Mahasiswa Kesmas STIKKU Turut Dilibatkan Dalam Program BELKAGA

Mahasiswa Kesmas STIKKU Turut Dilibatkan Dalam Program BELKAGA

Kuningan – Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) merupakan bulan dimana setiap penduduk di Kabupaten/ Kota yang tinggal di daerah endemis penyakit Kaki Gajah di seluruh wilayah Indonesia, secara serentak minum obat pencegahan penyakit kaki gajah. Program ini dilaksanakan setiap Oktober, pada periode 2015 – 2020.

Kegiatan minum obat ini disebut Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis. BELKAGA merupakan langkah akselerasi untuk mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah tahun 2020. Tahun ini, sebanyak 150 Kabupaten/Kota secara serentak akan melaksanakan kegiatan POPM. Salah satunya adalah Kota Kuningan.

Mahasiswa tingkat 2 Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan bersama-sama dengan Puskesmas Nusaherang membantu POPM Filariasis selama 7 hari dari tanggal 4 – 11 Oktober 2018 memberikan obat ke beberapa desa yang ada di Kuningan, diantaranya desa Nusaherang, Cikadu, Jambar, Windusari, Haurkuning, Kertawirama, Ketayuga, dan Ciasih.

Puskesmas Nusaherang membantu POPM Filariasis

Obat pencegah penyakit kaki gajah yang diberikan pada POPM berasal dari Puskesmas Nusaherang terdiri dari kombinasi tablet Diethylcarbamazine (DEC) 100 mg, dan tablet Albendazole 400 mg. Adapun dosisnya untuk usia 2-5 tahun adalah 1 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole, usia 6-14 tahun mendapat 2 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole, serta bagi yang berusia di atas 14 tahun mendapat 3 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole.

Masyarakat yang berusia antara 2 tahun s.d 70 tahun, dan yang tinggal di daerah endemis wajib minum obat pencegah penyakit kaki gajah tersebut sekali setahun, selama minimal lima tahun berturut-turut.

Sementara itu, yang diperbolehkan untuk tidak minum obat pencegah kaki gajah adalah: Anak yang berusia <2 tahun, ibu hamil, penderita gagal ginjal/cuci darah, penderita epilepsy atau anak berusia 6 tahun dengan riwayat sering kejang, penderita kanker, penderita sakit berat yang harus berbaring di tempat tidur, mengalami demam tinggi, batuk darah, anak dengan gizi buruk dan penderita penyakit kaki gajah klinis kronis yang sedang mengalami serangan akut.

Pemberian Albendazole pada POPM Filariasis mempunyai manfaat ganda, yaitu selain dapat mematikan atau memandulkan cacing filaria dewasa, juga dapat mematikan cacing perut seperti cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk dan cacing kremi.

Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis

Dengan demikian, masyarakat yang minum obat pencegah penyakit kaki gajah akan memperoleh 2 manfaat sekaligus, yakni melindungi dirinya dari risiko terkena penyakit kaki gajah, dan kecacingan.

Dengan turut sertanya mahasiswa membantu program BELKAGA ini tentu sangat menambah wawasan serta pengalaman mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan mampu mengasah kemampuan para mahasiswa Kesmas STIKes Kuningan terutama dalam bidang Promosi Kesehatan.


Penulis : Ega Chaniago

Editor : Aura Aulia Salsabila


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Topik Populer


Akreditasi Puskesmas BPJS Kesehatan Dana Desa DBD Dinkes Kab Enrekang Dinkes Kab Indramayu FKM UI FKM Unand FKM Undip FKM Unhas Germas Gizi Buruk Hipertensi Imunisasi Imunisasi MR Kemenkes Kemenkes RI Kesehatan Lingkungan Kesehatan Masyarakat Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi Mahasiswa Kesmas Nusantara Sehat PBL Pencerah Nusantara Pengabdian Masyarakat Penyakit Tidak Menular Penyuluhan Kesehatan PHBS Posyandu Posyandu Remaja Prodi Kesehatan Masyarakat Prodi Kesmas Promkes Promosi Kesehatan Puskesmas Puskesmas Krangkeng Seminar Kesehatan Seminar Nasional STBM STIKes Kuningan Stunting TBC Tenaga Kesehatan Tuberkulosis