You are here
Home > Inspirasi Kesmas > Panggil Kami, Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung (Bag.I)

Panggil Kami, Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung (Bag.I)

Panggil Kami, Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung

Sharing is caring!

9 Desember setahun lalu adalah hari pertama kami ditempatkan di daerah ini. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, sampai pada pembekalan. Sebagai bukti bahwa merah putih ada dihati kami. Mungkin disana masih banyak anak pemuda yang menginginkan pengabdian ini, namun belum mendapat kesempatan untuk andil mengikuti.

Bermodalkan ilmu yang diterima dari bangku kuliah yang menjadi bekal utama profesi. Ditambah dengan pengalaman berorganisasi dan  pekerjaan yang sebelumnya ditekuni. Sebanyak 6 profesi ini, Kementerian Kesehatan RI mengamanakan tugas ini di UPT Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman.

Membahagiakan memang..

Betapa tidak, hey kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Seolah-olah mewujudkan cita-cita dari bangsa ini dengan memajukan kualitas hidup mereka di bidang kesehatan.  Semoga langkah pengabdian ini memberikan bukti bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kuat. Bangsa yang benar-benar mencintai negeri dari karunia Tuhan yang mengagumkan.

Baiklah.. Jangan lama-lama yah intronya..

Melalui tulisan ini, kami sebenarnya hendak menyampaikan tentang sesuatu yang memberikan energi positif dari jalan tim Nusantara Sehat ini. Maaf ini sebagian orang menganggap pencitraan, “biarin deh, ambil manfaatnya silahkan”. Sebuah batu loncatan yang cukup memberi perubahan besar wajah dunia kesehatan Indonesia. Sebuah titik pertemuan yang tidak bisa diremehkan. Bagaimana tidak, kita dikumpulkan dari berbagai daerah dengan meninggalkan segala kenyaman untuk berpayah mengikuti program ini.

BACA JUGA:  Refleksi Pelantikan Laskar Nusantara Sehat

Setelah menerima pengumuman hasil seleksi dan dinyatakan lolos untuk mengikuti pembekalan, kami dikumpulkan di Pusdikkes TNI AD Jakarta. 40 hari dilalui pelatihan baik materi dalam ruang maupun latihan fisik di lapangan, kurang lebih semacam tentara khusus kesehatan. Dipupuk di pembekalan tidak lain untuk mempersiapkan diri saat melaksanakan tugas di penempatan. Dan memang benar para alumni Pusdikkes atau Tim Nusantara Sehat ini menjadi survivor yang diakui masyarakat di tempat tugas.

“Saya mewakili masyarakat dan segenap jajaran pemerintah Kecamatan Kateman sangat bersyukur dengan adanya Nusantara Sehat di Kateman. Tim ini sangat kompak dan solid berbeda dengan program pemerintah yang sebelumnya. Program ini sudah dipersiapkan dari perekrutan dipilih orang-orang yang kuat oleh Kementerian Kesehatan.” Kata Camat Ketaman Bpk Marlis Syarif, S.Sos, MH.

Bekerja mengabdi di Sungai Guntung sama sekali tidak dikatakan mudah layaknya memasak mie instan. Membutuhkan proses, kesabaran, ketelitian dan tidak harus saklek dengan teori yang semestinya. Terdapat 3 Kelurahan dan 8 Desa di Kecamatan Kateman. Wilayah terdekat dari pusat kecamatan dapat di jangkau menggunakan kendaraan bermotor, namun ada desa-desa yang terpisah daratan harus menggunakan transportasi perahu pompong. Belum lagi, tergantung dengan cuaca dan keadaan air sungai itu pasang atau surut. Masalah pelik jika terjadi kasus darurat yang membutuhkan penanganan segera.

BACA JUGA:  Puskesmas Sungai Guntung Gandeng Pemuda BNN Gelar Seminar Kesehatan Bahaya Narkoba

Disamping itu jarak antara Kecamatan Kateman dengan Kota Kabupaten di Tembilahan yang cukup jauh sekitar 170km. Satu-satu alat transportasi untuk mengantar kesana menggunakan kapal Boat (kapal cepat spit). Memiliki penduduk 43.413 jiwa yang setara dengan jumlah penduduk Kabupaten di wilayah Jawa pada umumnya. Dapat dibayangkan tanahnya sangat luas. Tempat ini sangat dikenal sebagai kawasan perkebunan hamparan kelapa dan sering disebut  dengan julukan ‘Negeri 1000  Parit Hamparan Kelapa Terbesar di Dunia’.

Dua tahun penempatan serasa tak akan cukup untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kateman. Dalam waktu itu akan sia-sia jika tidak ada perubahan. Separuh waktu dari pengabdian Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung setidaknya sudah memberi warna wajah kesehatan.

“Kehadiran Tim Nusantara Sehat dari penugasan Kementerian Kesehatan RI sudah memberi warna indah di Puskesmas Sungai Guntung. Memang jika berharap signifikan itu sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Untuk melakukan perubahan tentunya ada langkah-langkah, apalagi perubahan besar pasti harus menggunakan langkah besar.” Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Bpk H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes.

Sejak saat itu kami bertekad bahwa langkah Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung ini tidak boleh terhenti hanya pada waktu penugasan saja. Harus ada sosok yang bisa meneruskan perjuangan kami, apabila nanti kita tinggalkan akan tetap terus tumbuh dan berkembang. Langkah itu adalah pembinaan kader yang nantinya akan melanjutkan program ini terus dilakukan demi menjaga eksistensi kesehatan dalam jangka panjang. Nama program tersebut adalah Laskar Nusantara Sehat Kateman.

BACA JUGA:  Lantik Tim Nusantara Sehat, Menko PMK: Ini Tugas Mulia

Tercatat pada tanggal 28 Oktober 2016 secara resmi 300 kader Laskar Nusantara Sehat di Kateman dilantik oleh Kepala Dinas Kesehatan dihadapan masyarakat, dan dipastikan akan terus bertambah. Terdiri para remaja sekolah yang menjadi perpanjangan tangan kami dari program Puskesmas Sungai Guntung. Inovasi ini diinisiasi oleh Tim Nusantara Sehat setelah melalui pembinaan secara insentif selama 1 tahun.

“Ini menjadi langkah positif bentuk pencegahan terhadap penyimpangan seperti kenakalan remaja, maraknya penyalahgunaan narkoba, ngelem (menghisap lem), dan pelecehan seksual yang berpotensi tinggi pada remaja.” Ungkap Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung Bpk Zainuddin, SKM.

Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan, sehingga para remaja berdaya dan berperilaku positif. Adapun materi yang kami latih yaitu tentang kesehatan, pendidikan, kesehatan reproduksi, napza, perilaku hidup bersih dan sehat, hiv/ims, dan kesehatan lingkungan. Hasil dari pengabdian  inilah yang menjadi pendobrak kualitas kesehatan masyarakat.

Perasaan kami sangat bersyukur dapat mengabdikan diri. Setengah waktu yang tersisa semoga dapat lebih memberi ruang untuk mengoptimalisasi tim kami bekerja disini.

“Saya profesi kesehatan masyarakat, namun enggan disebut profesi lebih tepatnya expert (keahlian). Jika ditanya bagaimana menerapkan keahlian saya ? jawabannya ya dimasyarakat. Kan sesuai judul kesehatan masyarakat..  “

Sharing is caring!

(Visited 86 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Top