Peringati IYD 2019, Unala Youth Conference Gandeng Komunitas Remaja Jogja
Dalam rangka memperingati Youth International Day 2019, Unala Youth ID menggelar kegiatan Unala Youth Conference 2019, Sabtu (24/08) di Yogyakarta.

Yulyana

Mahasiswa Kesmas di STIKes Surya Global Yogyakarta
Editor Kesmas-ID Jogja
Yulyana

Sleman, Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Youth International Day 2019, Unala Youth ID menggelar kegiatan Unala Youth Conference 2019 dengan mengangkat tema “Perjuangan Pendidikan Kespro yang Inklusi Bagi Seluruh Remaja” pada Sabtu (24/08) bertempat di Ballroom Crystal Lotus Hotel Yogyakarta.

Unala Youth Conference ini meliputi  berbagai kegiatan diantaranya yaitu seminar, konferensi remaja, dan diskusi tentang pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja. Acara ini diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari komunitas remaja, pelajar, mahasiswa, stake holder dan organisasi perangkat daerah.

Sandeep Nanwani, MMSc

Adapun narasumber dalam kegiatan seminar Unala Youth Conference diantaranya adalah  dr. Sandeep Nanwani, MMSc selaku UNFPA Indonesia, Anggiasari Puji Aryatie selaku aktivis perempuan dan difabel, Dra. Y. Sri Rahayu, M.Pd dari Dikpora DIY, Ndaru Tejo Laksono selaku Youth Advisory Panel UNFPA, dan Putri Khatulistiwa selaku SRH Officer UNALA.

BACA JUGA:  Laskar Nusantara Dilantik, Siap Jadi Agent of Change di Sekolah

Acara ini disambut baik, terlihat dari antusiasme para peserta yang aktif dalam bertanya serta memberikan pendapat mereka mengenai isu-isu kesehatan reproduksi pada remaja di Indonesia. Yang menarik dari acara ini adalah hadirnya kelompok difabel yang ada di DIY, yang mana selama ini kelompok difabel dalam pendidikan dan informasi kesehatan reproduksi masih kurang adanya perhatian dan kepedulian baik dari lingkungan sekitar maupun instansi terkait.

Joni Prasetyo

Joni Prasetyo selaku Ketua Forum Genre DIY saat ditemui dalam kegiatan Unala Youth Confrence 2019 kemarin juga turut mengapresiasi kegiatan tersebut, karena dengan diadakannya kegiatan ini forum maupun komunitas remaja mendapat edukasi terkait isu-isu kesehatan reproduksi yang dialami oleh remaja di Indonesia saat ini selain itu mendapat kesempatan untuk menyuarakan hak-hak mereka sebagai remaja.

”Banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari UNALA Youth Confrence 2019 ini, selain kita bisa saling berkenalan dengan remaja-remaja dari organisasi lain kita juga dituntut untuk berkolaborasi antar LSM yang menaungi remaja itu sendiri. Kegiatan ini juga sangat menarik dengan tema yang sangat representatif dan narasumber yang keren-keren, utamanya ketika membahas tentang pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi masuk dalam kurikulum pendidikan di Indonesia yang menjadi tantangan saat ini.” papar Joni.

Mengusung tema “Perjuangan Pendidikan Kespro yang Inklusi Bagi Seluruh Remaja”, Putri Khatulistiwa selaku SRH Officer UNALA mengharapan bahwa akan adanya transformasi pendidikan kesehatan reproduksi remaja yang akan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia yang akan dapat merubah sikap dan perilaku remaja itu sendiri.

BACA JUGA:  Cegah Faktor Resiko KEK Pada Remaja, Mahasiswa Kesmas UNLAM Turun Langsung ke Desa

Putri Khatulistiwa

“Menurut saya fungsi teman-teman kesehatan masyarakat yaitu sebagai ujung tombak untuk menyampaikan dan untuk memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi kepada remaja yang masih awam ataupun yang masih ragu untuk berkonsultasi terkait masalah kesehatan reproduksi yang dialaminya. Tanpa adanya kesehatan masyarakat,masyarakat khususnya remaja tidak akan mengetahui bahwa ada banyak sekali layanan kesehatan yang berfokus pada masalah kesehatan remaja khususnya masalah kesehatan reproduksi”, jelas Putri.

Yang menarik dari interview bersama Putri Khatulisitiwa ini yakni  tentang bagaimana peran tenaga Kesehatan Masyarakat dalam UNALA Youth ID. Beliau menerangkan bahwa kesehatan masyarakat itu merupakan ujung tombak untuk mengedukasi remaja terkait kesehatan reproduksi khususnya memperkenalkan kepada remaja bahwa akses layanan kesehatan khususnya yang berfokus pada remaja itu sangat banyak dan mudah dijangkau.

BACA JUGA:  Lewat 13 Slide Ini, Kamu Bakal Tahu Apa itu Kesehatan Reproduksi Remaja!

“Saya memang belum mengenal UNALA ini tetapi dengan adanya kegiatan dalam rangka memperingati Hari Remaja Internasional ini saya menyambut positif apalagi kegiatan ini difokuskan kepada kesehatan reproduksi terutama inklusi dan inilah isu yang sangat dibutuhkan saat ini.” ujar Dra. Y. Sri Rahayu, M.Pd dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY.

Deklarasi Remaja UNALA Youth Confrence 2019

UNALA Youth Confrence 2019 diakhiri dengan pembacaan Deklarasi hasil konferensi seluruh remaja yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dan diharapkan  dengan ditetapkannya deklarasi ini akan mendorong perubahan yang signifikan baik terhadap pemerataan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja secara luas maupun meningkatkan peran remaja untuk selalu terlibat dalam program-program yang berkaitan dengan remaja serta pemerataan informasi kesehatan reproduksi kepada kelompok disabilitas.

“Harapannya sangat besar yaitu ketika remaja mau terbuka terhadap dirinya dan lingkungan sekitarnya terutama pada inklusi bahwa di luar sana terdapat banyak sekali penderita disabilitas yang menghadapi tantangan dan harapan yang sama”, ungkap Anggiasari Puji Aryatie untuk remaja Indonesia.


Tim Reporter:

  • Yulyana,
  • Kunarsi Reni Ekawati,

Tim Fotografer:

  • Tabah Sri Panutun,
  • Ibrahim Aziiz,
  • Wahyuman Ananda

Sharing is caring!

(Visited 112 times, 1 visits today)