangun dan Direhab

Sumber: http://kaltara.prokal.co/read/news/18805-kampung-kb-terima-dana-rp-90-juta-per-tahun.html

Sharing is caring!

(Visited 96 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *