Optimis, Pemprov Targetkan 95% Anak di Jatim Ikut Imunisasi Campak
Pemprov menargetkan 95 persen dari jumlah anak itu bisa divaksin MR. Sebab, kesuksesan di Jatim akan menentukan kesuksesan di level nasional.

Penyakit campak dan rubella yang telah banyak merenggut korban jiwa dan menimbulkan kecacatan membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan vaksinasi measles rubella (MR) sebagai imunisasi wajib. Artinya, semua anak yang masuk usia imunisasi harus mendapatkannya secara gratis.

Chief Field Office Unicef di Jatim, Arie Rukmantara mengatakan bahwa vaksinasi MR sangat penting bagi masa depan anak. Bagi masyarakat, itu juga akan mencegah wabah campak. ”Vaksin ini akan meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Sehingga kalau ada virus yang menyerang, tubuh akan mempunyai pertahanan,” tuturnya dalam diskusi ruang ide bertema ‘Komitmen Jawa Timur untuk Indonesia Bebas Campak dan Rubella’ di Gedung Graha Pena Lantai 5 Surabaya, Jumat (21/7).

Gubernur Soekarwo yang hadir dalam acara itu bersama para bupati/wali kota di Jatim mengatakan bahwa kampanye imunisasi campak dan rubella merupakan investasi jangka panjang terhadap pola hidup sehat bagi masyarakat sejak usia dini.

“Semua komponen harus hadir dan menyukseskan pelaksanaan imunisasi ini. Kami akan menggerakkan bupati dan wali kota untuk menyukseskan pelaksanaan imunisasi campak dan rubella bagi anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun ini,” tegas Pakde Karwo.

BACA JUGA:  Lumajang Jadi Pilot Project Imunisasi MR, Sempat Rangking Terbawah Sejatim Lho!

Dia menyatakan bahwa imunisasi merupakan bagian dari kegiatan promotif-preventif yang harus didukung dan terus didorong sebagai bagian dari politik kesehatan. “Selama ini kita terpaku pada birokrasi ad hoc. Pemerintah pusat tidak punya program promotif-preventif, yang ada kuratif,” sorotnya.

Ia mencontohkan program di puskesmas yang lebih banyak menyiapkan pengobatan untuk orang sakit. Bukan sebaliknya mencegah orang sakit dan mengampanyekan hidup sehat. “Kalau anggaran tiap puskesmas ada Rp 200 juta, yang 40 persen itu untuk biaya dokter dan 60 persen untuk biaya obat,” ujarnya. Akibatnya, berapa pun dana BPJS Kesehatan yang disiapkan pemerintah pasti akan jebol.

Dengan menggandeng Jawa Pos dan Unicef, gubernur mengajak seluruh tokoh agama, akademisi, dan pihak terkait lain mendorong seluruh masyarakat mengikutkan anaknya dalam imunisasi campak.

BACA JUGA:  Pemkab Sleman Mulai Mendata Anak Sasaran Imunisasi MR

Total di Jawa Timur ada 8,6 juta anak yang menjadi sasaran vaksinasi MR. Pemprov menargetkan 95 persen dari jumlah anak itu bisa divaksin MR. Sebab, kesuksesan di Jatim akan menentukan kesuksesan di level nasional.

Direktur Jawa Pos Koran Leak Kustiya menegaskan pihaknya siap mendukung program imunisasi campak dan rubella di Jatim. “Jawa Pos siap menjadi bagian dari roadshow kampanye kesehatan ini,” tandasnya.

Sharing is caring!

(Visited 80 times, 1 visits today)