Kemenristekdikti Setujui Prodi Baru Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo
Rektor Univet, Ali Mursyid menjelaskan, satu program studi yang disetujui, yakni Perekam dan Informasi Kesehatan untuk Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menyetujui program studi baru bagi Universitas Veteran (Univet) Bangun Nusantara Sukoharjo.

Rektor Univet, Ali Mursyid menjelaskan, satu program studi atau prodi yang disetujui, yakni Perekam dan Informasi Kesehatan untuk Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Pihaknya menerima SK bernomor 268/KPT/I/2017 Tentang Izin Pembukaan Program Studi Perekam dan Informasi Kesehatan dari Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VI Jateng.

BACA JUGA:  Strategi dan Peran Tenaga Kesehatan Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0

“Ini berkah Ramadan,” kata Ali Mursyid, ketika penyerahan SK yang disaksikan pejabat kampus di Hotel Brothers Inn, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/6).

Dalam sembutannya, usai menyerahkan SK ke Dekan FKM, Titik Haryanti, dia melanjutkan, jika prodi baru tersebut secara otomatis bisa dibuka pada tahun ajaran kali ini, 2017/2018. Orang nomor satu di universitas milik Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran itu, pihaknya menyiapkan perangkat akademik dan non akademik.

“Jadi prodi Perekam dan Informasi Kesehatan ini sesuai dengan tuntutan zaman modern. Ruang kelas, dosen dan laboratorium sudah disiapkan,” terang dia.

Dia melanjutkan, pihaknya mengapresiasi Kemenristek Dikti dan Kopertis Wilayah VI Jateng. Karena dengan adanya SK untuk pendirian prodi baru tersebut, maka ilmu tentang kesehatan bisa terus berkembang dipelajari mahasiswa. Bahkan juga menyiapkan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT).

BACA JUGA:  Strategi dan Peran Tenaga Kesehatan Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0

“Kami siapkan kurikulum yang terbaik sesuai dengan perkembangan pendidikan kesehatan dan keperluan lingkungan kerja saat ini,” akunya.

Dekan FKM, Titik Haryanti menambahkan, perjalanan untuk mendapatkan SK dari Kemenristek Dikti cukup panjang. Meski pun harus beberapa melengkapi persyaratan sejak 2014 lalu, akhirnya SK yang diharapkan dikeluarkan juga tahun ini. Diproyeksikan, Prodi Perekam dan Informasi Kesehatan itu bisa menampung 80 mahasiswa yang ingin memperlajari ilmu kesehatan yang berkembang dari tahun ke tahun.

“Tahap awal ini, kami hanya meyiapkan 80 kursi dulu. Tahun depan bisa lebih,” jelas dia.

Sumber berita.suaramerdeka.com

Sharing is caring!

(Visited 547 times, 1 visits today)