Program Imunisasi Pneumonia Diharap Turunkan Kasus Kematian Bayi

Program Imunisasi Pneumonia Diharap Turunkan Kasus Kematian Bayi

Direktur Surveilance dan Karantina Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Elizabeth Jane Soepardi MPh DSc, mengatakan, sekitar 55 persen kematian bayi disumbangkan oleh pneumonia.

Hal ini, lanjut dia, mendorong pemerintah untuk menambahkan tiga vaksin baru pada 2017, yang salah satunya pneumokokus untuk mencegah pneumonia. Vaksin tersebut, rencananya akan diterapkan pada pertengahan tahun ini di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kenapa Lombok? Karena pneumonia paling tinggi di sana. Kita ingin coba mendokumentasikan data semua untuk melihat adakah dampak penurunan pneumonia yang sekaligus menurunkan angka kematian bayi,” kata Jane, di Jakarta, Rabu (8/3).

Menurut Jane, dengan adanya pemberian vaksin di Lombok, pemerintah ingin menunjukkan bahwa vaksin efektif menurunkan angka kematian bayi.

Pemberian vaksin di Lombok, kata Jane, akan diberikan pada anak usia 2 dan 3 bulan, serta 12 bulan dalam periode 1 tahun. Di tahun kedua, diharapkan sudah ada hasil yang terlihat.
“Kita berharap, masyarakat juga mendukung, pemda juga harus mendukung. Dengan membawa bukti data, rekaman di sana, akan memudahkan pemerintah berjuang ke DPR dan menunjukkan langkah ini efektif,” katanya.

Sementara itu, Dokter spesialis anak dari RS Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta, dr Darmawan SpA, mengungkapkan, pentingnya sosialisasi pneumonia kepada masyarakat dan peran serta masyarakat untuk mencegah penyakit ini menjadi epidemi.

Imunisasi pneumonia sangat penting, dan harusnya penggunaan imunisasi ini akan mengurangi risiko anak terkena pneumonia. Namun, peran serta masyarakat untuk benar-benar mengetahui gejala pneumonia yang terjadi pada orang-orang di lingkungannya, akan sangat membantu anak mendapatkan tindakan medis secepatnya,” kata Darmawan.

Dokter spesialis anak yang masuk ke dalam tim UKK (Unit Kerja Koordinasi) Respirologi IDAI ini mengungkapkan, dirinya sudah banyak menangani pasien anak yang terserang pneumonia dengan kondisi yang rata-rata sudah gawat saat dibawa ke rumah sakit.

“Vaksin pneumonia yang akan segera diuji coba di Indonesia, harusnya bisa membawa dampak positif, karena penggunaan imunisasi ini akan mengurangi risiko anak terkena pneumonia. Oleh karena itu, program imunisasi pneumonia sangat penting,” tambahnya.

SUMBER


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Topik Populer


Akreditasi Puskesmas BPJS Kesehatan Dana Desa DBD Dinkes Kab Enrekang Dinkes Kab Indramayu FKM UI FKM Unand FKM Undip FKM Unhas Germas Gizi Buruk Hipertensi Imunisasi Imunisasi MR Kemenkes Kemenkes RI Kesehatan Lingkungan Kesehatan Masyarakat Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi Mahasiswa Kesmas Nusantara Sehat PBL Pencerah Nusantara Pengabdian Masyarakat Penyakit Tidak Menular Penyuluhan Kesehatan PHBS Posyandu Posyandu Remaja Prodi Kesehatan Masyarakat Prodi Kesmas Promkes Promosi Kesehatan Puskesmas Puskesmas Krangkeng Seminar Kesehatan Seminar Nasional STBM STIKes Kuningan Stunting TBC Tenaga Kesehatan Tuberkulosis