Keren! Survivor TB Ini Berbagi Pengalaman & Edukasi Anak Muda Tentang TB
Harapan dengan adanya kegiatan seperti ini yakni audience memahami bahwa tuberkulosis itu bisa disembuhkan dan bisa dicegah serta stigma pasien tuberkulosis dimasyarakat akan berkurang.

Pass Talk, yakni kegiatan sharing antar mahasiswa setiap minggu yang terbuka untuk umum, dan untuk kegiatan Pass Talk kali ini merupakan Pass Talk ke 8, diadakan Senin, 2 Desember 2019.

Bertempat di School of Government and Public Policy (SGPP Indonesia), Sentul, kegiatan ini diikuti oleh Mahasiswa SGPP Batch IV dan umum, sekitar 20-25 orang.

Di Past Talk kali ini selaku narasumber yakni Mazidatun Maftukhah S.S, TB Survivor dan representasi pemuda dari komunitas Indonesia Muda untuk Tuberkulosis.

Dalam kesempatan kali ini Mazida menyampaikan tentang fokus terhadap dua hal, yaitu mengenai usaha eliminasi TB di Indonesia dan bagaimana menghadapi TB dari perspektif pasien.

Combating and Surviving TBC in Indonesia

Sebelum memaparkan materi tersebut, Mazida mengenalkan penyebab, gejala, cara penyebaran bakteri, jenis tuberculosis, pengobatan, dan fakta-fakta penting mengenai tuberculosis, baik dalam isu kesehatan dalam konteks global maupun di Indonesia.

Disela-sela kegiatan berbagi pengetahuan ini, Mazida memperkenalkan komitmen global untuk mengakhiri epidemic tuberculosis, mengingat Indonesia juga merupakan negara peringkat ketiga dengan kasus TB. Salah satu yang diperkenalkan adalah gerakan Global Youth Movement to End TB 1+1 Youth Initiative, yang merupakan program untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengobatan dan pencegahan TB.

Mazidatun Maftukhah S.S

Kegiatan ini berlangsung kurang lebih selama satu jam. Yang menarik dalam kegiatan ini adalah antusias peserta dalam memahami tuberculosis. Banyak dari audience yang belum begitu memahami stigma mengenai penderita tuberkulosis. Salah satunya adalah stigma bahwa tuberkulosis bias menular melalu peralatan makan, yang sebenarnya penularan tuberkulosis hanyalah melalui udara.

Begitu juga ketika Mazida menunjukkan contoh paru-paru yang terinfeksi TB kepada audience yang merupakan hasil X-ray thorax ketika Mazida divonis terinfeksi TB tahun lalu.

Selain itu, paparan etika ketika batuk juga menjadi pengetahuan baru karena tidak banyak yang memahami bahwa batuk bisa menjadi sarana penyebaran kuman, termasuk bakteri TB.

Banyak peserta yang antusias bertanya dan menambahkan fakta penting terkait tuberkulosis, termasuk bahwa TB bisa menyerang masyarakat yang hidup diperkotaan. Gaya hidup sehat menjadi penutup dalam paparan upaya pencegahan TB bagi yang tidak terkena TB.

Harapan dengan adanya kegiatan seperti ini yakni audience memahami bahwa tuberkulosis itu bisa disembuhkan dan bisa dicegah serta stigma pasien tuberkulosis dimasyarakat akan berkurang.

School of Government and Public Policy

Pengobatan tuberkulosis mungkin memakan waktu berbulan-bulan, namun tetap bisa disembuhkan dan juga bisa dicegah. Perlu juga memahami bahwa pemerintah memiliki program TOSS TB, termasuk menggratiskan pengobatan TB bagi pengguna BPJS.

Harapan lainnya adalah bahwa komunitas terkait bisa bekerja dengan pemerintah serta petugas kesehatan untuk bersama-sama memaksimalkan usaha dalam rangka memberantas epidemic TB di Indonesia, baik bersifat aksi nyata secara medis, kampanye, maupun dalam bentuk kebijakan.

Sharing is caring!

(Visited 77 times, 1 visits today)