Memanfaatkan Seni Sebagai Media Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak
Mengingat efek positif dan pentingnya seni, PKBI Kabupaten Rembang melakukan kegiatan pelatihan untuk memberdayakan remaja melalui seni dan kreativitas, sekaligus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang isu perkawinan anak, kehamilan remaja, dan sunat perempuan di Kabupaten Rembang.

Penelitian di Amerika dengan judul Arts Education and Positive Youth Development: Cognitive, Behavioral, and Social Outcomes of Adolescents who Study the Arts menunjukkan seberapa berpengaruh seni pada kognisi, perilaku, dan kehidupan sosial remaja. Seni memberikan pengaruh positif pada perkembangan remaja dibandingkan teman-temannya yang tidak mengikuti kegiatan seni.

Pada jaman dulu, seni wayang memiliki fungsi dan peranan yang penting bagi perkembangan dan penyebaran agama Islam di Pulau Jawa, karena wayang merupakan kesenian kegemaran masyarakat ketika Pulau Jawa. Memberikan informasi melalui media seni atau budaya yang digemari masyarakat terbukti efektif.

Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak PKBI Rembang

Mengingat efek positif dan pentingnya seni, PKBI Kabupaten Rembang melakukan kegiatan pelatihan untuk memberdayakan remaja melalui seni dan kreativitas. Program ini sekaligus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang isu perkawinan anak, kehamilan remaja, dan sunat perempuan di Kabupaten Rembang.

Isu tersebut sangat sejalan dengan kondisi Kabupaten Rembang yang memiliki angka perkawinan anak yang masih cukup tinggi. Tahun, 2017 tercatat angka perkawinan anak dibawah 16 tahun sejumlah 53 orang, Tahun 2018 sejumlah 33 dan tahun 2019 sejumlah 131 (Data dari Pengadilan Agama). Penyebab perkawinan anak selain ekonomi hal terpenting adalah pemahaman yang kurang terkait dengan kesehatan reproduksi dan seksual.

Bupati Rembang, Hj. Hasiroh Hafidz

Hadir dalam kegiatan ini Ibu Bupati Rembang Hj. Hasiroh Hafidz yang membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan agar kegiatan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Selama kegiatan berlangsung harus memperhatikan protokol pencegahan covid-19. Cek suhu, cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, dan jaga daya tahan” pesan beliau dalam sambutannya.

Kegiatan ini dihadiri 20 pelaku seni perwakilan komunitas Seni Tari, Seni Lukis, Seni Musik, Hadroh, Stand Up Commedy, Doodle, Puisi, Drama, dan Fotografi. Pengemasan secara outdoor dan penggunaan berbagai metode pembelajaran membuat peserta antusias mengikuti kegiatan selama 3 hari mulai tanggal 21-23 Juni 2020 di Galeri Seni Gentong Miring.

Fasilitator kegiatan ini adalah Efa Nugroho, S.K.M., M.Kes dan Adelia Ismarizha, S.K.M., M.P.H yang memberikan pemahaman dasar mengenai kesehatan reproduksi, seksualitas, gender, serta menghubungkannya dengan isu perkawinan anak, kehamilan remaja, dan sunat perempuan.

Fasilitator Kegiatan Seni Media Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak

Kegiatan ditutup oleh dengan pertunjukan seni. Pertunjukan seni dimulai oleh Pak Chamin (Pemilik Sanggar Seni Gentong Miring) yang melukis tentang perkawinan anak. Kemudian dilanjutkan pertunjukan seni oleh peserta pelatihan.

Harapan dari kegiatan ini adalah para pelaku seni memiliki dasar pemahaman agar bisa menciptakan konten seni yang dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian tentang permasalahan perkawinan anak, kehamilan remaja, dan sunat perempuan.

Peserta Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak PKBI Rembang

Sharing is caring!

(Visited 107 times, 1 visits today)