Mahasiswa Kesmas STIKes Sebelas April Sumedang
Kamis, tanggal 11 Juli 2019, kami mahasiswa STIKes Sebelas April Sumedang mengadakan acara seminar dengan judul Public Health 4.0 : A New Way of Life? Begini keseruan acaranya!

Ulya Zahrah

Mahasiswa jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, STIKes Sebelas April Sumedang
Ulya Zahrah

Kamis, tanggal 11 Juli 2019, kami mahasiswa STIKes Sebelas April Sumedang mengadakan acara seminar dengan judul Public Health 4.0 : A New Way of Life? Acara ini merupakan salah satu output dari mata kuliah Seminar Pengembangan Kesmas.

Sebagai narasumber, saya pribadi Ulya Zahrah, Mahasiswi STIKes Sebelas April Sumedang Semester 8 yang juga Sahabat Jago Preventif. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa juga civitas kampus STIKes Sebelas April Sumedang.

Dari judulnya saja kita bisa mengetahui bahwa inti dari seminar kali ini adalah bagaimana kita sebagai seorang ahli kesehatan masyarakat bisa menghadapi tantangan dari zaman yang semakin maju khususnya di era Revolusi Industri 4.0.

Revolusi Industri 4.0 mempunyai sejarah yang sangat panjang sebelum era tersebut lahir. Mulai dari Revolusi Industri 1.0 yang terjadi di abad ke 18, yang ditandai dengan ditemukannya mesin uap. Selanjutnya RevolusiI ndustri 2.0 yang terjadi di akhir abad ke 19 dan di awal abad ke 20, atau sering disebut jugadengan Revolusi Teknologi. Yang ditandai dengan ditemukanny alistrik oleh para ilmuan, sehingga produksi masal terjadi.

Adapun kemunculan teknologi digital dan internet yang menjadi tanda bahwa Revolusi Industri 3.0 sudah mulai terjadi, yaitu sekitar abad ke 20 akhir. Hingga sampailah kita ke Revolusi Industri 4.0.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Revolusi Industri 4.0 mempunyai komponen-komponen penopang yang tidak bisa kita tolak kedatangannya. Komponen tersebut seperti artificial intelligence/ kecerdasan buatan, IoT, blockchain, big data, dll. Yang menyebabkan memudarnya batas diantara fisik, digital dan biologis. Dan disaat yang bersamaan Indonesia akan mengalami yang namanya Bonus Demografi, dimana pada saat itu usia produktif di Indonesia mencapai 70% dari total populasi penduduk.

Tantangan yang akan kita hadapi adalah pada era Revolusi Industri 4.0 ini memiliki dampak yaitu banyaknya lapangan pekerjaan yang akan tergantikan oleh kecerdasan buatan atau robot, bahkan jumlahnya ditaksir mencapai 800 juta lapangan pekerjaan. Sementara dengan adanya bonus demografi, Indonesia akan mempunyai tenaga kerja yang berlimpah.

Lalu bagaimana kita sebagai ahli kesehatan masyarakat? Apakah kita akan tergantikan oleh robot? Dengan banyaknya usia produktif apakah kita akan tersisihkan? Adakah keterampilan atau kemampuan khusus yang harus kita miliki agar kita bisa survive di era Revolusi Industri 4.0 dan siap menghadapi bonus demografi?

Dalam seminar kali ini kami membahas bagaimana cara agar kita bisa survive di era Revolusi Industri 4.0 dan siap menghadapi bonus demografi yaitu dengan adanya suatu Platform Digital Kesehatan Masyarakat yang dicetuskan oleh komunitas Jago Preventif. Platform Digital Kesehatan Masyarakat ini terdiri dari : 1. Skills, 2. Knowledge, 3. Identity, 4. Social Responsibility, 5. Networking. This is a new way for Public Health 4.0.

Tanggapan dari Bapak DR. Uu Sunarya, S.IP., S.Kep., M.Kes selaku Pembantu Ketua I mengenai seminar kali ini, meski tema seminar agak berat tentang industri 4.0, namun pada pelaksanaannya mahasiswa sudah mampu melaksanakannya dengan baik, dan berharap agar angkatan selanjutnya bisa lebih baik lagi dalam penyelangaraan event seperti ini.

Panitia Seminar Kesehatan STIKes Sebelas April Sumedang

Sharing is caring!

(Visited 291 times, 1 visits today)