Mau Lokmin di Puskesmas-mu Jadi Excellent Lakukan 7 Hal Ini!
"Lokmin lagi-lokmin lagi" ... atau ""Lokminnya kurang greget". Sering kaya gini? Pengen Lokmin Puskesmasmu Jadi Excellent? Lakukan 7 Hal Ini!

Hasirun, SKM.,M.Epid

Praktisi Kesehatan
Founder Cita Center
FETP Universitas Airlangga
Hasirun, SKM.,M.Epid

Lokakarya mini Puskesmas internal maupun lintas sektor merupakan wadah untuk menggerakkan pelayanan di dalam maupun di luar gedung, serta pengawasan dan pengendalian kegiatan di Puskesmas. Di Lokmin ini juga perencanaan kegiatan harus terarah.

Prakternya, banyak Puskesmas yang menjalankan lokmin baik bulanan maupun lintas sektor yang berkualitas. Namun, tidak sedikit pula Puskesmas yang melaksanakan lokmin hanya menggugurkan kewajiban agar alokasi anggaran terserap. Atau, lokmin dijalankan tidak rutin setiap bulan atau triwulan dan tidak berkualitas.

Berikut ini hal penting bagaimana agar Lokmin Puskesmas anda berjalan lancar dan berkualitas:

  1. Biasakan melakukan Pre Lokmin

Sebelum Lokmin diselenggarakan, Puskesmas harus melaksanakan pre lokmin terlebih dahulu. Pre lokmin ini menjadi wadah untuk mempersiapkan lokmin nantinya.

Terkadang, programer atau unit belum siap mempresentasikan hasil capaian dan RTLnya saat lokmin, tidak membuat jadwal untuk bulan depannya, tidak menyetor kegiatan harian, tidak menyetor bukti komunikasi serta bukti umpan balik dari sasaran atau pasien.

Untuk menghindari hal tersebut, Puskesmas bisa melakukan rapat pre lokmin baik ADMEN, UKM dan UKP yang dipimpin langsung oleh setiap penanggung jawab upaya. Ini bertujuan mengontrol kesiapan unit maupun pemegang program agar siap saat Lokmin dilaksanakan.

  1. Lokmin adalah wadah untuk menunjukkan eksistensi, Integritas, akuntabilitas petugas
BACA JUGA:  Camat Masaran Apresiasi Kegiatan Lokmin Linsek Bidang Kesehatan Bersama Puskesmas Masaran II

Buang jauh-jauh pemikiran “lokmin lagi-lokmin lagi” karena hal itu menimbulkan rasa tak bersemangat menyambut lokmin. Alhasil, lokmin pun menjadi kegiatan dengan momok yang “ingin cepat-cepat berlalu”. Jika masih ada yang ber-mindset seperti ini, segeralah sadar. Lokmin itu sangat vital.

Jadikan lokmin sebagai salah satu wadah sharing dan bertukar pikiran, tempat menjaring ide-ide, tempat mempertanggungjawabkan kegiatan dan cakupan yang sudah dilakukan sebagai wujud akuntabilitas petugas. Disitulah ajang untuk mengasah diri menjadi programmer yang siap di kritik dan memberi masukan dengan baik demi pelayanan yang semakin optimal di Puskesmas.

  1. Membentuk panitia persiapan

Adakalanya dalam melaksanakan lokmin hal yang sering terlupakan adalah sarana prasarana yang belum siap. Misalnya, kabel speaker tidak ada, spanduk belum ada, mikrofon tanpa baterai, susunan acara tidak ada dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu sangat penting untuk diatur oleh panitia penanggung jawab Lokmin secara bergantian. Hal ini berlaku pada rapat-rapat lainnya di Puskesmas. Pembagian peran harus jelas, siapa seksi acara dan dokumentasi, seksi konsumsi, seksi perlengkapan misalnya. Persiapan harus dipastikan telah selesai minimal satu hari sebelum hari Lokmin.

