Kisah Remaja Pejuang Kesehatan dari Batas Samudera, Mentawai

Kisah Remaja Pejuang Kesehatan dari Batas Samudera, Mentawai
Yorimarlika Samaloisa: Remaja Pejuang Kesehatan dari Batas Samudera, Mentawai. Penerima Anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia Tingkat SMP Tahun 2015.
Nurmalasari

Nurmalasari

Project Officer Research & Development Division at CISDI
Outreach & Partnership Kesmas-ID
Bio Lengkap Cek IG @nurmalasari.pn
Nurmalasari

Banyak cara menyampaikan rasa cinta terhadap Tanah Air Indonesia. Yorimarlika Samaloisa, contohnya. Salah satu Putra Bangsa Terbaik dari Kabupaten Kepulauan Mentawai ini, sejak kecil aktif organisir teman-teman sebayanya untuk memperjuangkan kesehatan masyarakat khususnya anak dan remaja hingga mendapatkan penghargaan prestisius dari Presiden RI melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai Tunas Muda Pemimpin Indonesia Tahun 2015.

Aktif Organisir Anak-Anak Mentawai 

Penampilan Yori, panggilan akrabnya, tampak tenang. Dari gaya bicaranya, remaja yang kala itu masih berstatus siswa kelas IX di SMPN 1 Pagai Utara Selatan, tampak cerdas. Remaja 15 tahun ini sangat fasih dalam menjelaskan segala sesuatu terkait hak-hak anak, upaya perlindungan anak, permasalahan anak, kesehatan reproduksi remaja, dan sebagainya. Maklum saja, anak sulung dari pasangan Pendeta Bilmar Samaloisa dan Paina Berliani Tambunan ini, sudah aktif di forum anak sejak duduk di bangku SMP.

Berturut-turut pada tahun 2007 dan 2010, Kabupaten Kepulauan Mentawai ditimpa gempa dan tsunami. Bencana ini melululantahkan sebagian besar pemukiman warga tak terkecuali Kecamatan Sikakap, kampung Yori. Tentu saja, bukan hanya menimbulkan dampak pada lingkungan fisik saja, lebih dari itu. Psikologis anak-anak Mentawai terguncang. Bagi mereka, bencana tersebut sukses merampas kehidupan mereka bahkan menjadi akhir dari masa depan mereka. NGO (Non-Government Organization) Yayasan Cipta Fondasi Komunitas (CFK) dan Rebbana Indonesia beserta Tim Pencerah Nusantara dari Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs dan Puskesmas Sikakap sepakat membentuk “Sahabat Remaja Mentawai”.

Di awal pembentukannya, komunitas yang biasa disingkat SRM ini merekrut beberapa siswa SMP dan SMA untuk dijadikan konselor terhadap teman-teman sebayanya. Dari beberapa tahap seleksi yang terbilang ketat, Yori yang saat itu duduk di kelas VII, terpilih menjadi salah seorang anggota Sahabat Remaja Mentawai Batch 1. Dia bertugas sebagai Koordinator Tingkat SMP.

Sederet kegiatan ditekuni oleh Yori dengan sungguh-sungguh. Mulai dari mempromosikan hak anak-hak anak, perlindungan anak perempuan dari kasus kekerasan seksual dan kehamilan tidak diinginkan (KTD), dan lainnya.

Sebagai seorang Konselor Sebaya, Yori aktif blusukan ke sekolah-sekolah, perkumpulan remaja gereja, dan karang taruna mengkampanyekan bahaya rokok, narkoba, dan HIV AIDS pada teman-teman sebayanya. Agar dapat diterima dan tepat sasaran, mau tidak mau Yori dan Sahabat Remaja Mentawai lainnya harus memutar otak, membuat program yang kreatif.

Pertemuan Mingguan Sahabat Remaja Mentawai
Pertemuan Rutin Mingguan Sahabat Remaja Mentawai di Pastoran Sikakap

Tidak mudah memang menjadi Konselor Sebaya. Cibiran, dianggap sok tahu, dan tudingan miring kerap dialamatkan kepadanya. Pernah suatu kali ketika dia bersama rekannya melakukan penyuluhan rokok dan kesehatan reproduksi, aksinya malah menjadi bahan olok-olokan, “Ah tahu apa kamu. Kamu anak kecil belum bisa apa-apa, sudah mengajak kami,” ungkap Yori sambil menirukan cemoohan orang-orang di kampungnya.

Olok-olokan tersebut tidak lantas membuat berputus asa bahkan berhenti berbuat. Justru semakin memotivasinya untuk gencar memberikan promosi kesehatan membantu Puskesmas Sikakap. Di luar jam sekolah, dia aktif mengajak teman-temannya bergabung dalam forum-forum diskusi, “Melalui pertemuan di forum-forum tersebut, setidaknya bisa mengurangi kegiatan mereka yang kurang bermanfaat, seperti nongkrong di jalan atau di pantai”, imbuh Yori ketika diliput oleh Crew Net.TV dalam Acara Lentera Indonesia.

Kegiatan Sahabat Remaja Mentawai sebenarnya sempat vakum di tengah-tengah perjalannya. Menurut Yori, hal tersebut disebabkan karena keterbatasan alat transportasi dan dana penunjang untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang telah disusun. Untungnya kevakuman itu tidak berlangsung lama setelah Yori dan Sahabat Remaja Mentawai menyampaikan permasalahan ini dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa atau lebih dikenal Musrenbang di Kantor Camat Sikakap. Yori dan Sahabat Remaja Mentawai lainnya dapat kembali bekerja mengedukasi remaja-remaja Mentawai.

Perjuangan Menembus Batas Keyakinan

Keikutsertaan Yori dalam event bergengsi tingkat nasional ini berawal dari rekomendasi Team Leader Pencerah Nusantara, Nurmalasari, setelah berdiskusi dengan Muharman dari Ruang Anak Dunia Foundation di Kelas Inspirasi yang dihelat oleh Sahabat Remaja Mentawai.

Selain itu, Pria Paruh Baya yang akrab dipanggil Imoe tersebut, menilai Yori memenuhi semua kriteria yang dipersyaratkan dalam Ajang Pemilihan Tunas Muda Pemimpin Indonesia mewakili Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hal ini dilihatnya saat Yori mempresentasikan kegiatan Sahabat Remaja Mentawai dalam Forum Pokja P2TP2A (Pelaksana Tugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) di Kecamatan Sikakap.

Kompetisi yang dihelat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini ditujukan kepada siswa tingkat SD hingga Mahasiswa yang berkontribusi dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya. Perwakilan setiap kabupaten diminta mengirimkan karya tulis yang menceritakan tentang jejak kontribusi dan bukti pendukungnya melalui Kantor Pos.

Setelah seminggu pengiriman berkas, Panitia Pemilihan Tunas Muda Pemimpin Indonesia menghubungi Yori untuk wawancara selama kurang lebih 1 jam. Selama wawancara via phone berlangsung, Yori ditanya tentang berbagai permasalahan anak di Mentawai khususnya Kecamatan Sikakap seperti perilaku merokok, kehamilan tidak diinginkan, bahaya narkoba, dan lainnya. Yori pun bisa menjawabnya secara lugas.

Tiga hari setelah itu, diumumkanlah nama-nama Peraih Penghargaan Tunas Muda Pemimpin Indonesia. Bersama 19 anak yang tergabung dalam Forum Anak Perwakilan Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat, Yori terbang ke Bogor untuk mengikuti Forum Anak Nasional di Instana Kepresidenan dan menerima penghargaan. Dia bersama perwakilan anak dari seluruh Indonesia berada di Bogor selama 5 hari mulai dari tanggal 8 hingga 12 Agustus 2015. Selama di karantina, semua peserta mengikuti berbagai kegiatan salah satunya sharing permasalahan anak di daerah masing-masing dan best practices yang dilakukan.

Pada Penutupan Acara Forum Anak Nasional yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Yori sebagai Peraih Penghargaan Tunas Muda Pemimpin Indonesia Kategori SMP menerima Piagam, Piala, dan Beasiswa Pembinaan Kegiatan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise.

“Pesan dari Ibu Menteri adalah agar kami bisa menjadi motor penggerak untuk anak-anak di wilayah kami masing-masing. Aku sendiri berjanji akan terus mensosialisasikan hak anak terutama hak kesehatan ke setiap pelosok Kabupaten Kepulauan Mentawai. Paling tidak mereka mengerti masalah anak itu apa, kebutuhan anak itu apa, hak-hak anak yang selama ini tidak mereka dapatkan bagaimana. Intinya, bagaimana anak-anak mendapatkan tempat yang lebih layak di Mentawai, karena anak-anak adalah masa depan dan itu sebuah kepastian”, ujarnya.

Anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia Tingkat SMP Tahun 2015
Piala dan Piagam Penghargaan sebagai Penerima Anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia Tingkat SMP Tahun 2015

Sharing is caring!

(Visited 181 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *