Lumajang Jadi Pilot Project Imunisasi MR, Sempat Rangking Terbawah Sejatim Lho!

Sabtu 30 September 2017, Lumajang justru meraih posisi puncak dengan capaian cakupan memenuhi target Nasional sekitar 99,97 persen.

Setelah Kabupaten Lumajang meraih rangking terbawah dari 38 Kab/kota se Jawa Timur dalam cakupan imunisasi MR (Measles Rubella) sepuluh hari lalu secara mengejutkan, dihari terakhir, kemarin Sabtu tanggal 30 September 2017, Lumajang justru meraih posisi puncak dengan capaian cakupan memenuhi target Nasional sekitar 99,97 persen.

Bupati Lumajang, Drs. As’at Malik merasa senang atas capaian cakupan imuniasi MR di Lumajang yang sudah melampaui target nasional. Meski demikian, Bupati mengatakan, pemerataan tersebut belum terlaksana karena ada berbagai hambatan di lapangan.

“Kendala di lapangan misalnya, proyeksinya terlalu tinggi, kemungkinan anak bersekolah di tempat lain (di luar kota-red). Dan hingga Sabtu tanggal 30 September kemarin masih ada anak yang sakit,” kata Bupati, Senin (02/10).

Sebelumnya, Kabupaten Lumajang sempat keteteran lantaran cakupan imunisasi MR belum memenuhi target nasional sehingga membuat pusing Bupati Lumajang.

Selanjutnya, untuk memenuhi capaian tersebut, Bupati Lumajang melayangkan surat perintah untuk percepatan capaian cakupan imunisasi MR kepada Camat, Kepala Puskesmas, Kepala UPT Dinas Pendidikan.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan yakni dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Termasuk tenaga dokter spesialis anak RSUD dr. Haryoto untuk turun gunung ke Sekolah dan ke Pondok Pesantren yang cakupannya rendah.

“Alhamdullah tanggal 30 September, Kita sukses mengejar ketwrlambatan sehingga bisa meraih cakupan ditas target nasional,” bangga Bupati Lumajang.

Menurut Bupati, di Lumajang ada sekitar 217 ribu anak yang harus disuntik imunisasi MR. Dari jumlah tersebut sekitar 1.136 anak yang belum disuntik.

“Kita diberi waktu dua Minggu untuk menyelesaikan cakupan yang kurang. Muda-mudahn sebelum dua minggu bisa diselesaikan. Itupun dua minggu belum selesai, anak yang tidak mau disuntik tidak bsa dipaksa,” terangnya.

Sementara itu, Perwakilan dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) untuk Indonesia yang berkantor di Surabaya, Muhammad Reazul Hasan mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang sehingga bisa memenuhi target Nasional capukan Imunisasi MR

“Sempat terkendala Lumajang, Tapi alhamdulillah Lumajang dapat menyelesaikan. Sekarang Lumajang terbaik di seluruh Jawa dan menjadi Pilot Project,” ungkap Hasan saat menyampaikan pendapat dalam jumpa pers di Kantor Pemkab Lumajang.

Sumber jatimtimes.com

Yuk Share Postingan Ini:
Kesmas.ID
Kesmas.ID
Articles: 671

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *