Di Era Milenial, Preventif Promotif Bisa Dikembangkan di Media Sosial
Di era milenial ini, edukasi preventif dan promotif bisa dikembangkan melalui media sosial, dimana informasi dapat tersebar secara cepat dan luas.

Tabah Sri Panuntun

Mahasiswa Kesmas STIKes Surya Global Yogyakarta
Tabah Sri Panuntun

Media sosial merupakan media online yang memudahkan para penggunanya untuk berpartisipasi, berbagi, dan bersosialisasi. Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini.

Berbagai fasilitas dan kepraktisan yang diberikan menjadi daya tarik yang memikat orang untuk terus menggunakan sebagai sarana berbagi informasi dan yang paling utama untuk berkomunikasi dengan cepat dan mudah.

BACA JUGA:  One Person One Inovation, Pesan Kadinkes Enrekang Dalam Pertemuan Program Promkes

Salah satu manfaat media sosial di masyarakat adalah mempermudah akses berita, informasi, maupun pengetahuan, salah satunya informasi kesehatan. Media sosial sebagai sebuah media baru untuk promosi kesehatan.

Efektivitas media sosial dalam menjangkau ribuan sasaran dalam waktu cepat, tentu menjadi sarana efektif untuk penyampaian edukasi kesehatan kepada masyarakat. Akan tetapi media sosial bisa menjadi pisau bermata dua. Mengapa? Selain informasi kesehatan dapat disebar secara cepat, informasi buruk maupun kebohongan atau “hoax” pun juga sangat cepat.

Sebagai tenaga kesehatan, khususnya promotor kesehatan sangat baik sekali apabila mampu mengelola media sosial sebagai media promosi kesehatan kepada masyarakat. Di era milenial ini preventif dan promotif bisa dikembangkan melalui media sosial.

Sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat, saya pribadi pun terus mengasah skill atau kemampuan yang saya miliki dalam pengelolaan website dan sosial media, sebagai modal untuk menjadi promotor kesehatan di masa depan. Kemampuan desain seperti mendesain poster, leaflet, pamflet, brosur, dll juga terus saya asah. Selain itu saya juga mulai belajar teknik fotografi jurnalistik. Semua itu merupakan modal untuk mengembangkan media yang menarik bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Strategi Alternatif Promosi Kesehatan di Puskesmas Dampang Bantaeng

Pertama kali mengenal Kesmas-ID ketika perkuliahan di kampus, saat itu dosen mengenalkan Kesmas-ID dan sejarah berdirinya kepada para mahasiswa. Tidak disangka, pendiri Kesmas-ID ini dari alumni kampus tercinta ini. Selain itu ketika saya mengikuti pelatihan website di salah satu HMJ di kampus saya bertemu langsung dengan Kang Niwa, Founder Kesmas-ID.

Setelah itu saya tertarik mencurahkan isi hati saya melalui Kesmas-ID, melalui tulisan yang saya buat, dan ternyata tulisan tersebut di posting di website Kesmas-ID yang membuat saya senang. Dan yang membuat saya bangga adalah ketika saya bisa gabung di grub Kesmas-ID yang mana grub tersebut berisikan orang-orang hebat yang saling berkomunikasi dan bertukar pengalaman yang sangat bermanfaat bagi saya.

BACA JUGA:  PJ Promkes Sosialisasikan BPJS PBI APBD Kepada Pengunjung Puskesmas Krangkeng

Dan saat ini, saya pun mengikuti pelatihan menulis dan kelola sosial media bersama Kesmas-ID ini. Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa menambah wawasan, kemampuan saya pribadi dan tentu menambah jam terbang saya dalam dunia menulis. Terimakasih Kesmas-ID.

Sharing is caring!

(Visited 101 times, 1 visits today)