Ngetren ke-3 Inspirasi Dari Poskestren PP Matholi’ul Anwar Lamongan
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan ada pertukaran informasi, berbagi motivasi serta memberi gambaran program Poskestren yang berjalan di pesantren.
Spread the love

Ngetren, Ngobrolin Kesehatan Pesantren Episode 3, Sabtu, 21 September 2019 menghadirkan dr. Elza Amelia Firdaus selaku Pengelola Poskestren Matholi’ul Anwar Lamongan. Diskusi online ini berlangsung di media WAG Penggerak Pesantren Sehat (Media Official PSN).

Pesantren Sehat Nusantara (PSN) selaku Pusat Pengembangan Manajemen Kesehatan Pesantren merupakan gerakan santri bersama untuk mewujudkan pesantren sehat di seluruh Indonesia.

Ngetren ke-3 kali ini diikuti sekitar 238 peserta aktif di WAG yang berasal dari berbagai kalangan, baik dari rekan-rekan santri, pengurus/pengajar pesantren, tenaga kesehatan, pengelola lembaga pendidikan kesehatan, pemerhati kesehatan, ormas kesehatan, dll.

Berikut ini ringkasan diskusi kami untuk anda.


Poskestren PP Matholi’ul Anwar Lamongan

PP Matholi’ul Anwar Lamongan memiliki Poskestren yang didirikan pada Januari 2018 untuk melakukan upaya-upaya pembinaan dan pelatihan kader santri, upaya promosi preventif dan layanan kesehatan dasar/ kuratif. Saat ini Poskestren Matoli’ul Anwar (Mawar) sudah hendak menjadi Klinik Mawar dengan layanan kesehatan gratis untuk civitas ponpes dan independen dikelola pondok pesantren.

PP Matholi’ul Anwar Lamongan memilki santri total 1.144 santri yang tersebar dalam satu asrama putra dan lima asrama putri dengan jumlah 355 santri putra (31%) dan 789 santri putri (69%).

Berdasarkan data, pada Agustus 2019 prevalensi penyakit yang terdeteksi paling banyak adalah Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) sebanyak 27.5%, Dispepsia 27%, Tension Type Headache 20%, Dermatitis 19%, Carries Dentis 5.2%, Diabetes 2%, dan Hipertensi 1%.

Layanan kesehatan di Poskestren Mawar ini difokuskan di klinik yang saat ini memiliki tenaga medis Dokter berjumlah tiga orang, Perawat satu orang, Bidan satu orang dan satu Apoteker dan dibantu oleh kader Santri Husada yang diambil beberapa di tiap asrama baik putra maupun putri.

Poskestren Mawar memiliki ruangan yang cukup, bed berjumlah dua unit, tabung oksigen, lemari obat, kulkas, ruang konsultasi dan pemeriksaan serta ruang tunggu yang cukup nyaman.

Upaya kaderisasi dilakukan dengan pemberian materi tentang penanganan pingsan, pengukuran tanda-tanda vital, pengukuran lab sederhana dan pemberian obat-obat sederhana. Kaderisasi sudah dilakukan sejak 2018 dan tahun 2019 latihan kader diulang dan diperlancar dengan praktek pemeriksaan secara langsung.

Upaya Preventif dan Promotif yang dilakukan:

  1. Senam pagi setiap jumat pagi dan sebelum kerja bakti
  2. Pelatihan santri husada
  3. Pemilahan sampah, ini dilakukan oleh seluruh civitas yayasan yaitu dengan menjual sampah dan menjadi satu sumber dana untuk asuransi kesehatan khusus bagi guru se-yayasan.
  4. Penyuluhan seperti Teens Reproductive Health, Hand Hygine dan etika batuk, PHBS, dan Skabies
  5. Tim medis kondisional saat mengikuti acara bakti sosial seperti pengobatan gratis dan khitan massal, upacara hari santri, harlah NU, serta tim medis MCU Jamaah haji KBIH Mawar
BACA JUGA:  Ini Dia Poskestren Teladan se-Kabupaten Rembang

Upaya Kuratif Dasar:

  1. Anamnesis, konseling, dan edukasi
  2. Pemeriksaan TTV dan lab sederhana

Salah satu yang menarik dari Poskestren Mawar ini ialah pencapaian yang didapatkan poskestren yaitu penemuan penyakit scabies sudah jarang sekali bahkan bulan ini menjadi 0 kasus. Untuk yang memiliki penyakit metabolik maka dilakukan pengecekan secara berkala dan akan dipantau.

Kader Santri Husada Poskestren PP Matholi’ul Anwar Lamongan

Tanya Jawab Diskusi

Termin 1

Rizqiana Adawiyah

(Q) Salam. Terimakasih dokter Elza atas sharingnya. Saling mendoakan ya dok semoga poskestren tempat mengabdi kita menjadi semakin maju dan berkah. Saya senang sekali kalau dokter Elza bagi bocoran langkah-langkah mengembangkan poskestren menjadi klinik. Saya dan tim punya mimpi ingin mengembangkan poskestren menjadi BKSM tapi bingung belum tau mulai darimana. Maturnuwun

(A) Salam sehat Ustadzah Nana. Sama persis dengan Poskestren Mawar, abah yai juga menginginkan klinik yang dibuka untuk umum. Dari pengalaman saya, bisa dimulai dengan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) terlevih dahulu, secara umum persyaratan yang lumayan lama ada 2, SDM dan non SDM. SDM kita butuh 2 STR Dokter, 1 Perawat, 1 Bidan, yang non SDM yang lumayan ribet adalah IMB, IPAL, MoU dengan PT yang mengelola lombah B3 (yang punya incenerator) dan ijin lingkungan. Saat menunggu IMB keluar, bisa sambil mengumpukan STR tersebut dari sekarang, khusus klinik sekarang prosesnya lebih lama sejak adanya peraturan baru, STR dokter harus pakai MoU Notaris terlebih dahulu minta rekomendasi ke IDI dan dibawa ke Dinas Perijinan. Mungkin bisa dimulai dari bangunan fix nya dan ijin IMB nya. Semoga menjawab ya.

Widya

(Q) Jika poskestren mendapat ijin untuk buka Klinik, apakah program Santri Husada, penyuluhan, senam pagi, dll tetap dibawah klinik? Atau rencana mau bagaimana? Terimaksih dok

(A) Pertanyaan dari Jakarta nih, betul sekali mas sebetulnya Poskestren bisa menjadi bagian dari klinik,  sebenarnya klinik Mawar tetap bernama klinik, namun didalamnya terdapat ruangan khusus konseling untuk kegiatan Poskestren memang lebih fokus UKM-nya. Jadi tetap bisa berjalan seperti biasa, dengan ijin range pasien akan lebih luas karena di luar pesantren, hanya itu saja.

Auliya

(Q) Jika proses izin untuk menjadikan Poskestren menjadi klinik lancar dan sukses, apakah ada gebrakan acara baru lagi? Atau masih emnetap pada proker atau acara-acara selanjutnya? Sekian terimakasih

(A) Terimakasih pertanyaannya dek, kalau sudah menjadi klinik cakupan programnya bisa lebih luas karena klinik bisa melibatkan masyarakat sekitar dek, jadi ditunggu ide-ide cemerlang dari semuanya biar programnya lebih keren lagi.

 

Termin 2-

Faruq Yufarriqu Mufaza

(Q) Assalamualaikum perkenalkan saya Faruq, terimakasih dokter atas paparannya. Saya ingin bertanya mengenai pelayanan konsultasi sehari-hari, pelayanan dibuka jam berapa sampai jam berpa? Apakah dokter selalu standby di jam pelayanan? Terkait sumber dana, untuk pelayanan sehar-hari sumberdananya selain dari bank sampah yang inovatif sekali, darimana ya dok? Terimakasih

BACA JUGA:  Kemenkes Bersama LK-PBNU Gelar Lokakarya Wujudkan Pesantren Sehat di Cirebon

(A) terimakasih pertanyaannya dok, jadwal jam 08.00-12.00 serta 14.00-17.00 hari besar libur. Jaganya bergantian dengan nakes lainnya sumber dana untuk Poskestren diambil dari dana kesehatan yang dibayar santri include SPP sebesar 5.000 per bulan.

Khoirinnashirin

(Q) Asslm. Ingin tanya terkait strategi pemberantasan dan pencegahan skabies disana. Terimakasih

Rusman

(Q) Saya Rusman, Saya ingin bertanya, skabies itu kebanyakan dialami santri, tindakan pemberantasannya gimana ya dok agar semuanya tidak tertular?

(A) Ada beberapa hal kecil yang kita lakukan:

    1. Memastikan semua tenaga kesehatan, kader mengerti cara pemakaian obat skabies (re:salep 2-4 atau permetrin 5%) sehingga edukasinya akan seragam dan target terapi cepat. Dipakai sekali malam hari tapi sleuruh tubuh kecuali wajah ini ternyata yang banyak orang tidak tau bahkan merasa aneh ketika mendengarnya. Banyak yang taunya dipakai tiga kali sehari hanya di daerah gatal saja, padahal tungau akan lari ke tempat lain.
    2. Jangan lupa edukasi santri untuk tidak memakai baju/ daleman/ sarung atau apapun bergantian. Ini simpel tapi kadang budaya ‘ghosob’ sangat erat melekat
    3. Self hygine mulai dengan edukasi cuci tangan 6 langkah yang benar sesuai WHO.

Saya yakin kalau semua seragam insyaallah efektif menurunkannya.

Iqbal Maulana Utomo

(Q) Saya Iqbal dari Tangsel, dok ingin bertanya. Bagi tipsnya dong dok, bagaimana menjaga semangat dokter dan tim agar tetap memberikan pelayanan maksimal kepada warga pesantren? Terimakasih

(A) Salah satu tujuan kita sharing ini adalah pemberdayaan, berarti kita perlu memandirikan santri agar setelah pelatihan tidak tergantung pada kita. Jadi sebetulnya selain peran kuratif yang harus konsul, kita haris memaksimalkan pelayanan dengan kaderisasi santri yang mandiri. Sebagai tenaga kesehatan yang kerja juga di RS up and down juga ada, jika evaluasi kita pelayanan menurun maka kita perkuat lagi dengan kadernya.

Rifai Syarif

(Q) Saya Rifai dok, izin bertanya. Pengembangan kader Santri Husada untuk Ponpes Mawar seperti apa? Tugas dan fungsi terutama di lingkungan asrama bagi 1.400-an santri itu? Terimakasih.

(A) Terimakasih dok pertanyaannya, setiap asrama saya ambil perwakilan sebagai kader santri dok. Teman-teman ini membantu mengontrol perilaku santri, melihat tanda dan gejala penyakit, memberikan obat sederhana seperti paracetamol dan membawa ke klinik jika memang perlu.

 

Termin 3-

Faruq Yufarriqu Mufaza

(Q) Bisa dishare untuk jadwal petugas dok? Kemudian untuk kader santri, wewenang apa saja yang diamanahkan oleh tim poskestren kepada mereka, misal obat apa yang boleh mereka berikan atau mungkin wewenang lainnya?

(A) Jadwalnya 3 dokter dalam 6 hari dibagi menjadi 2 hari, jadwal setiap hari pagi ada Bidan sore Perawat. Untuk kader santri sekama ini hanya boleh memberi obat dasar saja seperti demam, gatal, magh, selain utu wjaib konsul. Wewenang lainnya hanya sebatas terapi non obat misal penanganan pingsan, asma, reaksi konversi (kesurupan), gerd atau diajak terlibat aktif di kegiatan sosial.

BACA JUGA:  Lebih Dekat Dengan Poskestren Miftahul Ulum Al Yasini Pasuruan

Rifai Syarif

(Q) Izin bertanya, untuk penanganan skabies ini bagaimana? Soalnya saat kuliah di doktrin untuk memanaskan atau merebus pakaian? Pengobatan dilakukan serentak ke seluruh santri, tapi kok merasa belum pernah melihat ya? Mungkin ada saran perlukah hal demikian dilakukan? Atau ada kiat0kiat lain yang benar menurunkan angka secara bermakna.

(A) Tidak perlu, tidak efektif untuk dilakukan. Pencegahan penyakit berbasis komunitas gak bisa instan dan lebih ke pendekatan perubahan perilaku. Perlu di evaluasi apakah kerja bakti teman santri sudah cukup untuk memutus rantai infeksi yang menjadi target kita? Edukasi massal dan personal tentang pengobatan dan pencegahan saya rasakan sekarang lebih berkurang sebelum saya masuk klinik pondok di awal-awal dulu.

Naufal W

(Q) Adakah pendekatan yang menarik yang ditawarkan untuk mengajak mereka-mereka yang kurang peduli pada kesehatan medis ini? Terimakasih

(A) Kalau disini dibuat lomba-lomba agar lebih efektif dok bisa fokus ke masing-masing program agar menarik juga diberikan reward. Poin lain, kadang dalam penyuluhan saya berikan contoh komplikasi terburuk suatu epnyakit disertakan juga faktor resiko terkait yang jadi sasaran kita semoga bisa menyadarkan santri.

Ismatuz zulfa

(Q) Dok, boleh bocorannya langkah perizinan klinik sudah dimuali sejak kapan dan saat ini sedah berapa persen? Biar ada waktu perencanaan dok. Terus boleh gak perizinan klinik disana tanpa adanya apotek? Misal sudah jadi klinik, nakes kan banyak yang lebih mengerjakan tugas klinik bagaimana manajemen untuk kegiatan poskestren?

(A) Langkah konkritnya di Mawar baru sampai IMB dan SDM karena ini ijinnya berbulan-bulan, sampean bisa mulai dengan IMB baru stelegh fix gedungnya dan SDM, abah yai menyiapkan tempat membangun IPAL jadi memang lama per stepnya lebih enak pakai jasa yang bantu urus tapi ada biaya tambahan. Disini klinik tetap perlu Apotek meskipun persyaratan STR Apoteker belum ditanyakan. Di Mawar kader yang menjadi ketua dan sekretaris Poskestren sehingga UKM jalan selama kita di kegiatan kuratif.


Harapan dengan adanya kegiatan diskusi ini ialah adanya pertukaran informasi, berbagi motivasi serta memberi gambaran tentang program Poskestren yang berjalan di pesantren. Lebih jauh lagi, dengan pertukaran informasi mengenai program preventif yang dilaksanakan poskestren dengan melibatkan santri, diharapkan santri mampu dan mau menjadi garda terdepan dalam menangani masalah kesehatan di pesantren masingmasing, sehingga slogan dari, untuk dan oleh santri mampu diaplikasikan untuk menangani masalah kesehatan.

Penulis:
Ikhda Khullati Mardliyah, S.Farm., Apt.
Tim Informasi dan Kreasi PSN

Anda masih dapat mengikuti diskusi ini melalui kolom komentar.
Pertanyaan akan dijawab oleh narasumber.

Sharing is caring!

(Visited 46 times, 1 visits today)