Didalam pelaksanaan kegiatan Pemanatuan Jentik berkala pada anak sekolah dasar ini diharapkan masyarakat dilingkungan sekolah dan tempat tinggalnya akan sadar mengenai pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk dan 3M Plus.
Spread the love

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini masih menjadi problem utama di Indonesia. Sekalipun angka kematian DBD dapat ditekan hingga di bawah 1 per 100 orang penderita, namun jumlah dan sebaran kasusnya semakin meningkat.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakitdan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PP dan PL) telah menetapkantujuh kegiatan pokok dalam pengendalian DBD antara lain pengobatan dan tata laksana penderita, pengendalian vektor, peningkatan peran serta masyarakat, jejaring kemitraan, pendidikan dan pelatihan, monitoring dan evaluasi serta penelitian dan pengembangan.

BACA JUGA:  Penyelidikan Epidemiologi Diterapkan Pada Kasus DBD

Dalam mewujudkan tujuh kegiatan pokok pengendalian DBD, ditentukan lima rencana pengembangan program antara lain meningkatkan peran serta masyarakat, diberbagai tingkat administrasi, mendorong kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh anak sekolah dan Pramuka.

Peran serta masyarakat merupakan komponen utama dalam pengendalian DBD, mengingat vektor DBD nyamuk Aedes aegypti jentiknya ada di sekitar permukiman dan tempat istirahat nyamuk dewasa sebagian besar ada di dalam rumah.

Peran serta masyarakat dalam hal ini adalah peran serta dalam pelaksanaan PSN secara rutin seminggu sekali. PSN secara rutin dapat membantu menurunkan kepadatan vektor, berdampak pada menurunnya kontak antara manusia dengan vektor, akhirnya terjadinya penurunan kasus DBD.

Hingga saat ini peran serta masyarakat dalam pelaksanaan PSN belum optimal, masih banyak masyarakat yang belum melakukan PSN secara rutin. Banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya peran masyarakat dalam PSN, dan salah satu solusinya adalah elibatan Jumantik Anak Sekolah.

BACA JUGA:  Wujudkan Keluarga Samawa & Keluarga Sehat, 30 Calon Pengantin Ikuti Suscatin

Kelompok anak sekolah merupakan bagian kelompok masyarakat yang dapat berperan strategis, mengingat jumlahnya sangat banyak sekitar 20% dari jumlah penduduk Indonesia adalah anak sekolah SD, SLTP dan SLTA.

Cegah DBD, Puskesmas Krangkeng Sosialisasi Pemantauan Jentik Berkala

Pemahaman PSN bagi anak sekolah berperan untuk menanamkan perilaku PSN pada usia sedini mungkin, yang akan digunakan sebagai dasar pemikiran dan perilakunya dimasa yang akan datang. Selain itu, menggerakan anak sekolah lebih mudah dibandingkan dengan orang dewasa dalam pelaksanaan PSN.

Tujuan Pelibatan Jumantik Anak Sekolah ini antara lain:

  • Meningkatkan peran serta anak sekolah sebagai Jumantik dalam pelaksanaan PSN
  • Sebagai salah satu upaya pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak usia dini.
  • Sebagai panduan bagi pengelola program kesehatan/ petugas kesehatan dan tenaga pendidik (guru) dalam membentuk/ menggerakan Jumantik-PSN anak sekolah.
  • Mendukung upaya penurunan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Krangkeng.
BACA JUGA:  PJ Promkes Sosialisasikan BPJS PBI APBD Kepada Pengunjung Puskesmas Krangkeng

Sasaran dalam kegiatan Pemantauan Jentik Berkala ini adalah anak Sekolah Dasar Kelas V, dan dilaksanakan di 4 Sekolah Dasar di wilayah kerja Puskesmas Krangkeng, diantaranya:

  1. SDN Kalianyar I Hari Selasa, tanggal 27 Agustus 2019
  2. SDN Srengseng II Hari Rabu, tanggal 28 Agustus 2019
  3. SDN Krangkeng IV Hari Jum’at, tanggal 30 Agustus 2019
  4. SDN Sidomulya Hari Sabtu, tanggal 31 Agustus 2019

Didalam pelaksanaan kegiatan Pemanatuan Jentik berkala pada anak sekolah dasar ini diharapkan masyarakat dilingkungan sekolah dan tempat tinggalnya akan sadar mengenai pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk dan 3M Plus.

Cegah DBD, Puskesmas Krangkeng Sosialisasi Pemantauan Jentik Berkala

Petugas yang terlibat dalam kegiatan ini dr. Hj.Sri tasrini, MM selaku Kepala Puskesmas Krangkeng; Ramada M, AMK selaku PJ P2BB; Neneng N, SKM dan Akhmad Maulani, SKM selaku PJ Promkes.

Sharing is caring!

(Visited 56 times, 1 visits today)