Lagi Persiapan Akreditasi? Ahayyy…Puskesmas Kalian Masuk Tipe Yang Mana Nih?

Lagi Persiapan Akreditasi Ahayyy...Puskesmas Kalian Masuk Tipe Yang Mana Nih
Seringkali, perencanaan di Puskesmas tidak berjalan mulus. Berikut ini tipe Puskesmas berdasarkan gaya perencanaan yang dilakukan:

Untuk mewujudkan pelayanan yang baik, Puskesmas dituntut menyelenggarakan pelayanan harus berdasarkan kebutuhan dan harapan masyarakat yang tertuang kedalam perencanaan tingkat Puskesmas. Sekaligus menyesuaikan dengan sumber daya yang ada di Puskesmas.

Seringkali, perencanaan di Puskesmas tidak berjalan mulus. Berikut ini tipe Puskesmas berdasarkan gaya perencanaan yang dilakukan:

1. Puskesmas Tipe Copas

Puskesmas tipe ini cenderung meng-copy paste perencanaan tahun sebelumnya.

Hal ini terjadi salah satunya karena faktor SDM yang kurang mumpuni dalam perencanaan. Sehingga yang terjadi yaitu menggunakan perencanaan di tahun-tahun sebelumnya. Ini terkesan “yang penting diselesaikan dan disetor ke Dinas Kesehatan, tanpa melihat kualitas perencanaan.

Faktor lainnya yang melatarbelakangi hal ini yaitu “Kepala Puskesmas Centered”. Tipe Kepala Puskesmas yang mengendalikan segalanya tak bisa dipungkiri itu masih ada, bahkan urusan perencanaan pun Kepala Puskesmas mengambil alih. Hasilnya bisa saja kurang tepat sasaran, atau bisa juga karena faktor trust/ kepercayaan internal terhadap Kepala Puskesmas.

Selain itu, perencanaan Puskesmas model copas ini terjadi juga karena kurangnya pembinaan Dinas Kesehatan dalam memverifikasi perencanaan di Puskesmas. Ini menjadi hambatan tersendiri di lapangan.

BACA JUGA:  Raih Akreditasi Paripurna, Puskesmas Tanru Tedong “Banjir” Kunjungan

2. Puskesmas Tipe Asal Susun

Disini pegawai Puskesmas telah melaksanakan proses penyusunan perencanaan lima tahunan, RUK dan RPK melalui rapat/ lokakarya perencanaan. Namun, hanya sekedar menyusun perencanaan dengan menerima usulan dari programmer, tanpa melalui proses identifikasi dan analisis masalah.

Hal ini terjadi dikarenakan Tim Perencanaan Tingkat Puskesmas belum dibentuk. Tugas tim ini cukup vital karena mengkoordinir segala perencanaan tingkat Puskesmas.

Puskesmas Tipe Asal Susun ini, programernya tidak saling berkoordinasi dan tidak saling terintegrasi satu sama lain dalam hal perencanaan. Sehingga perencanaan tingkat Puskesmas tidak efektif dan efisien, bahkan tidak melibatkan masyarakat sama sekali dalam peencanaan. Yang terjadi adalah program yang ada tidak sesuai dengan kondisi di lapangan bahkan kurang menyelesaikan permasalahan yang ada.

3. Puskesmas Betulan

Puskesmas yang sudah menyelenggarakan perencanaan tingkat Puskesmas yang betul-betul sesuai dengan permasalahan kesehatan, kebutuhan dan harapan masyarakat di wilayah kerjanya.

Puskesmas ini berhasil menangkap jenis pelayanan atau program apa yang mesti direncanakan untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang ada (evidance based).

Puskesmas mampu mengidentifikasi masalah, kemudian memprioritaskan, mencari akan masalahnya. Menyusun alternatif pemecahan masalahnya bersama-sama lintas program, bahkan melibatkan masyarakat dalam perencanaan melalui Survei Mawas diri, Musyawarah Masyarakat Desa, Pertemuan Lintas sektoral, transect walk dan lain sebagainya.

Perencanaan seperti ini yang diharapkan terselenggara di tingkat Puskesmas agar program yang disusun memang bersifat buttom up dan top down. Masyarakat pun diajak menjadi subjek/pelaku dan terlibat dalam pembangunan bukan lagi sebagai objek pembangunan kesehatan itu sendiri.

BACA JUGA:  Puskesmas Bambalamotu: Terus Berbenah, Optimalkan Pelayanan Kesehatan Untuk Masyarakat!

Pusat kesehatan masyarakat atau lebih dikenal dengan sebutan PUSKESMAS merupakan ujung tombak kesehatan yang bertanggung jawab mewujudkan menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya serta mewujudkan masyarakat sehat level kecamatan melalui prinsip-prinsip berupa paradigma sehat, pertanggungjawaban wilayah, kemandirian masyarakat, pemerataan, teknologi tepat guna, keterpaduan dan kesinambungan.

Hal ini sesuai dengan amanah Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 75 Tahun 2014.

Salah satu poin penting dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah oleh Puskesmas adalah adanya Perencanaan (P1).

Luaran perencanaan puskesmas ini dapat berupa Renstra 5 tahunan, RUK Puskesmas, RKA, RPK Puskesmas dan harus disinkronkan dengan pendanaan di PKM, baik itu JKN, BOK, Jampersal maupun Dana Desa atau sumber lainnya (baik itu perencanaan kegiatan upaya kesehatan masyarakat, upaya kesehatan perorangan maupun manajerial).

Namun, prakteknya di lapangan masih sering ditemui kendala dalam perencanaan, diantaranya:

1. Manusia

Pertama, Bendahara dan pegawai Puskesmas lainnya belum memahami tentang prosedur perencanaan di Puskesmas dengan baik.

Kedua, Kepala Puskesmas kurang mengkontrol dalam hal perencanaan atau bahkan bisa jadi mengambil alih peran Bendahara.

2. Lingkungan

Komunikasi antara Bendahara dan pegawai lainnya kurang harmonis. Hasilnya, perencanaan tidak berdasarkan buttom up atau tidak sesuai dengan kebutuhan dan harapan yang telah digali oleh pengelola program dan unit terkait di Puskesmas.

3. Metode

Pertama, Puskesmas belum menjalankan perencanaan sesuai dengan prosedur perencanaan yang distandarkan (baca Permenkes 44 Tahun 2018 atau lihat Pedoman Manajemen Puskesmas Dengan Pendekatan Keluarga).

BACA JUGA:  Belajar Akreditasi Puskesmas, Bab VIII,  Tentang Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK)

Kedua, tidak adanya TRANSPARANSI dalam pengelolaan keuangan, sehingga berkurangnya rasa percaya antar sesama pegawai Puskesmas.

Ketiga, lokmin tidak memfasilitasi perencanaan kegiatan bulanan.

Nah, 5 point berikut ini perlu kalian ketahui supaya kualitas perencanaan Puskesmas kalian bisa diperbaiki:

  1. Puskesmas harus berkomitment untuk TRANSPARANSI dalam pengelolaan keuangan dan harus proaktif memperbaiki tahapan perencanaan sesuai dengan prosedural.
  2. Bentuk Tim Perencanaan Tingkat Puskesmas (terdiri dari Bendahara dan Penanggung Jawab Upaya serta Pelaksana Kegiatan) yang bertugas “mengkoordinir” Perencanaan Puskesmas.
  3. Perencanaan di Puskesmas haruslah melalui tahapan yang sesuai prosedur. Adapun proses perencanaan ditingkat Puskesmas yaitu:
    • Puskesmas menyusun jenis kegiatan dan pelayanan berdasarkan kebutuhan dan harapan masyarakat dan juga capaian yang ada di Puskesmas. Proses untuk mendapatkan data tersebut diantaranya melalui pendataan keluarga sehat, survei SMD, hasil MMD, forum-forum masyarakat atau lintas sektor, data-data epidemiologi, capaian kinerja, dan data-data lainnya di Puskesmas.
    • Mengidentifikasi masalah kesehatan dan potensi pemecahannya
    • Melakukan prioritas masalah kesehatan
    • Membuat rumusan masalah
    • Mencari penyebab masalah kesehatan
    • Menetapkan cara pemecahan masalah
    • Memasukkan pemecahan masalah ke dalam rencana usulan kegiatan
    • Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan
  4. Perlu penguatan dalam Pelaksanaan dan Penggerakkan (P2), Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian (P3).
  5. Perkuat implementasi PERMENKES NO 44 Tahun 2016 dan Manajemen Puskesmas dengan Pendekatan Keluarga Sehat.

Ahayyy…Puskesmas kalian jadi masuk tipe yang mana nih?

Sharing is caring!

(Visited 1,047 times, 1 visits today)

1 thought on “Lagi Persiapan Akreditasi? Ahayyy…Puskesmas Kalian Masuk Tipe Yang Mana Nih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *