Kenali Microplastic dan Bahayanya Bagi Manusia & Lingkungan

Permasalahan sampah di Indonesia mengalami titik kritis yang mencemari berbagai aspek di tengah masyarakat. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat, Indonesia memproduksi 65 juta ton sampah pada 2016, naik 1 juta ton dari tahun sebelumnya. Permasalahan sampah yang tidak terkelola dengan baik di daratan, berdampak pada pencemaran badan air, yang juga bermuara ke laut.

Daerah pesisir merupakan salah satu dari lingkungan perairan yang mudah terpengaruh dengan adanya buangan limbah dari darat. Wilayah pesisir yang meliputi daratan dan perairan pesisir sangat penting artinya bagi bangsa dan ekonomi Indonesia. Wilayah ini bukan hanya merupakan sumber pangan yang diusahakan melalui kegiatan perikanan dan pertanian, tetapi merupakan pula lokasi bermacam sumberdaya alam, seperti mineral, gas dan minyak bumi serta pemandangan alam yang indah.

BACA JUGA:  Perjuangan Kader Jumantik, Sering Diusir saat Inspeksi

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Awaluddin Hidayat R,I, S.KM., M.KL (Dosen Kesehatan Lingkungan) dan Prima Mutia Sari (Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar) dari Universitas Muhamamdiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta. Lokasi pengabdian masyarakat adalah di Pesisir Pantai Desa Hurip Jaya, Kabupaten Bekasi. Kegiatan dilaksanakan tentu mengikuti protokol kesehatan yang ketat, datang secara perorangan ke lokasi diadakannya kegiatan penyuluhan, menggunakan masker dan disediakannya hand sanitizer.

Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 21 responden dengan metode ceramah menggunakan bahan presentasi powerpoint dan dievaluasi dengan menggunakan lembar evaluasi pre test yang diberikan di awal sebelum kegiatan berlangsung dan post test yang diberikan setelah kegiatan berlangsung yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat terkait bahan penyuluhan yang diberikan yaitu tentang pengenalan dan bahaya microplatic bagi masyarakat dan lingkungan.

Selama kegiatan penyuluhan ini berlangsung, antusiasme masyarakat sangat baik, hal ini diukur dari komunikasi dua arah yang terjalin antara penyuluh dan responden.

Menurut masyarakat pesisir, Microplastic adalah hal yang baru mereka terima sehingga masyarakat mengakui bahwa judul ini sangat menarik karena secaara umum yang mereka ketahui hanyalah bahaya plastic dilingkungam namun tidak dengan bagian terkecil dari plastic yaitu microplastik yang dapat masuk baik ke lingkungan, biota laut dan tubuh masyarakat itu sendiri.

BACA JUGA:  Dibuka Oleh Penasihat WHO Jender & Pemuda, Pencerah Nusantara 6 Mulai Dikarantina!

Dari hasil pre test dan post test disimpulan bahwa terdapat peningkatan presentasi pemahaman masyarakat sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan.

kegiatan penyuluhan bahaya mikroplastik

Berdasarkan diagram batang di atas, maka dapat disimpulkan bahwa, kegiatan penyuluhan bahaya mikroplastik mendapatkan hasil yang baik, dibuktikan dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat setelah dipaparkan bahan penyuluhan melalui hasil pre dan post test, yaitu tiap responden mengalami peningkatan presentasi jawaban benar sebelum dan sesudah penyuluhan berurutan yaitu, 50%, 40%, 45%, 40%, 30%, 35%, 50%, 60%, 25%, 15%, 70%, 55%, 50%, 55%, 40%, 20%, 30%, 30%, 35%, 50%, 60%. Hasil ini sangat baik dikarenakan tim pengabdian masyarakat menyimpukan bahwa materi yang disampaikan dipahami oleh masyarakat pesisir.

Sharing is caring!

(Visited 68 times, 1 visits today)