You are here
Home > Download > Pemberdayaan Masyarakat Dan Promosi Kesehatan Melalui Dana Desa

Pemberdayaan Masyarakat Dan Promosi Kesehatan Melalui Dana Desa

Pemberdayaan Masyarakat Dan Promosi Kesehatan Melalui Dana Desa

Sharing is caring!

Pembangunan Kesehatan Pada Periode Tahun 2015-2019 adalah program indonesia sehat dengan sasaran dengan meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan.

Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan merupakan bagian potensi dan permasalahan pembagunan kesehatanyang menjadi input dalam menentukan arah kebijakan dan strategi Kementrian Kesehatan.

Untuk memaksimalkan Potensi dan memecahkan permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan nasional melalui pemberdayaan masyarakat, maka perlu dipahami lingkungan strategis nasional seperti indikator pencapaian sasaran tersebut diantaranya adalah presentase desa yang memanfaatkan dana desa 10% untuk UKBM sebesar 50%.

Hal lain yang berupa lingkungan strategis nasional seperti yang tertera dalam rencana strategis (Restra Kementrian Kesehatan 2015-2019) adalah menguatnya peran Provinsi yaitu dengan diberlakukannya UU Nomor 23 tahun 2014 sebagai pengganti UU Nomor tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Provinsi selain berstatus sebagai daerah juga merupakan wilayah administratif yang menjadi wilayah kerja bagi gubernur dan wakil pemerintah pusat.

BACA JUGA:  Komisi IX Usulkan Sebagian Dana Desa Dialokasikan untuk Kesehatan

Pemerintah Daerah Provinsi diberikan peran yang cukup kuat untuk mengendalikan daerah – daerah kabupaten dan kota di wilayahnya termasuk pengawasan dan kewenangan untuk memberikan sanksi bagi Kabupaten/Kota.

Melalui Anggaran Pendapatan Belanja Desa serta pelaporan penggunaan dana desa dan pelaksanaan kegiatan UKBM (Pemberdayaan Masyarakat) di desa.

Belanja negara yang diperuntungkan bagi Desa yang ditransfer melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk penyelanggaraan pemerintah, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dana Desa digunakan untuk mendanai keseluruhan kewenangan desa dengan untuk mendukung prioritas program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat Desa sebagaimana dimaksud dilakukan dengan :

  1. Mendorong partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan Pembangunan Desa yang dilakukan secara swakelola oleh Desa ;
  2. Mengembangkan program dan kegiatan pembangunan Desa secara berkelanjutan Desa;
  3. Membangun Desa yang berkelanjutan; dan
  4. Melakukan pengawasan dan pemantauan penyelenggaraan pemerintah desa dan pembangunan desa yang dilakukan secara partisipatif oleh Masyarakat Desa.
    – Pengelolaan dan pembinaan Posyandu
    – Pembinaan dan pengelolaan pendidikan Anak Usia Dini
BACA JUGA:  Dinkes Bantul Dorong Keberpihakan Alokasi Dana Desa untuk Kesehatan

Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk pemberdayaan masyarakat yang diantaranya mencakup:

  • Pembentukan dan peningkatan kapasitas Kader Pemberdayaan Masyarakat desa.
  • Penyelenggaraan Promosi Kesehatan dan gerakan Hidup bersih dan sehat.

Dana Desa bersumber dan belanja pemerintah, yang dintransfer melalui APBD Kabupaten/Kota untuk selanjutnya ditransfer ke APB Desa.

Rencana penyelenggaran pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan masyarakat, dan pemberdayaaan masyarakat desa. RKP desa selanjutnya dibahas dalam musyawarah desa yang dihadiri oleh Pemerintah Desa, BPD dan komponen Masyarakat, yang selanjutnya APB Desa akan dilakukan evaluasi oleh kepala Daerah Kabupaten/Kota selanjutnya akan menjadi Perdes. Diserahkan ke dinas kesehatan  provinsi.

Adapun format laporan buka hal.17.

Selain membuat pelaporan setelah dokumen APB Desa, Petugas Promosi Kesehatan juga berkewajiban untuk memantau pelaksanaan kegiatan UKBM setiap akhir tahun.

Adapun bentuk pelaporan laporan hal.19.

Advokasi kepada Camat dan Kepala Desa tentang manfaat pemerintah desa melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan melalui pengembangan UKBM dan kegiatan lainnya.Masyarakat merupakan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kader dalam pengembangan UKBM. Refresing dilakukan oleh petugas Puskesmas.Kegiatan ini dilakukan minimal 1 kali dalam setahun selama 2 hari.

BACA JUGA:  Dinkes Bentuk Tim Khusus untuk Melawan Hoax Seputar Kesehatan

Kunjungan Rumah untuk pemberdayaan keluarga kegiatan kunjungan rumah untuk pemberdayaan keluarga dilakukan oleh kader. Kegiatan ini dilakukan mininal dilakukan 6 sekali per tahun.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan/bimbingan kepada keluarga agar dapat mengenali dan mencegah terhadap penyakit serta meningkatkan dan mempertahankan kesehatan keluarga.

Kegiatan ini berupa pertemuan, dimana perangkat desa melakukan pembinaan kepada kelompok UKBM didesa untuk meningkatkan kualitas pengelolaan UKBM (Poskesdes, Polindes , Posyandu dll).yaitu merencanakan kegiatan ( identifikasi kebutuhan, analisis dan pembahasan bersama), dan melaksanakan kegiatan. Kegiatan ini dilakukan minimal 1 kali per tahun.

Monitoring

Aparat desa bersama dengan petugas puskesmas melakukan melakukan pemantauan untuk melihat seberapa jauh kegiatan – kegiatan intervensi yang direncanakan telah dilaksanakan dan masalah serta hambatan apa yang dihadapi untuk dicari solusi. Pemantauan dilakukan minimal 2 kali per tahun.

Paket intervensi kegiatan UKBM

Merupakan paket stimulan yang digunakan untuk kegiatan UKBM yang berdampak pada meningkatnya potensi ekonomi masyarakat.


DOWNLOAD GRATIS!

buku saku dana desa untuk kesehatan

Sharing is caring!

(Visited 273 times, 1 visits today)

2 thoughts on “Pemberdayaan Masyarakat Dan Promosi Kesehatan Melalui Dana Desa

  1. asslamualikum wr.wb
    mau nanya, apakah saya bisa ikut memuat tulisan2 kesehatan di kesmas ID? kalau bisa mohon infonya..trmkasih

Leave a Reply

Top