Selasa, 15 Mei 2018, Mahasiswa dan Dosen Promkes UNNES mengadakan pelatihan kader Posbindu PTM di Desa Kalikayen, Kecamatan ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan upaya preventif dan promotif kesehatan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan Posbindu PTM merupakan kegiatan milik masyarakat yang dilaksanakan sepenuhnya dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Namun saat ini program Posbindu PTM masih belum bisa dijalankan secara maksimal di masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya jumlah kader yang terlatih.

BACA JUGA:  Wujudkan Desa Sehat, Puskesmas Sanur Kunjungi Rumah Warga Layani Pasien PTM

Untuk itu, Selasa, 15 Mei 2018, Mahasiswa dan Dosen Promkes UNNES mengadakan pelatihan kader Posbindu PTM di Desa Kalikayen, Kecamatan ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Desa tersebut dipilih karena memang disana belum ada kader Posbindu PTM terlatih padahal angka kejadian PTM (Diabetes Melitus, Hipertensi, dan PJPD) di desa tersebut cukup tinggi. Alasan lainnya dikarenakan Desa Kalikayen merupakan Desa Binaan Laboratorium Lapangan Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat UNNES.

Kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh 25 kader Posbindu. Turut hadir pula, Bapak Sofwan Indarjo, S.K.M., M.Kes, Bapak Efa Nugroho, S.K.M. M.Kes, dan Ibu Bertakalswa Hermawati, S.Psi, M.Psi sebagai perwakilan dari UNNES serta Ibu Kudung Restanti, S.ST sebagai perwakilan dari Puskesmas Kalongan.

BACA JUGA:  Dinkes Kota Medan Launching Posbindu PTM Bagi Pelajar di Sekolah

Kegiatan pelatihan meliputi teknik penggalian informasi faktor risiko dengan wawancara sederhana tentang riwayat PTM, kegiatan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar perut, analisis lemak tubuh, dan tekanan darah, serta tata cara pendataan, pelaporan, dan rujukan.

Kegiatan tersebut dapat mengasah kemampuan mahasiswa dalam bidang pemberdayaan masyarakat serta menambah pengalaman lapangan. Mahasiswa harus dapat membuat masyarakat menjadi lebih peduli dengan kesehatan dan sadar bahwa kesehatan adalah suatu investasi.

Peran mahasiswa kesehatan juga tidak terlepas dari pengontrolan permasalahan kesehatan, pengkritikan kebijakan pemerintah di bidang kesehatan dan tentu saja pemberian solusi dan rekomendasi bagi pemerintah yang tujuannya adalah untuk perbaikan kesehatan rakyat Indonesia.

BACA JUGA:  Cegah Kanker Payudara dan Kanker Serviks, Ibu-Ibu Ini Antusias Ikuti Posbindu PTM

Setelah kegiatan pelatihan, mahasiswa akan melakukan pendampingan pada kegiatan Posbindu selama 3 bulan kedepan. Harapannya setelah kegiatan tersebut untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM.

Sharing is caring!

(Visited 474 times, 1 visits today)