You are here
Home > Inspirasi Kesmas > Mahasiswa Unila Cetuskan Obat Pembasmi Malaria

Mahasiswa Unila Cetuskan Obat Pembasmi Malaria

Mahasiswa Unila Cetuskan Obat Pembasmi Malaria

MALARIA masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian. Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit (Plasmodium sp) yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah (eritrosit) manusia ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles sp) betina, dapat menyerang semua orang, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan umur dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Parasit ini ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

Berbagai upaya preventif maupun kuratif telah dicoba untuk mengurangi angka kejadian malaria. Namun, upaya tersebut kurang efektif karena pelaksanaannya yang tidak sistematis dan konsisten. Hal tersebut diperparah dengan sanitasi lingkungan yang buruk, kurangnya penggunaan kelambu saat tidur dan pemberantasan jentik nyamuk, serta meningkatnya kecenderungan masyarakat yang merasa bosan terhadap metode preventif dan kuratif yang monoton. Hal ini dapat menyebabkan antusiasme masyarakat jadi semakin berkurang.

Oleh karena itu, lima mahasiswa Universitas Lampung mencari solusi yang tepat dengan menciptakan sebuah program cerdas sebagai solusi optimalisasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan eradikasi atau pemusnahan malaria yang kini masih menjadi masalah kesehatan khususnya di Indonesia.

Angga Hendro Priyono, Muhammad Yogi Maryadi, Achmad Agus Purwanto, Rizky Arif Prasetyo, dan Isma Fadlilatus Sa’diyah di bawah bimbingan Dyah Wulan SRW, merupakan lima mahasiswa yang mencetuskan program Bom Passion (Bank for Malaria Eradication: Program Cerdas Berbasis Five Level Prevention) sebagai solusi optimalisasi pemberdayaan masyarakat dalam eradikasi malaria.

Program ini terdiri dari pembentukan agen Bank for Malaria Eradication (BOM), pelatihan, simulasi, sharing, dan evaluasi seputar penyakit malaria sebagai media pembelajaran dan praktik yang efektif bagi masyarakat yang tergabung dalam anggota serta penjalanan program BOM dengan menerapkan prinsip lima level prevention, antara lain health promotion, general and specific protection, early diagnosis and prompt treatment, disability limitation, dan rehabilitation.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk mengikuti pengenalan dan pendekatan materi mengenai malaria. Selanjutnya, kami memilih 30 dari seluruh masyarakat yang mampu dan berkenan menjadi anggota BOM, termasuk warga yang direkomendasikan kepala desa. Dalam kegiatan ini, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran sebagai instansi yang menaungi kesehatan di Kabupaten Pesawaran,” kata Angga Hendro Proyono selaku ketua tim PKM-M Universitas Lampung.

Dalam aplikasinya, juga dilakukan pelatihan dan pendalaman program deposit bank, pemakaian dan penggunaan kelambu, budi daya ikan nila, dan pelatihan skill pembuatan apusan darah tepi.

Selain itu, diharapkan dari program ini bisa membentuk kader masyarakat yang mampu melakukan eradikasi malaria, menurunkan angka kejadian malaria, dan bisa menjadi inspirasi wilayah dengan endemis malaria untuk manjalankan program BOM Passion demi terciptanya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Sharing is caring!

(Visited 62 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Top