Libatkan 44 Dusun, Srandakan Komitmen Jadi Wilayah Bebas Jentik
Jum’at (13/10), bertepatan di Balai Desa Poncosari, Srandakan masyarakat berkumpul untuk  Gerakan Community Deal Bebas Jentik
Spread the love

Jum’at (13/10), bertepatan di Balai Desa Poncosari, Srandakan masyarakat berkumpul untuk  Gerakan Community Deal Bebas Jentik, sekaligus launching kegiatan inovasi “Kentong Lemut” dan Posyandu Remaja “DUMADAK”. Kegiatan yang diawali dengan senam bersama pada pukul 07.00 WIB yang dilanjutkan dengan PSN serentak ini merupakan wujud komitmen masyarakat Srandakan mewujudkan daerah bebas jentik dengan melibatkan 44 Dusun di Kecamatan Srandakan.

BACA JUGA:  Perjuangan Kader Jumantik, Sering Diusir saat Inspeksi

“Community deal bebas jentik dilatar belakangi rendahnya ABJ (Angka Bebas Jentik: red) di wilayah kecamatan srandakan dan banyaknya kasus DBD pada periode musim hujan di setiap tahunnya,” terang dr Anugrah Wiendyasari. M.Sc Plt Kepala Puskesmas Srandakan.

Trend DBD di Kabupaten Bantul mengalami penurunan tercatat dari awal Tahun 2017 hingga Agustus ada 451 kasus  sedangkan pada tahun 2016 terdapat 2.442 kasus.

“Kasus DBD memang dipengaruhi beberapa faktor salah satunya adalah cuaca hujan, namun kita tidak bisa menyalahkan alam namun butuh kesadaran masyarakat untuk melakukan pemberantasan nyamuk serta hidup bersih dan sehat,” ujar dr Pramudi D. M.Kes Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul.

BACA JUGA:  Puskesmas Karang Dapo Launching Posyandu Remaja

dr Pram juga mengungkapkan Dinas Kesehatan maupun Puskesmas selalu mendorong masyarakat untuk bekerjasama melakukan pemberantasan sarang nyamuk karena tindakan preventif terhadap DBD perlu kerja sama dengan semua elemen masyarakat untuk selalu memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar.

dr. Anugrah mengungkapkan Kegiatan “kentong Lemut” menjadi gerakan masyarakat cukup efektif. Pasalnya kegiatan yang di lakukan pertama kali dilaksanakan pada  September 2017 di Dusun Wonotingal dapat meningkatkan ABJ, yang sebelum dilaksanakan data ABJ 82% namun setelah dilaksanakan menjadi 86%.

“Kami berharap kegiatan ini dapat direplikasi di dusun-dusun lain, dimana setiap hari Jum’at pada pukul 09.00 Pak RT memukul kentongan yang ada di setiap pos ronda. Maka warga serentak melakukan gerakan 3M dan pada sore harinya remaja melakukan PSN,” terang dr Anugrah.
Bukan hanya itu pada hari itu juga dilakukan launching Posyandu Remaja DUMADAK (PosyanDu ReMaja SranDAKan). Dumadak merupakan kegiatan posyandu remaja yang telah dilaksanakan di dusun celan, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat direplikasikan di dusun-dusun lainnya di Srandakan.

BACA JUGA:  DBD Penyakit Terabaikan, Begini Penjelasan Pakar

“Sejak Juni 2017 pelatihan secara bertahap di 5 dusun yaitu Pengahan, Puron,  Gunung Seren Kidul, Besole, dan Talkondo. Dan dari lima dusun yang sudah terlaksana di Puron,” tambah dr Anugrah.

Sharing is caring!

(Visited 170 times, 1 visits today)