Model Sekolah Sehat di SDN 1 Tumbang Penyahuan
Kegiatan Model Sekolah Sehat dilaksanakan di SDN 1 Tumbang Penyahuan agar dapat memberikan informasi serta aplikasi kesehatan kepada anak-anak sejak dini.

Dalam rangka menurunkan angka risiko anak usia sekolah, maka diadakannya kegiatan Model Sekolah Sehat. Faktor risiko kesehatan pada anak usia sekolah diantaranya: pernah merokok (45,9%), saat ini merokok (23,6%), pernah mengkonsumsi alcohol (20,0%), dan pernah mengkonsumsi narkoba (3,4%). Selain beberapa faktor risiko tersebut, status gizi anak sekolah dasar yang menjadi perhatian, diantaranya kasus KEK (24,4%), stunting (61,0%), obesitas (18,4%), dan anemia (26,4%).

Acuan dari kegiatan Model Sekolah Sehat ini adalah buku petunjuk tehnis pelaksanaan sekolah sehat dari Kementrian Kesehatan, UU 1945 pasal 28 B, UU kesehatan No 36 tahun 2009, Permenkes No 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak.

Kegiatan Model Sekolah Sehat dilaksanakan di SDN 1 Tumbang Penyahuan agar dapat memberikan informasi serta aplikasi kesehatan kepada anak-anak sejak dini. Kegiatan ini terintegrasi dengan proses belajar, untuk menghasilkan sekolah sehat.

Kegiatan Model Sekolah Sehat berlangsung selama dua hari, yakni pada hari Jumat 22 Maret 2019 dan Sabtu 23 Maret 2019 dengan waktu pelaksanaan 150 menit/2 jam 30 menit. Kegiatan pada hari Jumat pesertanya adalah siswa dan siswi kelas 1, 2, dan 3 SD sebanyak 79 anak. Pada hari Sabtu pesertanya adalah siswa dan siswi kelas 4, 5, dan 6 SD sebanyak 87 anak.

BACA JUGA:  Pendaftaran Nusantara Sehat Individual Periode I Tahun 2017 (BATCH I)

Pelaksana kegiatan tersebut adalah tim Nusantara Sehat yang ditempatkan oleh Kementrian Kesehatan di Puskesmas Tumbang Penyahuan berkolaborasi dengan petugs Puskesmas Tumbang Penyahuan dengan narasumber diantaranya:

1. Aulia Nurida, Amd. Kep sebagai pemegang program UKS
2. Fina Ijarotun, SKM sebagai pemegang program Promkes
3. Jumadi, Amd. Kep sebagai pemegang program Jiwa

Kegiatan tersebut meliputi:

1. Kegiatan Literasi Sekolah Sehat

Kegiatannya memberikan edukasi dan pemahaman kepada siswa dan siswi mengenai pentingnya membaca dan mendapatkan informasi agar menambah pengetahuan dan keilmuan mereka sejak dini. Dengan mengajarkan senang membaca kepada siswa dan siswi maka harapannya mereka dengan sendirinya akan rajin membaca baik tentang pelajaran maupun yang lainnya.

Kegiatan Literasi Sekolah Sehat

Setelah siswa mendapatkan pemahaman, siswa dilatih untuk maju ke depan kelas membacakan buku cerita tentang kesehatan secara bergantian dan disimak serta diperhatikan dengan baik oleh teman-temannya yang lain.

Saat temannya selesai membaca maka ditanyakan kepada teman yang sedang mendengarkan diminta memberikan tanggapan tentang isi dari informasi di dalam buku yan telah dibacakan.

2. Kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

Tujuan dari kegiatan cuci tangan pakai sabun ini adalah memberikan contoh kepada siswa dan siswi agar mereka terbiasa dan membiasakan perilakunya agar selalu cuci tangan pakai sabun sebelum makan.

BACA JUGA:  Nusantara Sehat : 4 Fakta yang Musti Kamu Ketahui Dibalik Suksesnya Seminar Kesehatan

Kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

Selain narasumber mengingatkan kembali tujuan dan pentingnya cuci tangan sebelum makan. Tim juga mengajarkan prakteknya, menonton video singkat dan menyanyi bersama mengenai langkah cuci tangan agar siswa dan siswi lebih mudah menangkap, mengerti, memahami, dan hafal langkah-langkah tersebut.

Tim pelaksana membagi tugas beberapa mengajarkan langsung dengan prakteknya menggunakan air bersih dan sabun beserta langkah-langkahnya. Semua siswa dan siswi maju tiga tiga untuk melakukan langkah tersebut.

3. Sarapan Sehat

Setelah siswa dan siswi selesai dalam melakukan cuci tangan pakai sabun, narasumber menjelaskan pentingnya sarapan sehat dan memberikan informasi mengenai sarapan sehat. Dalam kegiatan ini, siswa membawa bekal dari rumah beserta air minum, dengan bekal makanan sehat yang terdiri dari, nasi, sayur, lauk. Dikarenakan buah-buahan sedang tidak musim, maka petugas puskesmas berkoordinasi dengan sekolah dalam menambahkan buah di kegiatan sarapan sehat.

Sarapan Sehat

Meski terdapat beberapa siswa yang tidak membawa bekal lengkap, namun mereka diharapkan mengerti dan memahami arti dari kegiatan tersebut. Dikarenakan sayuran yang tersedia di daerah Tumbang Penyahuan juga terkadang langka. Sehingga tidak bisa 100% siswa/siswi semuanya membawa bekal lengkap seperti yang sudah diinstruksikan.

4. Gosok Gigi

Setelah kegiatan sarapan sehat selesai, selanjutnya ada kegiatan bersama untuk gosok gigi. Kegiatan tersebut dilakukan di lapangan sekolah agar siswa dan siswi dapat dengan leluasa melakukan kegiatan tersebut dan tidak mengotori ruangan sekolah. Siswa membawa sikat gigi sendiri dari rumah, hanya saja pasta gigi di sediakan dari petugas. Siswa diajarkan langkah gosok gigi yang benar dan edukasinya.

BACA JUGA:  Gabung di Nusantara Sehat, Bukanlah Satu Pekerjaan, Tapi Ini Pengabdian!

Gosok Gigi

5. Aktvitas Fisik 4 L

Kegiatan 4L adalah kegiatan peregangan atau aktivitas fisik sederhana yang bisa diterapkan di dalam ruangan kelas oleh guru saat siswa dan siswinya sudah mulai lelah atau cape’ atau bosan dalam belajar, jadi setelah mereka mendapatkan sedikit peregangan bisa kembali konsebtrasi dan fokus bahkan bisa menghilangkan rasa kantuk.

Kegiatan 4L ini meliputi Lari, Lompat, Loncat, dan Lempar. Kegiatan lari dilakukan dengan lari kecil di tempat. Kegiatan lompat dilakukan dengan melompat satu tumpuan kaki. Kegiatan loncat dilakukan dengan tumpuan dua kaki. Kegiatan lempar seperti melempar sesuatu dengan satu tangan.

Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah siswa bisa lebih aktif dan mengeksplorasi dirinya dalam mendapatkan informasi mengenai kesehatan dimulai dari mampu untuk rajin membaca, cuci tangan pakai sabun, membiasakan sarapan sehat, gosok gigi, dan aktivitas fisik.

Harapan penulis, semoga ada kelanjutan bimbingan kegiatan yang dilakukan oleh guru kepada siswa agar siswa terbiasa dalam melaksanakan perilaku yang diajarkan dan mereka terbiasa dalam menerapkan kegiatan tersebut di dalam perilakunya sehari hari.

Oleh : FINA IJAROTUN, SKM
Tim Nusantara Sehat Puskesmas Tumbang Penyahuan

Sharing is caring!

(Visited 127 times, 1 visits today)