Kemenkes Bersama LK-PBNU Gelar Lokakarya Wujudkan Pesantren Sehat di Cirebon
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Lokakarya Pesantren Sehat yang dilakukan dibeberapa daerah di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat.
Spread the love

Cirebon. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerjasama dengan Lembaga Kesehatan PBNU menggelar Lokakarya Peningkatan Peran Aktif Santri dan Pengelola Pesantren Untuk Mewujudkan Pesantren Sehat di Cirebon pada 9 – 11 September 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh santri dan pimpinan perwakilan Pesantren dari Kabupaten Cirebon (Nur Arwani Buntet, Tarbiyatul Banin Kaliwadas, As-Salafy Babakan Ciwaringin, KHAS Kempek dan Daarul Quran Tegal Gubug) dan Kota Cirebon (Daarul Ilmy Harjamukti), Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Puskesmas Penanggung Jawab wilayah masing-masing Pesantren, dan Pemerintah Desa setempat.

BACA JUGA:  Ngetren ke-3: Inspirasi Dari Poskestren PP Matholi’ul Anwar Lamongan

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Lokakarya Pesantren Sehat yang dilakukan dibeberapa daerah di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Materi Penguatan Pesantren Sehat di Cirebon

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan besar terhadap pesantren yang hadir pada kegiatan ini untuk bersama mewujudkan Pesantren Sehat dan menjadi role model bagi pesantren lain di Cirebon dan wilayah lain. Stigma tentang pesantren sebagai komunitas yang kumuh dan jauh dari perilaku sehat harus bisa dirubah dengan bukti nyata.

Pada kegiatan ini, para peserta dilatih untuk bisa menyelenggarakan program Pesantren Sehat di Pesantrennya masing-masing. Dengan dukungan dan pembinaan dari Puskesmas, para peserta diharapkan mampu secara mandiri mengenali masalah kesehatan yang dimiliki, dan melakukan upaya dan usaha untuk menyelesaikan dan memenuhi kebutuhan kesehatannya. Para peserta juga dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi dan melakukan kerja sama dengan mitra potensial, seperti pemerintah desa, pemerintah daerah, dan lainnya.

BACA JUGA:  Lebih Dekat Dengan Poskestren Miftahul Ulum Al Yasini Pasuruan

Lokakarya dan pelatihan ini dipimpin oleh Irmawati Pasaribu, SE., M.Si selaku Kasie Sarana dan Prasarana Promosi Kesehatan, dan Muh Nur Akhsin Ridho, S.Si., MKM dari Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarkat, Kemenkes RI,  dan difasilitasi oleh tim dari LK-PBNU. Hadir sebagai panitia lokal PCNU dan LKNU Kabupaten Cirebon.

SMD Pesantren Sehat di Cirebon

Pada hari ke-2, seluruh peserta melakukan kunjungan lapangan ke Pesantren Tarbiyatul Banin, Kaliwadas. Bersama pemateri dan fasilitator, peserta secara aktif melakukan Survey Mawas Diri (SMD) kepada para santri setempat dan obervasi terhadap kesehatan lingkungan di sekitar pesantren. Selain pelatihan penyelenggaraan pesantren sehat, peserta juga diajarkan tentang penggunaan Simkestren (Sistem Informasi Kesehatan Pesantren) sebagai sistem informasi, pelaporan, dan pemantauan program secara terpusat.

BACA JUGA:  Ini Dia Poskestren Teladan se-Kabupaten Rembang

Shoffi Gufron, selaku penanggung jawab program Pesantren Sehat dari LK-PBNU menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus digalakkan diberbagai daerah lain dan butuh peran serta aktif dari berbagai pihak. Yang terpenting dari penyelenggaraan Pesantren Sehat adalah keberlanjutan dan sustainability-nya kedepan.

Wujudkan Pesantren Sehat di Cirebon

Bagaimana menjaga semangat untuk menghadirkan kesehatan di pesantren menjadi suatu prioritas oleh santri dan pimpinan pesantren itu sendiri, Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan seluruh pihak terkait.

Kegiatan lokakarya ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk mensukseskan program Pesantren Sehat oleh seluruh peserta.


Penulis:
Fashury Abdillah
LK-NU Cirebon |Kordinator Pesantren Sehat Nusantara (PSN)

Sharing is caring!

(Visited 63 times, 1 visits today)