Layanan Kesehatan Ramah Remaja, AKAR INAHA
Remaja memerlukan pelayanan yang khusus disesuaikan dengan kebutuhan remaja yang unik. Berikut ini 3 Kunci Layanan Kesehatan Ramah Remaja Bisa Optimal!

AKAR-INAHA

Asosiasi Kesehatan Remaja Indonesia (AKAR Indonesia) - Indonesian Adolescent Health Association (INAHA)
AKAR-INAHA

Penulis: Dr. Fransisca Handy, SpA

Tempo hari menanggapi usulan salah seorang kawan untuk saling share seputar kesehatan remaja, mumpung ada waktu senggang menunggui klinik remaja, silahkan disimak, ini adalah teori ideal sebuah klinik ramah remaja yang saya pahami, kritik dan saran sangat diterima (kolom komentar).


Remaja memerlukan pelayanan medis yang khusus disesuaikan dengan kebutuhan remaja yang unik; yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan transisi antara masa anak ke dewasa dimana terjadi pubertas yang memberi perubahan fisik, psikis dan sosial serta perkembangan maturasi otak yang unik. Penghargaan terhadap otonomi dan kemandirian remaja perlu dilakukan sambil tetap memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan remaja.

Tujuan pelayanan kesehatan: memberi pelayanan kesehatan paripurna sesuai definisi sehat menurut WHO “a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of diseases or infirmity”.

Pelayanan kesehatan remaja intinya adalah sebuah upaya dari sistem layanan kesehatan hadir buat kehidupan remaja kita dan memberdayakan remaja untuk mampu melindungi dan merawat tubuh dan hidupnya.

BACA JUGA:  Ini Rahasia Program Tasikmalaya Health School for Teenager Bisa Terus Eksis!

Layanan kesehatan remaja perlu dapat menjawab kebutuhan akan kesehatan fisik, psikologis dan sosial; karena perubahan yang terjadi pada remaja di ketiga aspek ini akan berdampak pada kesehatan, kesejahteraan dan masa depannya. Kesehatan masa remaja akan berdampak pada masa remaja, masa dewasanya kelak dan pada generasi yang akan dilahirkannya nanti.

Menurut WHO, pelayanan kesehatan remaja harus mampu melakukan:

  • Pelayanan medis
  • Pelayanan skrining dan pencegahan masalah fisik n mental
  • Meningkatkan literasi kesehatan dan komitmen hidup sehat
  • Meningkatkan ketangguhan (resilience) – kemampuan melindungi diri dari risiko yang membahayakan kesehatan dan kesejahteraannya dan
  • Pengelolaah perilaku berisiko; perilaku berisiko ini antara lain terkait penggunaan zat psikoaktif, perilaku merokok, aktivitas seksual berisiko, perilaku kekerasan, risiko cidera dan risiko terkait kesehatan jiwa
BACA JUGA:  Lewat 13 Slide Ini, Kamu Bakal Tahu Apa itu Kesehatan Reproduksi Remaja!

Untuk pelayanan medis dan skrining masalah fisik mencakup:

  • Pelayanan akan keluhan yang membuat remaja datang berobat
  • Skrining masalah gizi dan perawakan (tinggi badan), pola makan dan aktivitas fisik,
  • Pemerksaan kelengkapan IMUNISASI sesuai usia remaja,
  • Skrining penyakit kronis seperti hipertensi, anemia dan penyakit metabolik
  • Kesehatan reproduksi

Untuk aspek kesehatan psikis dan sosial pelayanan kesehatan ramah remaja melakukan skrining psikososial (dengan tehnik anamnesis yang sesuai untuk remaja) yang mencoba mencari faktor risiko yang dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan remaja.

Remaja dengan penyakit kronis seperti asma, epilepsi, talasemia, diabetes tipe 1 dan sebagainya, serta remaja dengan disabilitas memilki risiko lebih besar untuk mengalami turbulensi di masa remaja yang akan berdampak pada kesehatan fisik, psikis dan sosialnya.

Untuk remaja dengan penyakit kronis dan diabilitas, maka pelayanan kesehatan remaja akan memberi layanan transisi yang menyiapkan remaja untuk dapat memahami situasi kesehatanya dan menjadi advokat untuk dirinya sendiri untuk siap menghadapi perubahan dalam hidupnya dan kelak menghadapi layanan kesehatan dewasa.

Klinik Ramah Remaja

Di klinik remaja, dokter/ petugas kesehatan akan memberi kesempatan remaja untuk konsultasi sendirian tanpa pendampingan; peran orang tua tetap penting, tapi remaja diberi kesempatan untuk dapat lebih terbuka pada dokter, diberi kesempatan untuk memiliki otonomi dan tanggunga jawab atas kesehatannya.

BACA JUGA:  Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Di klinik remaja, remaja akan diberi kesempatan untuk memahami permasalahannya dan membuat rencana untuk kesehatannya. Klinik remaja juga akan mengupayakan keterlibatan keluarga dan orang tua secara positif dan optimal sedapat yang dapat diupayakan tergantung pada tingkat fungsional keluarga/ orangtua.

Berdasarkan WHO, layanan ramah remaja harus bersifat accessible (mudah dijangkau secara jarak, administrasi dan biaya), acceptable (dapat diterima, menjamin kerahasiaan medis, aman dalam aspek normal dan kultur) serta dan appropriate (ditangani secara professional oleh tenaga kesehatan terlatih).

Sebuah layanan kesehatan primer dapat menyediakan layanan ramah remaja sepanjang terdapat dukungan manajerial yang sesuai sehingga terdapat sistem administrasi yang ramah remaja, panduan untuk menjalankan layanan tersebut dan staf yang terlatih untuk melakukan konseling komprehensif pada remaja.


Foto: UNICEF Indonesia

Sharing is caring!

(Visited 331 times, 1 visits today)