MUI Enrekang: Imunisasi MR Harus Dilanjutkan

Ketua MUI dalam arahannya juga memberikan dukungan ekstra bahwa, persoalan kehalalan Vaksin MR sudah terjawab dengan adanya Fatma MUI No. 33 Tahun 2018
Rijalul Jabar, S.KM, M.Adm.Kes

Rijalul Jabar, S.KM, M.Adm.Kes

Promkes Dinkes Kab Enrekang
Sekretaris Umum PERSAKMI Kab Enrekang
Rijalul Jabar, S.KM, M.Adm.Kes

5 September 2018, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Enrekang , dilaksanakan pertemuan monitoring pelaksanaan kampanye Imunisasi MR di Kabupaten Enrekang.

Kegiatan ini dilaksanakan guna mengevaluasi perkembangan capaian imunisasi MR, dimana capaian imunisasi MR di Kabupaten Enrekang sendiri hinga 3 September 2018, baru 17.603 sasaran atau baru 28.2 % dari 63.374 total sasaran. Seharusnya pada kuartal pertama di bulan Agustus di institusi pendidikan imunisasi MR di Enrekang harus minimal mencapai target yaitu 65 % anak sudah di imunisasi.

Kegiatan monitoring ini dihadiri oleh stakeholder penentu/ pendukung capaian yaitu Ketua MUI Enrekang, Dinas Pendidikan, Bappeda Beberapa Ketua Ormas seperti NU, Muhammadiyah, semua Camat, dan semua Kepala Puskesmas di Kabupaten Enrekang.

Rendahnya pencapaian imunisasi MR di Kabupaten Enrekang menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Enrekang, Sutrino, SE, karena adanya isu terkait kehalalan vaksin MR itu sendiri, penebaran hoax tentang imunisasi yang masiv di media sosial.

Pesan beliau dalam kegiatan ini, diharapkan peran dari MUI Enrekang, Mubaligh, Dinas Pendidikan untuk berperan ekstra karena capaian di sekolah masih sangat rendah, tentu untuk mencapai sasaran agak susah dan cukup berat bagi kita, dikarenakan pola pikir masyarakat telah tercederai oleh informasi yang tidak benar terkait imunisasi. Tapi semua itu bisa kita antisipasi dengan keterlibatan aktif stakeholder, baik motivasi, pembagian peran dan tanggung jawab bersama baik sektor kemananan dari Polres & pihak TNI.

MUI Enrekang Imunisasi MR Harus Dilanjutkan

Ketua MUI dalam arahannya juga memberikan dukungan ekstra bahwa, persoalan kehalalan Vaksin MR sudah terjawab dengan adanya Fatma MUI No. 33 Tahun 2018 yang menyatakan imunisasi MR boleh dilaksanakan karena ada sudah ada kasus Rubella yang terjadi/ artinya darurat jika kita tidak laksanakan dan berpotensi jadi wabah, tidak adanya pilihan vaksin lain.

Ketua MUI Enrekang Ust. Amir Mustafa Lc, M.AG, mengungkapkan bahwa kita akan mendukung dengan segera membuat surat edaran ke-semua Masjid dilingkungan Enrekang sehingga masyarakat tidak lagi mempersoalkan kehalalan vaksin MR, kami meminta data terkait kasus Campak dan Rubella serta dampak negatif bila tak dilaksanakan imunisasi serta kami berharap Camat dan Lurah dapat menindak lanjuti informasi ini ke semua masyarakat.

Secara khusus Kasie Surveilans dan imunisasi, Salman Pattading, SKM, M.Adm.Kes, mengungkapkan bahwa kita di Enrekang sudah pernah menemukan 6 kasus Rubella di Desa Pana, Kecamatan Alla bulan Maret tahun lalu tahun 2017. Dimana hasil ini sesuai dengan pemeriksaan Laboratorium di Surabaya, dari 8 sampel yang dikirim 6 sampel positif Rubella.

Ini menjadi pertanda bahwa di Kabupaten kita perlu waspada dengan penyebaran Campak dan Rubella. Dan semua pihak harus bergerak bersama mendukung Kampanye ini dan mencapai target minimal 95 %. Menurut informasi terbaru, ditemukan juga bayi lahir dengan Rubella di RS Wajo/ Sengkang Sulsel, ini menjadi pertanda kita di Sulsel harus waspada terhadap Campak dan Rubella.

Diakhir sesi pertemuan, sebelum menutup kegiatan pertemuan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Enrekang, Sutrisno, SE mengatakan kita tidak mau di Enrekang terjadi Wabah campak dan Rubella akibat hilangnya kekebelan komunitas dan akibat rendahnya capaian imunisasi MR di Wilayah Kab. Enrekang ini. Kita tidak perlu memperdebatkan persoalan ini berlarut – larut yang kita inginkan adalah bagaimana imunisasi MR bisa kita dukung dan mencapai target minimal 95 % diakhir september ini.

Sharing is caring!

(Visited 88 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *