Program ODF di 20 Puskesmas Way Kanan, Sabet Penghargaan Nasional
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dari Menteri Kesehatan kepada Bupati Kabupaten Way Kanan dalam upaya memobilisasi masyarakat untuk terlibat dalam penyediaan layanan sanitasi berkelanjutan berbasis masayarakat.

Tantangan yang dihadapi Indonesia terkait pembangunan kesehatan, khususnya bidang higiene dan sanitasi masih sangat besar. Salah satu bentuk intervensi terpadu yang dilakukan yaitu melalui pendekatan sanitasi total.

Tujuan program ini yaitu dapat meningkatkan akses sanitasi masyarakat yang lebih baik serta mengubah dan mempertahankan keberlanjutan budaya hidup bersih dan sehat. Hasil yang lain, dengan pelaksanaan STBM dalam jangka panjang dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh sanitasi yang kurang baik, dan dapat mendorong tewujudnya masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

Pilar pertama dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah Stop Buang Air Sembarangan (SBS) atau biasa kita kenal dengan singkatan ODF (Open Defecation Free).

BACA JUGA:  Kabupaten Sragen Deklarasikan Open Defecation Free (ODF) di Malam Tahun Baru

Program ODF di Kabupaten Way Kanan menjadi program yang sangat dilirik oleh Bupati Kabupaten Way Kanan, H. RadenAdipati Surya, S.H., MM. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, dibawah pimpinan Bapak Anang Risgiyanto, SKM., M.Kes, program ODF ini menjadi salah satu program prioritas sejak tahun 2018 hingga sekarang.

20 Puskesmas di Kabupaten Way Kanan bekerja dengan komitmen penuh untuk menyukseskan program ini. Hal ini terbukti dengan diperolehnya Penghargaan STBM Award berkelanjutan Tahun 2019 dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M, Rabu 02/10/2019) di Hari Kesehatan Lingkungan se-Dunia 2019, bertempat di Auditorium Swabessy Gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Bupati Kabupaten Way Kanan

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dari Menteri Kesehatan kepada Bupati Kabupaten Way Kanan dalam upaya memobilisasi masyarakat untuk terlibat dalam penyediaan layanan sanitasi berkelanjutan berbasis masayarakat.

Kabupaten Way Kanan keluar menjadi bagian dari 19 Kabupaten/ Kota terbaik yang memperoleh penghargaan Nasional ini dari 514 Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia.

Mendukung kerja bukanlah hal yang mudah, apalagi mencakup persoalan perubahan perilaku seseorang dalam lingkup yang besar. Koordinasi, komunikasi dan dukungan penuh dari pihak-pihak pengambil kebijakan memberi pengaruh yang sangat besar dalam ketercapaian hasil ini.

BACA JUGA:  Kepala Desa Katongan Siap Distribusi Stimulan Jambanisasi Untuk 120 KK

Bentuk kerja dari kegiatan ODF yaitu pemicuan. Pemicuan adalah cara untuk mendorong perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat.

Target yang diharapkan dalam hasil pemicuan ini adalah masyarakat dapat membudayakan perilaku buang air besar sehat yang dapat memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit secara berkelanjutan, serta menyediakan dan memelihara sarana buang air besar yang memenuhi standar dan persyaratan kesehatan.

Untuk dapat mencapai hasil ini, tentu saja tidak mudah. Koordinasi dan kerja tim sangatlah dibutuhkan dalam upaya pencapaian hasil yang maksimal.

Kabupaten Way Kanan Sabet Penghargaan dari Kemenkes

Dibawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, 20 Puskesmas se Kabupaten Way Kanan dapat bekerja dan membentuk tim solid. Tidak hanya puskesmas, tetapi pemangku kebijakan wilayah setempat dan masyarakat juga memberikan kerjasama dalam upaya pencapaian prestasi ini.

BACA JUGA:  Bersinergi, Wujudkan Masyarakat Sehat

Dinobatkannya Kabupaten Way Kanan sebagai penerima penghargaan satu-satunya di Provinsi Lampung ini membuat gebrakan yang luar biasa untuk hasil capaian program dalam tahun berjalan ini.

Hal ini disebabkan karena dalam penyelenggaraan kegiatan ODF ini tidak hanya terbatas pada mengajak dan mengajarkan kepada masyarakat setempat untuk dapat menyelenggarakan program ini secara mandiri melalui proses pemicuan, akan tetapi bentuk-bentuk kerja lain yang dilakukan diantaranya merencanakan perubahan perilaku, memantau terjadinya perubahan perilaku dan melakukan evaluasi hasil perubaha nperilaku. Sehingga, pelaksanaan program ini melibatkan beberapa pihak yang saling bekerjasama.

Penghargaan yang diterima ini membuktikan bahwa kunci keberhasilan suatu golongan berada ditangan seorang pemimpin. Peran pemimpin memberikan dampak terhadap hasil capaian suatutujuan. Koordinasi dan komunikasi yang baik, serta dukungan yang penuh memberikan energi positif terhadap pelaksana kegiatan dilapangan.

Harapan kita semua, dengan hasil capaian hari ini jangan membuat kita terlena dengan keadaan, tetapi terus menerus mempertahankan ketercapaian yang diperoleh, bahkan bisa lebih baik lagi dalam pelaksanaan program selanjutnya.

Sharing is caring!

(Visited 227 times, 1 visits today)