You are here
Home > Berita Kesehatan > Masuk Daerah Pelosok, Kades di Majalengka Ini Bangun Polindes Megah Dari Dana Desa

Masuk Daerah Pelosok, Kades di Majalengka Ini Bangun Polindes Megah Dari Dana Desa

Masuk Daerah Pelosok, Kades di Majalengka Ini Bangun Polindes Megah Dari Dana Desa

Sharing is caring!

Berkat dukungan dan partispasi aktif dari seluruh warga, Desa Gununglarang, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, berhasil melaksanakan berbagai pembangunan fisik. Baik pembangunan yang bersumber dari swadaya masyarakat maupun dari bantuan pemerintah. Seperti ditunjukkan warga Dusun Cisaar Desa Gununglarang, yang membangun masjid megah dari hasil swadaya murni masyarakat.

BACA JUGA:  Bijak Menggunakan Dana Desa, 10 Desa Ini Membeli Mobil Ambulans untuk Membantu Warga

Untuk mengimbangi pembangunan masjid megah itu, Pemdes Gununglarang juga merampungkan pembangunan gedung polindes megah dua lantai yang bersumber dari bantuan dana desa tahun anggaran 2017. Polindes Gununglarang termegah di Kecamatan Bantarujeg, bahkan mungkin di Kabupaten Majalengka.

Kepala Desa Gununglarang Koko Rudianto SE mengatakan, pembangunan gedung polindes dalam rangka upaya menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang jauh dari Puskesmas Bantarujeg. Polindes juga sekaligus sebagai upaya percepatan pembangunan di Gununglarang.

Lantai bawah Polindes digunakan sebagai tempat pelayanan kesehatan sedangkan lantai atas untuk rumah bidan desa. Sehingga bidan desa akan merasa nyaman atau betah ketika menempati tempat yang telah disediakan.

“Polindes juga untuk memberi kemudahan dan meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan kepada masyarakat di daerah pelosok. Belum ada jembatan permanen sehingga akses transportasi dari desa menuju pusat Kecamatan Bantarujeg atau Puskesmas Bantarujeg terganggu,” terang Koko.

BACA JUGA:  Komisi IX Usulkan Sebagian Dana Desa Dialokasikan untuk Kesehatan

Akses transportasi yang terhambat sangat menyulitkan bagi warga desa Gununglarang yang ingin berobat ke Puskesmas Bantarujeg, khususnya ketika hendakmenggunakan kendaraan roda empat. Selama puluhan tahun hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua atau jalan kaki untuk ke pusat Kecamatan Bantarujeg.

Sumber radarcirebon.com

Sharing is caring!

(Visited 2,704 times, 4 visits today)

Leave a Reply

Top