  1. Diseminasikan hasil lokmin dan buat target
BACA JUGA:  Camat Masaran Apresiasi Kegiatan Lokmin Linsek Bidang Kesehatan Bersama Puskesmas Masaran II

Apakah pegawai Puskesmas anda memiliki mindset bahwa “Lokminnya kurang greget” atau “keputusan yang diambil pun akan ngambang akhirnya”. Inilah efek jika lokmin tidak dijadikan wadah untuk pengawasan dan pengendalian dengan sebenar-benarnya. Kesannya jadi biasa-biasa saja.

Hal yang harus dilakukan adalah saat lokmin tentukan target kegiatan di bulan tersebut bukan hanya target dari segi hasil tetapi juga target prosesnya, siapa PJ-nya, apa peran pelaksana, apa langkah-langkah prosesnga dan lain sebagainya. Ini harus tercatat di notulensi lokmin secara detail.

Tidak lupa untuk mendiseminasikan notulen tersebut ke tiap upaya di Puskesmas, sebagai alarm bahwa mereka mempunyai target dan kesepakatan saat lokmin yang harus dijalankan dan dipertanggung jawabkan saat lokmin berikutnya.

  1. Kepala Puskesmas harus mengfollow up keputusan di Lokmin

Kepala Puskesmas sebagai sentral kebijakan dan manajemen di Puskesmas sudah seharusnya bersikap ketat menjalankan pengarahan, pengawasan dan pengendalian. Hal ini bertujuan agar keputusan saat lokmin benar-benar dijalankan dan segera mengambil tindakan preventif bila mendapat kegiatan yang tidak optimal dijalankan.

  1. Lokmin harus terdokumentasi dengan baik

Hal penting lainnya yang tidak boleh diabaikan saat lokmin adalah dokumentasi. Lokmin merupakan bukti penting bahwa puskesmas telah menjalankan fungsi manajemen, komunikasi internal, pengarahan, serta monitoring dan evaluasi. Terlebih lagi saat proses akreditasi, Puskesmas sangat memerlukan dokumentasi dari lokmin ini.

BACA JUGA:  Camat Masaran Apresiasi Kegiatan Lokmin Linsek Bidang Kesehatan Bersama Puskesmas Masaran II

Puskesmas banyak yang tidak memperhatikan bukti-bukti pelaksanannya berupa DAUN yaitu Dokumentasi, Absensi, Undangan dan Notulen. Khususnya notulen, sering sekali dibuat tanpa melihat kualitas isi notulen. Buatlah notulen sedetail mungkin apa yang menjadi pembahasan di lokmin tersebut.

  1. Temukan Local Hero, Ajak Pro Aktif Saat Linsek

Untuk Lokmin lintas sektor, temukan dan ajak local hero yang bisa mempengaruhi tokoh masyarakat lainnya agar mau terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan bersama Puskesmas dengan potensi yang dimiliki oleh tiap-tiap tokoh masyarakat.

Lakukan briefing terlebih dahulu sebelum pelaksanaan lokmin lintas sektor. Agar saat dinamika kelompok, lokal hero ini bisa membantu dalam mengajak tokoh masyarakat untuk mendukung program kesehatan di wilayahnya secara pro aktif. Karena tidak dipungkiri, masih ada juga lintas sektor yang tergolong apatis dengan permasalahan kesehatan di wilayahnya. Sehingga diskusi pun tidak efektif dan efesien.

Untuk menyiasati hal tersebut, pastikan lintas sektor mendapatkan undangan dan mengetahui sejauh mana peran mereka serta output yang diharapkan untuk mengatasi permasalahan kesehatan ataupun faktor lain yang mempengaruhi status kesehatan di wilayahnya.

Seringlah melakukan pendekatan kepada lintas sektor agar Puskesmas mendapatkan trust dari tokoh masyarakat. Semua butuh proses untuk mengajak lintas sektor agar mau menjadi penggerak dan pendukung upaya kesehatan di masyarakat. Mulailah!! Agar itu tidak sekedar wacana.

 

Sharing is caring!

(Visited 2,109 times, 1 visits today)