Minimizing The Impact of Covid-19 by using BCP Based on ISO 22301

Jakarta – Telah berlangsung Webinar Nasional Kesehatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta. Webinar ini mengusung tema “Minimizing the impact of Covid-19 by using Business Continuity Plan (BCP) based on ISO 22301: Surviving and Thriving”.

Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 04 Juli 2020 yang berlangsung pada pukul 07.30 – 10.30 WIB dengan menggunakan media zoom cloud meetings. Webinar Nasional ini dihadiri oleh kurang lebih 430 peserta yang berasal dari berbagai instansi dan berbagai daerah di Indonesia. Webinar ini menghadirkan Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., PhD (Guru Besar FKM UI dan Ketua Disaster Research and Response Center (DRRC) UI), Subkhan, ST. M.PSDA. (Senior Vice President (SVP) QHSE PT. Waskita) sebagai narasumber dan drg. Dihartawan, MKKK (Dosen FKM UMJ) sebagai moderator.

drg. Dihartawan, MKKK

Muhammad Alfarizi sebagai Ketua Pelaksana Webinar Nasional Kesehatan Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja menyampaikan bahwa latar belakang Webinar Nasional ini mengusung tema tersebut yaitu dengan melatar belakangi darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia berstatus “Darurat Bencana Corona”,.

Hal ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti penyebaran COVID 19 yang semakin meluas di berbagai belahan dunia, sekaligus untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran yang tidak dapat terkendali di Indonesia.

Dampak yang dihadapi perusahaan atau organisasi pun akan semakin berat dan merugikan jika perusahaan atau organisasi tersebut sama sekali tidak memiliki strategi kesiapan dalam menghadapi penurunan ekonomi dunia karena pandemik.

Dengan begitu muncul sebuah solusi untuk mengimplementasikan Business/Operational Continuity Plan (BCP) berfokus pada pemanfaatan fungsi sumber daya manusia, sumber daya asset di perusahaan atau organisasi dalam penyediaan layanan maupun ketersediaan produknya di tengah-tengah krisis.

Selanjutnya, pembukaan webinar nasional di buka oleh Dr. Andriyani selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Pemapaarn hasil penelitian disampaikan oleh salah satu panitia yaitu saudara Ade Akhmad Bukhori dengan judul penelitian “Gambaran Pengetahuan Perusahaan Terhadap Manfaat Penerapan ISO 22301 Business Continuity Plan (BCP) di Perusahaan Wilayah JABODETABEK”.

Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., PhD

Penyampaian materi pertama yang disampaikan oleh Narasumber pertama Ibu Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., PhD yang menyampaikan tentang All About Business Continuity Plan Program : Corelation, Component, and Case Study etc.

Narasumber pertama menyampaikan dimasa pandemi ini perlu dilakukan Public Health measure ditempat kerja atau tindakan-tindakan yang memenuhi protokol kesehatan masyarakat secara tepat ditempat kerja untuk menghindari penyebaran virus.

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Subkhan, ST. M.PSDA dengan mengangkat topik The Implementation of BCP in the midst of the Pandemic Covid-19 as a form of overcoming program activities in the company.

Subkhan, ST. M.PSDA

Diketahui bahwa PT. Waskita sudah memiliki 3 fase dalam timeline menuju New Normal WSKT. Dalam Fase I bulan Mei-Juni itu terdapat safeguard salah satu diantaranya pembentukan tim Covid-19 Ranger WSKT dan didalam Fase II Juli-Agustus yang disebut shift salah satu diantaranya adalah 70-80% pegawai dapat bekerja di kantor dengan terus menerapkan protokol kesehatan.

DiFase III pada September-Oktober yang disebut waskita newly reborn salah satunya monitoring dan pelaksanaan kesehatan secara terus menerus dan memastikan program tetap berjalan.

Dan selanjutnya Fase IV yaitu pada November-Desember adalah reporting yaitu memastikan pelaporan dari fase 1 s.d fase 4 sudah terkirim dan terdokumentasi dengan baik.

Acara Webinar Nasional Kesehatan ini diakhiri oleh closing steatment dari ketiga narasumber dan penyerahan sertifikat simbolis secara virtual oleh Dekan FKM UMJ, Wakil Dekan 1 FKM UMJ, dan Ketua Pelaksana.

seminar nasional kesmas UMJ Peminatan K3 2020

Kesimpulan dari closing steatment seluruh narasumber yaitu BCP menurut ISO 22301:2019 adalah kemampuan sebuah organisasi, banyak organisasi yang saat ini yang belum menerapkan BCP karena belum menyadari dan memahami betapa pentingnya. Padahal hal itu merupakan kemampuan sebuah organisasi baik negeri maupun swasta agar tetap dapat terus melanjutnya proses bisnisnya baik produk maupun jasa pada level yang dapat diterima setelah atau ketika terjadinya destruksi.

BCP bukan hanya sekedar dokumen tetapi juga bagaimana sebuah organisasi dapat mengimplementasikannya ketika terjadi destruksi dan menjaga atau memeliharanya dengan mengupdate.

Ada beberapa perusahaan yang sudah menerapkan BCP sebelum pandemic ini, jadi saat pandemic terjadi mereka hanya tinggal mengaktifasinya sesuai dengan tujuan bisnisnya sehingga tetap bisa beroperasi.

Mahasiswa Peminatan K3
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Sharing is caring!

(Visited 70 times, 1 visits today)