Jakarta- Hingga saat ini Indonesia belum keluar dari daftar negara penyumbang kasus Tuberkulosis (TB) atau TBC di dunia. Selain Indonesia, puluhan negara lain juga masih perang melawan penyakit ini.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes) Mohamad Subuh mengatakan, salah satu tantangan terbesar penanggulangan TB di Indonesia adalah meningkatnya kasus TB yang resistan atau kebal terhadap obat (TB Multidrug Resistent/MDR).

TB MDR, kata Subuh, terjadi karena pengobatan TB tidak dilakukan secara tuntas. Menurut laporan surveilans TB, total penemuan kasus TB mencapai 330.729 pada 2015 lalu dengan angka keberhasilan pengobatan sebesar 84 persen, artinya selesai pengobatan dan sembuh. Dengan rata-rata lebih dari 300.000 pasien yang diobati per tahunnya, maka terhitung sejak tahun 2012 Indonesia telah berhasil menyelamatkan nyawa lebih dari 1 juta nyawa.

Namun, sisanya 16 persen pasien tidak menyelesaikan pengobatan karena berbagai hal, di antaranya meninggal, pindah tempat tinggal, tidak melanjutkan pengobatan, dan penyakit kebal terhadap obat yang diberikan.

“Apabila TB MDR tidak ditangani dengan tuntas dapat berkembang menjadi Extensively drug-resistant (XDR),” kata Subuh di Jakarta, Kamis (23/3).

MDR-TB berarti kebal pada sedikitnya dua jenis obat lini pertama, sementara XDR-TB adalah kebal pada dua jenis obat yang termasuk dalam antibiotik kuat. Selain pengobatannya membutuhkan biaya sangat mahal, peluang untuk sembuh jauh lebih kecil.

Menurut Subuh, pemerintah Indonesia punya komitmen kuat untuk mewujudkan Indonesia bebas TB. Di level pencegahan, pemerintah mendorong seluruh pemberi pelayanan TB pemerintah maupun swasta untuk memberikan pelayanan TB standar. Seluruh fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan penemuan kasus TB secara dini dan memastikan pelayanan TB berkualitas untuk mencegah terjadinya TB kebal obat. Selain itu juga mengajak seluruh masyarakat dan keluarga untuk mendukung pasien dalam menjalani pengobatan TB sampai tuntas.

Pemerintah sendiri menyediakan layanan TB MDR di 68 rumah sakit rujukan dan sub rujukan yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dengan 1.217 puskesmas sebagai satelit layanan.

Memperingati Hari TB Sedunia 2017, Jumat (24/3), Indonesia memilih tema “Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis”. Tema ini sejalan dengan tema global, “Unite to End TB”.

Peringatan Hari TB Sedunia ini diharapkan jadi momentum mendorong kesadaran masyarakat dunia, khususnya Indonesia, untuk memberantas penyakit ini. Dunia memiliki cita-cita yang sama, yaitu eliminasi TB pada 2035.

Untuk mencapai itu, harus dengan cara mencegah penularan TB. Penemuan kasus baru atau menemukan mereka yang bergejala dan mengobati yang sakit sampai sembuh. Cegah TB kebal obat dengan pengobatan TB yang stándar dan berkualitas.

beritasatu.com

Sharing is caring!

(Visited 81 times, 1 visits today)