Orientasi Komunikasi Antar Pribadi Untuk Cegah Stunting Di Era Pandemi Covid-19

Salah satu upaya percepatan pencegahan stunting melalui 5 pilar nasional percepatan pencegahan stunting  yaitu dengan melaksanakan kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku di pilar ke dua. Strateginya dengan melaksanakan kampanye nasional, komunikasi antar pribadi (KAP), advokasi dan pengelolaan program yang baik.

Implementasi dari strategi percepatan pencegahan stunting dalam pilar ke dua di Kabupaten Bangka dilakukan melalui orientasi komunikasi antar pribadi (KAP). Kegiatan yang dikoordinator oleh Dinas Kesehatan bersama Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Kabupaten Bangka menyasar kepada tenaga kesehatan puskesmas yang berhubungan dengan pecegahan stunting yaitu pengelola program promosi kesehatan, gizi, kesehatan ibu dan anak dan kesehatan lingkungan.

BACA JUGA:  Cegah Stunting, Dinkes Bangka Luncurkan Pos Penting Sehat Mapan

Pelaksanaan orientasi KAP bagi tenaga kesehatan puskesmas ini tetap dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan  yaitu pakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta menjaga jarak. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 angkatan yang masing masing angkatan berjumlah 30 orang dari 12 puskesmas yang ada di Kabupaten Bangka, pesertanya adalah pengelola program promosi kesehatan, gizi, kesehatan ibu dan anak dan kesehatan lingkungan. Adapun pelaksanaannya selama 3 hari per angkatan yaitu dimulai pada tanggal 14 September sampai 19 September 2020 di Novilla Boutiqe Resort, Sungailiat Bangka.

Desi Yanti, SKM, MKM, Kasi Gizi Dinkes Bangka

Fasilitator orientasi KAP berasal dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dengan penyampaian materi lewat daring atau virtual conference dikarenakan suasana pandemi Covid-19, meskipun dalam orientasi ini menggunakan teknik komunikasi membangun suasana dengan permainan yang diarahkan secara live streaming namun tidak mengurangi keseruan dan keterlibatan aktif seluruh peserta. Dengan kerjasama dan koordinasi yang baik dan sinyal yang lancar kerjasama dengan Dinas Kominfotik kegiatan ini dapat ditayangkan langsung sehingga bisa menjadi bahan praktek dan pembelajaran untuk petugas kesehatan di lapangan nanti.

BACA JUGA:  Dinkes Kab Bangka Launching Pos Pencegahan Stunting Seribu Hari Pertama Kehidupan di Mendo Barat
Peserta KAP Cegah Stunting DInkes Bangka 2020

Dalam orientasi KAP ini Bupati Bangka diwakili Wakil Bupati Bangka Syahbudin, S.IP berkenan membuka acara dan berdialog  secara live streaming dengan fasilitator dari pusat dan menyambut gembira kegiatan orientasi KAP di Kabupaten Bangka, sebagai daerah lokus intervensi stunting tahun 2019 Kabupaten Bangka sudah melaksanakan kegiatan intervensi stunting dalam 8 Aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting dimana hasil aksi konvergensi ini berhasil menurunkan prevalensi stunting balita dari 32,27% (Riskesdas, 2013) menjadi  23,9% pada Riskesdas tahun 2018 dan 20, 7% pada tahun 2019 (SSGBI, 2019).

Kegiatan ini merupakan proses pemberdayaan masyarakat yang memerlukan komunikasi perubahan perilaku yang spesifik sehingga dapat mempengaruhi perubahan perilaku pencegahan stunting pada sasaran di masyarakat. Materi yang dibahas mengenai komunikasi dialogis dan KAP dalam pencegahan stunting, membangun suasana, teknik membangun partisipatif, teknik penggunaan alat bantu KAP yaitu dalam program pemberian tablet tambah darah (TTD) ibu hamil dan TTD remaja puteri, jamban sehat, gizi seimbang dan ctps) serta teknik fasilitatif selain materi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka tentang Kebijakan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bangka dan Pencegahan stunting di era pandemik Covid-19 oleh Kasi Gizi Dinkes Bangka.  

BACA JUGA:  Cegah Stunting, Dinkes Bangka Luncurkan Pos Penting Sehat Mapan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr. Then Suyanti, MM berharap kegiatan orientasi KAP ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberi edukasi kepada masyarakat sesuai konteks sasaran, dengan memastikan pengembangan pesan sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran seperti Posyandu, kunjungan rumah, konseling pernikahan, konseling reproduksi remaja, dan sebagainya dengan mempertimbangkan konteks budaya dan kearifan lokal. Dengan dilaksanakannya KAP kepada masyarakat diharapkan dapat merubah perilaku masyarakat kearah yang lebih positif sebagai salah satu upaya percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Bangka.

Sharing is caring!

(Visited 162 times, 1 visits today)