You are here
Home > Inspirasi Kesmas > Mengintip Kegiatan Posyandu Remaja di Lereng Gunung Bromo

Mengintip Kegiatan Posyandu Remaja di Lereng Gunung Bromo

Mengintip Kegiatan Posyandu Remaja di Lereng Gunung Bromo

Gunung Bromo sebagai salah satu destinasi wisata populer di dalam maupun luar negeri menyimpan pesona alam yang elok dan sangat diminati bagi para wisatawan. Selain wisata alam, kita juga bisa menikmati wisata budaya, karena masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Bromo masih sangat menjunjung tinggi kearifan lokal daerahnya. Tak hanya itu, daerah Bromo juga menyimpan banyak potensi lokal berupa ide kreatif dari penduduknya yang mayoritas adalah Suku Tengger.

Pada akhir tahun 2014, sebuah organisasi remaja di lereng Gunung Bromo yang bertepatan di Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur yang bernama Laskar Pencerah, mencoba melakukan inovasi kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja seputar kesehatan reproduksi dan isu-isu kesehatan lainnya.

Kegiatan tersebut bernama Posyandu Remaja. Dalam melaksanakan kegiatannya, Laskar Pencerah dibantu dan didampingi oleh Puskesmas Kecamatan Tosari dan Pemerintah setempat.

Kegiatan Posyandu Remaja ini, dibuat semenarik dan senyaman mungkin untuk remaja. Oleh karena itu kader yang melaksanakan kegiatan Posyandu juga merupakan kader yang masih berusia remaja atau Kader Kesehatan Remaja.

BACA JUGA:  Tim Nusantara Sehat Puskesmas Wedomu Gelar Posyandu Remaja di Dusun Aitaman

Kegiatan Posyandu Remaja dilaksanakan hanya sebulan sekali sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah disepakati, dan sebagian besar Posyandu Remaja di Bromo memanfaatkan waktu sore sebagai waktu untuk pelaksanaan Posyandu Remaja.

Karena diwaktu itu remaja sudah selesai membantu orang tua ke ladang atau mengikuti kegiatan disekolah. Kegiatan Posyandu Remaja didesain dengan kegiatan yang “kekinian” akan tetapi tidak keluar dari tujuan utamanya yaitu memberikan informasi kesehatan kepada Remaja.

Seperti Posyandu pada umumnya, Posyandu Remaja di Lereng Bromo juga menggunakan sistem lima langkah.

Langkah pertama adalah pendaftaran atau registrasi, langkah kedua adalah pengukuran antropometri dan pengukuran tekanan darah. Langkah ketiga adalah pencatatan hasil pengukuran, langkah keempat adalah Pelayanan Kesehatan, seperti pelayanan konseling gizi, pemberian vitamin atau tablet penambah darah. Dan langkah terahir adalah komunikasi informasi dan edukasi atau KIE.

BACA JUGA:  Persiapkan Generasi Remaja Sehat, UPT Puskesmas Pulau Merbau Laksanakan Kegiatan Posyandu Remaja

pengukuran tinggi badan

Di langkah yang kelima inilah kader remaja memberikan informasi seputar kesehatan yang materinya sudah direncanakan disetiap awal tahun. Sebelum mulai KIE biasanya remaja melakukan kegiatan senam bersama

Agar tidak membosankan dan selalu diminati oleh remaja, kegiatan KIE dibuat dengan cara yang berbeda-beda setiap bulannya. Terkadang remaja memberikan informasi kesehatan dengan permainan ular tangga GenRe, terkadang dengan pemutaran Video, drama ataupun lagu yang berisi pesan kesehatan.

Karena Remaja di Lereng Gunung Bromo adalah remaja yang gemar dengan seni, maka penampilan drama yang berisi tentang pesan kesehatan menjadi hal yang sangat diminati. Termasuk lagu yang berisi pesan kesehatan. Sehingga penyampaian pesan informasi kesehatan jauh lebih mudah di terima oleh Remaja.

Sebagai selingan materi kadang remaja juga diajarkan untuk membuat ketrampilan seperti membuat kunci atau sablon kaos, sehingga harapannya dengan Posyandu Remaja ini selain memberikan informasi terkait kesehatan remaja juga dapat meningkatkan ketrampilan remaja.

BACA JUGA:  Libatkan 44 Dusun, Srandakan Komitmen Jadi Wilayah Bebas Jentik

Selain cara pemberian KIE yang beraneka cara, pengaturan ruang saat Posyandu Remaja juga sangat diperhatikan, seperti pengaturan tempat disetiap langkah, pengaturan tempat tunggu sebelum KIE dimulai dan pengaturan tempat untuk melaksanakan kegiatan KIE secara bersama-sama.

Khusus di tempat tunggu peserta, kader menyiapkan berbagai jenis buku bacaan, mulai dari novel sampai buku tentang kesehatan, penyediaan buku ini sangat bermanfaat bagi remaja, karena selain untuk mengisi waktu luang sebelum kegiatan KIE dapat menambah wawasan dan pengetahuan remaja dari buku yang mereka baca.

posyandu 5 langkah

Sharing is caring!

Siti Khumaidah, SKM

Siti Khumaidah, SKM

Alumni Pencerah Nusantara Batch III Tosari
Siti Khumaidah, SKM

Latest posts by Siti Khumaidah, SKM (see all)

(Visited 49 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Top