Milad Muhammadiyah, Kader Kampanye Peduli TBC di Jepara

Kader yang tergabung dalam komunitas TB - HIV Care Aisyiyah Jepara mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyakit tuberkulosis (TBC).

Jepara – Momen Milad Muhammadiyah ke-106 dimanfaatkan untuk kampanye peduli TBC. Kader yang tergabung dalam komunitas TB – HIV Care Aisyiyah Jepara mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). Acara ini berlangsung saat Jalan Sehat peringatan Milad Muhammadiyah k-106 di Kabupaten Jepara, Ahad 18 November 2018. Dengan membentangkan spanduk dan poster puluhan kader hanyut dalam kemeriahan acara, yang diikuti lebih dari 6.500 orang.

BACA JUGA:  Puskesmas Pelangiran Lakukan Penyuluhan TBC di Desa Wonosari

Kemeriahan jalan sehat ini sudah terasa sejak pukul 05.30. Peserta dari beberapa daerah di Kabupaten Jepara berbondong-bondong berpartisipasi mengikuti jalan sehat. Kompleks Masjid At-Taqwa pun penuh dengan warga Muhammadiyah dan masyarakat umum. Jalan sehat kali ini dimulai pukul 07.00 WIB. Pelepasan dilakukan oleh Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi. Rute jalan sehat kali dimulai dari kompleks Masjid At-Taqwa Jepara ke arah timur menuju Jalan HOS Cokroaminoto kemudian ke arah utara menuju Jalan Kartini dan finish kembali di Masjid At-Taqwa Jepara.

TB-HIV Care Aisyiyah Jepara

Acara ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, dihadiri Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi. Selain ucapakan selamat Milad kepada Muhammadiyah yang ke-106 dirinya berpesan untuk menjaga kebersamaan dan kesehatan “Kebersamaan yang utama agar jalan sehat ini menggembirakan dan menyehatkan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Percepatan Penanggulangan TB, SSR Aisyiyah TB HIV Care Audiensi Dengan Bupati Sragen

“Acara ini sangat meriah, banyak sekali pesertanya hal ini kami manfaatkan untuk sosialisasi kepedulian terhadap TBC” terang Eva, salah seorang kader TB Aisyiyah dari Batealit.

Kepedulian terhadap penyakit TBC dan HIV harus senantiasa digaungkan di masyarakat. Permasalahan stigma negatif kepada para pasien TB dan HIV malah menjadi penghambat kesembuhannya. Selain itu masih banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tata cara pencegahan dan pengobatan TBC. Kampanye dan sosialisasi terus menerus adalah upaya efektif untuk mewujudkan Indonesia bebas TB tahun 2035. (Arief)

Sharing is caring!

(Visited 30 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *