Masyarakat Jakarta Mungkin Lebih Sehat Seandainya Jakarta Lebaran Tiap Hari

Coba lihat foto diatas! Kalo yang aku pelajarin, anak Kesmas pasti tahu deh, mungkin ini yang namanya Triple burden. Tau kan apa itu Triple Burden? Yang gak tau biar aku jelasin, yang lupa boleh kita belajar lagi sama-sama.

BACA JUGA:  Seminar Nasional Environmental Health Go Public 2018 (ENERGIC 2018)

Triple Burden itu istilah yang dipakai dalam ilmu epidemiologi mas, mbak, om, tante, atau bahasa umumnya beban ganda atau berlebih. Indonesia termasuk salah satu negara yang menanggung beban berlebih.

Kenapa bisa disebut beban berlebih? Karena urusan penyakit menular belum beres, penyakit tidak menular trend-nya meningkat, untuk masalah penyakit menular dan tidak menular belum beres, lingkunganya juga ngikut mulai nggak beres.

Efek rumah kaca yang semakin meningkat, pencemaran dimana-dimana, masih dijumpai beberapa kawasan industri yang belum memperdulikan lingkungan sekitar, pengelolaan hasil limbah tidak sesuai SOP. Akhirnya pencemaran kemana mana, ke udara, air dll.

Sehingga akumulasi dampak bisa terjadi perubahan iklim, perubahan iklim mempengaruhi perubahan ekosistem, ekosistem mempengaruhi perkembangan” breeding place baru untuk pertumbahan vektor-vektor penyakit.

BACA JUGA:  Ini Peran Epidemiologi yang Perlu Mahasiswa Kesmas Tahu

Kenapa situasi udara di Jakarta sebelum dan pasca lebaran berbeda? Mengingat Jakarta salah satu kota metropolitan, dimana volume kendaraan baik roda dua dan empat lumayan banyak, sehingga kalau kita akumulasi dampak asap dari kendaraan yang berjuta-juta tiap hari nya tidak menutup kemungkinan asap dari kendaraan ini akan naik berkumpul di atas udara dan terjadinya pencemaran udara.

Mengingat Jakarta juga salah satu daerah yang minim ruang terbuka hijau, sehingga sulit untuk terjadinya netralisasi, ditambah lagi aktivitas kawasan-kawasan industrinya, rokok, dll, dan ini memang bukan masalah baru, sudah klasik.

Masalah kesehatan yang agak sulit untuk dikendalikan, mungkin beberapa intervensi yang bisa dilakukan untuk memperkecil bahaya paparan pencemaran udara di Jakarta seperti pakai masker, itu yang paling mudah, untuk personal . Dan kalau masalah pencemaran lingkungan, sudah menjadi isu kesehatan global sebenarnya.

BACA JUGA:  Triad Kearifan Lokal Wajah Penulisan Ilmiah Kesehatan

Harapan saya, kepada pemangku kebijakan seandainya jika masih ada kawasan hijau di Jakarta, ada baiknya dilestarikan, atau lebih diluaskan. Segera mengimplementasikan kawasan tanpa rokok di lingkungan DKI Jakarta walaupun tidak mudah.

Terakhir, semoga ada kebijakan yang mendukung program-program bidang kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Sharing is caring!

(Visited 104 times, 1 visits today)