Salam Sayang Untuk Nenek Deng Tete

Pencerah Nusantara Bercerita; Salam Sayang Untuk Nenek Deng Tete

Ini merupakan catatan kecil @niksalindri dari Pencerah Nusantara Sorong yang berbagi kisah selama pengabdian, yang dikumpulkan dalam hashtag #PNBercerita.

Ini merupakan catatan kecil kawan @niksalindri dari Pencerah Nusantara Sorong yang mencoba berbagi kisah selama pengabdian, yang dikumpulkan dalam hashtag #PNBercerita.

Yuk kita simak kisahnya…

.
.

Tong pu nenek “Nenek, macam tanggal 25 datang boleh ke gedung serbaguna, tong ada posbindu toh. Baru sebentar nenek dapat timbang, dapat ukur, dapat tensi juga mo.”

BACA JUGA:  Ini Ceritaku Tentang Tambi (Nenek) Lusi, Pasien "Langganan" Puskesmas Tumbang Miri

Nenek datang setiap bulan, adalah sumber bahagianya kami. Nenek perbaiki asupan, modifikasi gaya hidup, dan tetap bahagia juga bahagia kami.

Urusan dengan anak-anak pun nenek-nenek biasa jadi sumber candaan kita yang selalu berupaya bekerja dari hati.

Kadang kami ga ngerti bahasa nenek, tapi kalau pun cuma senyum yang kami lempar ke permukaan pembicaraan nenek tetap senyum. Terus, ketawa bareng deh.

Nenek yang di usianya masih terus pikul barang berat, masih pergi ke hutan, berinteraksi dengan mereka seringkali jadi pengingat kita dengan orangtua yang jauh di mata yang juga semakin menua.

Juga jadi pengingat, bagaimana cara menghargai hidup. Bikin malu kami yang masih muda. He..he..

BACA JUGA:  21 Nakes Puskesmas Losari Ikuti Pelatihan PMBA Bersama Pencerah Nusantara Cirebon

Salam sayang untuk nenek deng tete.

~ Niken Salindri  ~
#SayaPencerah #LearnEmpowerAdventure #PencerahNusantara

Sharing is caring!

(Visited 121 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *