Keren! Usia Sudah Kepala 8, Dua Nenek Ini Masih Aktif Jadi Kader Posyandu

Keren! Usia Sudah Kepala 8, Dua Nenek Ini Masih Aktif Jadi Kader Posyandu
Meski usia sudah tak muda, mereka berdua masih aktif sebagai Kader Posyandu. Tak jarang harus berjalan kaki 10 km lebih dari rumah menuju tempat posyandu.
Nurmalasari

Nurmalasari

Project Officer Research & Development Division at CISDI
Outreach & Partnership Kesmas-ID
Bio Lengkap Cek IG @nurmalasari.pn
Nurmalasari

Di samping kanan kiriku ini, berdiri dua sosok wanita tangguh. Wanita tangguh yang usianya sudah tidak muda lagi. Jika dihitung kira-kira sudah >85 tahun.

Tahukah siapa mereka?

Mereka berdua adalah Kader Kesehatan. Tidak hanya Kader Posyandu namun juga menjadi Kader Kesehatan Lingkungan di Dusun Betumonga Timur, Desa Betumonga, Kecamatan Saumanganyak, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

BACA JUGA:  Kader Kesehatan Tomohon Dibekali Program P4K

Sudah bukan menjadi cerita baru lagi jika Mentawai merupakan salah satu daerah yang masih tergolong DTPK (Daerah Terpencil, Pedalaman, dan Kepulauan) dan DBK (Daerah Bermasalah Kesehatan). Rupa menonjol dari alamnya adalah medan yang masih susah sekali untuk dijamah. Bahkan sekedar akses jalan mulus pun gak semua titik ada. Babat alas adalah salah satu cara untuk bisa mengakses jalan dari satu dusun ke dusun lainnya.

Dengan alam yang kadang tak ramah itu, mereka menghabiskan masa tuanya untuk melayani masyarakat di setiap sudut dusun yang daerahnya jauh sekali di dalam Pulau Pagai Utara. Bahkan mereka tak jarang harus berjalan kaki 10 km lebih dari rumahnya menuju tempat posyandu.

BACA JUGA:  21 Kader Posyandu Ikuti Pelatihan Kader Kelas Ibu Balita PKM Butuh

Di usia yang tidak lagi muda, mereka melakukan itu semua.

Tidakkah kita malu?

Kepada segala pelayanan yang diabdikan dan pengabdian yang diberikan? Jika kita sebagai tenaga kesehatan yang masih diberikan usia muda dengan tubuh masih kuat bugar tidak mau berbuat lebih seperti mereka?

Tidakkah kita malu?

Saat kita tidak mau turun pelayanan jika tidak ada transportasi tersedia lantaran akses yang jauh. Tidak mau turun pelayanan jika tidak ada uang jalan. Tidak mau turun pelayanan jika tidak ada dana operasional untuk programnya. Atau berjuta alasan lainnya.

Tahu tidak? Insentif sebagai kader tidak rutin turun setiap bulan seperti gaji kita. Bahkan pada beberapa daerah, kader benar-benar melayani tanpa ada penghargaan atas jasa-jasanya.

BACA JUGA:  Lomba Penyuluhan Kader Kesehatan Tingkat Kab. Hulu Sungai Utara

Tidakkah kita malu?

Copot saja gelar sebagai tenaga kesehatan jika hati kita tidak tergerak untuk berbuat lebih dengan alasan-alasan tadi.
_

Ini bukan tentang menyalahkan siapa-siapa terlebih tenaga kesehatan.

Ini hanyalah cara saya, cara untuk merawat dan melaksanakan sumpah yang saya angkat saat saya dikukuhkan sebagai tenaga kesehatan. Karena saya juga tenaga kesehatan.

#30HBC #30haribercerita #refleksidiri #pencerahnusantara #pencerahmentawai #sayapencerah

Sharing is caring!

(Visited 142 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *