Lewat ASI, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Pecahkan Rekor MURI
Ini adalah pemantik, agar LKC Dompet Dhuafa dan seluruh stakeholder di wilayah Banten dan Kota Tangerang Selatan akan senantiasa sadar akan pentingnya ASI untuk generasi pelanjut di masa depan,” ujar Rohayani selaku Manajer Program LKC Dompet Dhuafa Banten.

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Banten berhasil memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk edukasi ASI kepada remaja se-Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Penghargaan ini diberikan oleh MURI kepada LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) Dompet Dhuafa di Kantor MURI, bilangan Kelapa Gading Rabu (3/7) kemarin. Pemberian ini dihadiri oleh Rohayani selaku Manajer Program LKC Dompet Dhuafa Banten.

BACA JUGA:  Produksi Asi Terhambat? 5 Faktor Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Penghargaan itu diberikan kepada LKC Dompet Dhuafa atas kegiatan edukasi ASI kepada 4017 pelajar SLTA dan 22 sekolah sederajat SLTA se-Kota Tangsel mulai dari 8-20 Agustus 2018 kemarin. Penghargaan ini juga diberikan setelah melakukan proses seleksi dan verifikasi dari pihak MURI.

“Esensi dari kegiatan ini bukanlah pemecahan rekor MURI melainkan edukasi tentang ASI kepada remaja khususnya pelajar SLTA sederajat se-Kota Tangsel yang diharapkan dapat mempengaruhi peningkatan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di masa mendatang,” tutur Rohayani dalam rilisan persnya.

Edukasi ini berlangsung selama 9 hari yaitu pada tanggal 8-11, 13-16 serta 20 Agustus 2018 dan melibatkan 5 tenaga Konselor Laktasi yang sudah tersertifikasi (ahli dibidangnya). Kegiatan yang diikuti ribuan pelajar SLTA sederajat se-Kota Tangsel ini mengusung Tema “Pentingnya ASI bagi Tumbuh Kembang Bayi dan Balita”.

BACA JUGA:  Dompet Dhuafa: Indonesia Belum Ramah untuk Kesehatan Perempuan

Alasan pemilihan pelajar SLTA sederajat dipilih lanjut Rohayani disebabkan karena usia remaja seperti mereka biasanya sangat jarang atau bahkan tidak pernah terpapar informasi tentang ASI, di sebagian kalangan hal ini juga masih dianggap “tabu” untuk diperbincangkan terlebih lagi kepada remaja laki-laki.

“Ini adalah upaya kami untuk memberikan kesadaran kepada calon bapak dan ibu, agar mereka sadar pentingnya ASI,” lanjut Rohayani.

Meskipun kegiatan ini berhasil tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori Edukasi Laktasi kepada Pelajar Terbanyak se- Indonesia, akan tetapi Rohayani mengatakan ini bukan merupakan akhir dari perjalanan LKC Dompet Dhuafa untuk terus mengedukasi pentingnya ASI untuk para remaja.

BACA JUGA:  Mudahkan Akses Layanan Kesehatan Warga, Rumah Baca Bintang Gandeng Dompet Dhuafa Sumsel

“Penghargaan MURI ini adalah pemantik, agar LKC Dompet Dhuafa dan seluruh stakeholder di wilayah Banten dan Kota Tangerang Selatan akan senantiasa sadar akan pentingnya ASI untuk generasi pelanjut di masa depan,” tutupnya.

Sharing is caring!

(Visited 125 times, 1 visits today)