LKC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Ambulance Gawat Darurat
LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) melaksanakan Pelatihan Ambulance Gawat Darurat (AGD) pada31 Juli 2019 di Aula Multazam Gedung Islamic Centre Bekasi.

Mengakhiri bulan Juli ini, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) telah melangsungkan Pelatihan Ambulance Gawat Darurat (AGD) pada Selasa 31 Juli 2019 di Aula Multazam Gedung Islamic Centre Bekasi.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk kesiapsiagaan dalam situasi kegawat daruratan dan kebencanaan,” tutur Faisal selaku ketua panitia kegiatan ini.

Lanjutnya, dia menuturkan bahwa kegiatan ini adalah upaya untuk menciptakan kesiapsiagaan bencana, untuk mengurangi risiko dan dampak dari bencana. Salah satunya dia sebutkan adalah korban terkait lambat atau salahnya penanganan medis.

BACA JUGA:  Bijak Menggunakan Dana Desa, 10 Desa Ini Membeli Mobil Ambulans untuk Membantu Warga

“Acap kali dalam kebencanaan atau misalnya paling simpel kecelakaan, masyarakat yang membantu tidak paham prosedural apa yang harus dilakukan sebelum medis ataupun paramedis sampai ke lokasi. Akibatnya yang paling parah ya kematian,” tutur perawat yang kerap turun ke kebencanaan ini.

Selain itu dia menuturkan bahwa kegiatan ini merespon kemungkinan banyaknya bencana di tahun 2019 serta tingginya angka kecelekaan lalu lintas di Indonesia.

BNPB sendiri merilis bahwa akan ada 2.277 bencana yang terjadi selama 2019. Pun Polri merilis bahwa sepanjang 2018, setiap harinya 80 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas.

“Para peserta ini minimal bisa mengetahui apa yang harus dilakukan saat mendapati pasien atau korban di kebencanaan atau kecelakaan,” lanjut Faisal.

Sebanyak 37 peserta mengikuti pelatihan ini dengan peserta dari berbagai instansi diantaranya Baznas, PSC 119 Kab Bekasi Kemenkes, Cahaya Foundation, serta beberapa mahasiswa, perawat, dokter, dan terjauh datang dari daerah Bandung, Jawa Barat.

BACA JUGA:  27 Unit Ambulance Dibeli Dengan Dana Desa di Pasuruan

LKC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan AGD

Pemateri pertama, oleh M. N. Awaluddin A., M. Kesos (Direktur Disaster Management/DMC Dompet Dhuafa), menyampaikan tentang sejarah DMC, respon-respon yang dilakukan DMC saat tanggap darurat dan pasca bencana, dan sekilas tentang Komunitas Ayo Tolong.

Pemateri kedua oleh Eka Wulan Cahyasari, SKM. MSi, dari Divisi Kesehatan dan Sosial Markas Palang Merah Indonesia (PMI), menyampaikan tentang Pelayanan Ambulance. Pelayan Ambulance dibagi menjadi tiga, yaitu ambulance transportasi, ambulance gawat darurat, dan mobil jenazah. Dari ketiga pelayanan ambulance tersebut memiliki spesifikasi mobil yang berbeda.

Pemateri ketiga oleh Akhmad Furqonudin, S. Kep., Ners dari Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) menyampaikan tentang Evakuasi dan Transportasi Ambulans. Proses evakuasi dan transportasi merupakan bagian tidak terpisahkan dalam penanganan korban. Salah penanganan bisa berakibat fatal bagi korban maupun penolong. Maka, saat sesuatu terjadi, lima hal yang harus dipertimbangkan, diantaranya situasi, kondisi korban, kemampuan mengangkat, teknik, dan alat yang tersedia. Lima pertimbangan ini disimulasikan dalam pelatihan AGD.

BACA JUGA:  LKC Dompet Dhuafa Berdayakan Lansia Lewat Pelatihan Kader Kesehatan

Pemateri keempat oleh dr. Asturi Putri, MARS dari Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) menyampaikan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD). Tidak hanya tim kesehatan yang harus mengetahui Bantuan Hidup Dasar, masyarakat awam pun harus tau. BHD adalah usaha untuk menyelamatkan nyawa korban yang mengalami henti jantung dan henti nafas. Maka, jika hal ini terjadi disekitar anda, apa yang harus dilakukan. Dalam pelatihan AGD ini disampaikan step by step mengatasi hal tersebut.

Peserta pelatihan Ambulance Gawat Darurat LKC Dompet Dhuafa

Sharing is caring!

(Visited 22 times, 1 visits today)