Lewat 13 Slide Ini, Kamu Bakal Tahu Apa itu Kesehatan Reproduksi Remaja!

Kesehatan Reproduk Remaja, Deni Frayoga
Pengen tahu soal kesehatan reproduksi remaja? Coba deh kamu baca 13 slide berikut ini. So pasti kamu bakal lebih tau apa itu kesehatan reproduksi remaja.
Deni Frayoga, S.KM

Deni Frayoga, S.KM

Team Leader Pencerah Nusantara Mamuju Utara
UPTD Kesehatan Randomayang
Trans Sulawesi Street, Bambalamotu Village, North of Mamuju District, West Sulawesi, Indonesia
Deni Frayoga, S.KM

DEFINISI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

Yaitu kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.

Definisi kesehatan reproduksi menurut hasil ICPD 1994 di Kairo adalah keadaan sempurna fisik, mental dan kesejahteraan sosial dan tidak semata-mata ketiadaan penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan fungsi dan proses.

Pengertian kesehatan reproduksi menurut WHO (World Health Organizations) adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman (Nugroho, 2010).

Menurut konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan, 1994 Kesehatan Reproduksi adalah Keadaan sejahteravfisik, mental dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi, peran & sistem reproduksi (BKKBN, 2010)

Kesehatan reproduksi menurut Depkes RI adalah: suatu keadaan sehat, secara menyeluruh mencakup fisik, mental dan kedudukan sosial yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi, dan pemikiran kesehatan reproduksi bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit, melainkan juga bagaimana seseorang dapat memiliki seksual yang aman dan memuaskan sebelum dan sudah menikah (Nugroho, 2010)

BACA JUGA:  Pencerah Nusantara Upgrade Pengetahuan Kader Posyandu Remaja SARABBA SMAN 1 Bambalamotu

Definisi kesehatan reproduksi yang ditetapkan dalam Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (International Conference on Population and Development/ ICPD) adalah kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan, tetapi dalam segala hal yang berhubungan dengan system reproduksi dan fungsi serta prosesprosesnya (Ns.Tarwoto,2010).


PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI ESENSIAL (PKRE)

  • Kesejahteraan Ibu dan Anak
  • Keluarga Berencana
  • Pencegahan dan penanganan ISR/PMS/HIV
  • Kesehatan Reproduksi Remaja

Pelayanan Kesehatan Reproduksi Komprehensif (PKRK): PKRE + Pelayanan dan Penanganan Masalah Usila


STRATEGI KESEHATAN REPRODUKSI

  • Komponen Kesejahteraan Ibu dan Anak: mengurangi kematian ibu → ANC, pelayanan persalinan dan nifas
  • Komponen Keluarga Berencana: untuk PUS → mengatur jumlah dan jarak kelahiran
  • Komponen Pencegahan dan Penanganan Infeksi Saluran Reproduksi (ISR): termasuk Penyakit Menular Seksual dan HIV/AIDS → klinik IMS
  • Komponen Kesehatan Reproduksi Remaja: program kesehatan untuk remaja
  • Komponen Usia Lanjut: ditekankan pada pencegahan komplikasi dan peningkatan kualitas hidup lansia

HAK REPRODUKSI

  • Hak mendapatkan informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi
  • Hak mendapatkan pelayanan dan perlindungan kesehatan reproduksi
  • Hak untuk kebebasan berfikir tentang kesehatan reproduksi
  • Hak untuk menentukan jumlah anak dan jarak kelahiran
  • Hak untuk hidup (hak untuk dilindungi dari kematian karena kehamilan dan proses melahirkan)
  • Hak atas kebebasan dan keamanan berkaitan dengan kehidupan reproduksi.
  • Hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk termasuk perlindungan dari perkosaan, kekerasan, penyiksaan dan pelecehan seksual.
  • Hak Mendapat manfaat dari kemajuan ilmu pengetahuan yang terkait dengan kesehatan reproduksi
  • Hak atas kerahasian pribadi dengan kehidupan reproduksinya
  • Hak membangun dan merencanakan keluarga
  • Hak atas kebebasan berkumpul dan berpartisipasi dalam politik yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi
  • Hak untuk bebas dari segala bentuk diskriminasi dalam kehidupan berkeluarga dan kehidupan reproduksi.
BACA JUGA:  Berikut Ini Sejumlah Kesalahan yang Kerap Dilakukan Saat Menggunakan Kondom

DEFINISI REMAJA

  • Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) remaja adalah jika anak berusia 12 sampai 24 tahun.
  • Usia remaja menurut UU perlindungan anak No 23 tahun 2002 adalah 10 – 18 tahun.
  • Pada buku-buku pediatri, pada umumnya mendefinisikan remaja adalah bila seorang anak telah mencapai umur 10 – 18 tahun (untuk anak perempuan) dan 12 – 20 tahun (untuk  anak laki-laki)
  • Menurut UU No. 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak, remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah
  • Menurut UU Perburuhan, anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16 – 18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat untuk tinggal
  • Menurut UU Perkawinan No 1 tahun 1974, anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang untuk menikah, yaitu umur 16 tahun (untuk anak perempuan) dan 19 tahun (untuk anak laki-laki)
  • Menurut Diknas, anak dianggap remaja bila anak sudah berumur 18 tahun, yang sesuai dengan saat lulus Sekolah Menengah

TAHAPAN REMAJA

  • Masa remaja awal/dini (early adolescence): umur 11 – 13 tahun
  • Masa remaja pertengahan (middle adolescence)  : umur 14 – 16 tahun
  • Masa remaja lanjut (late adolescence) : umur 17 – 20 tahun

PERMASALAHAN PADA REMAJA

  • Remaja aktif seksual sebelum tercapai kematangan mental dan social
  • Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD)
  • Kondisi remaja yang tidak menunjang kehamilan sehat (anemia, kurang energy dan kalori, dsb)
  • Percobaan pengguguran kandungan (abortus) yang tidak aman oleh tenaga yang tidak terlatih
  • Terkena infeksi menular seksual (IMS)
  • Risiko berganti-ganti pasangan seksual
  • Risiko komplikasi kehamilan dan persalinan
  • Risiko melahirkan bayi berat lahir rendah dan kelainan lainnya
BACA JUGA:  THST (Tasikmalaya Health School for Teenager), Wajah Baru PMR SMAN 6 Tasikmalaya

SASARAN

  • Sasaran Utama : kelompok remaja berusia 10 – 19 tahun di sekolah maupun di luar sekolah
  • Sasaran sekunder : orang tua, keluarga yang mempunyai anak remaja, guru/pamong belajar, organisasi pemuda, pemimpin agama
  • Sasaran tertier : petugas kesehatan, petugas lintas sektoral, LSM, organisasi masyarakat

PENGETAHUAN DASAR

  • Pengenalan mengenai sistem, proses dan fungsi alat reproduksi (aspek tumbuh kembang remaja)
  • Mengapa remaja perlu mendewasakan usia kawin serta bagaimana merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginnannya dan pasanganya
  • Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS serta dampaknya terhadap kondisi kesehatan reproduksi
  • Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi
  • Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual
  • Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya
  • Mengambangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat kepercayaan diri agar mampu menangkal hal hal yang bersifat negatif
  • Hak-hak reproduksi

Five Life Transitions of Youth

  • Melanjutkan sekolah,
  • Mencari pekerjaan,
  • Memulai kehidupan berkeluarga,
  • Menjadi anggota masyarakat, dan
  • Mempraktekan hidup sehat.

TEGAR REMAJA

  • Menunda usia pernikahan,
  • Berperilaku sehat,
  • Terhindar dari resiko TRIAD-KRR (Seksualitas, HIV dan AIDS, dan Napza),
  • Bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera
  • Menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya.

 

Sharing is caring!

(Visited 445 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *