Puskesmas Kuala Mandor Berinovasi Pelayan Kesehatan Pada Bayi
Inovasi ini, tak hanya untuk mendorong pelayanan serta memberikan dorongan kepada para ibu secara benar dalam memberikan asi yaitu selama 1 tahun penuh.

Pukesmas Kuala Mandor B melakukan sedikitnya tiga inovasi dalam hal pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pada pertumbuhan bayi di masa keemasannya selama seribu hari.

Kepala Puskesmas Kuala Mandor B, Firmansyah mengatakan di masyarakat, khususnya di Kubu Raya masih banyak ibu-ibu yang belum mengerti. Dengan tiga inovasi ini diharapkan bisa meningkatkan pemberian ASI pada bayi.

“Inovasi ini tentang pentingnya masa emas 1.000 hari kehidupan janis sejak dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Yaitu dengan melaunching pemberian Sertifikat Imunisasi Dasar, melaunching sticker ada ibu hamil dan bekerjasama juga dengan masyarakat Kuala Mandor B, kita melakukan penanaman cangkok manis di belakang halaman Puskesmas Kuala Mandor B,” ujarnya, Kamis (4/5/2017).

Menurutnya tiga inovasi, sangat membantu sekali mendorong pelayanan kesehatan dalam rangka pemberian asi kepada balita. Tanaman cangkok manis ini, bisa diambil siapa saja bagi ibu yang sedang menyusui untuk mendorong produksi asinya semakin lancar dan banyak,” ungkap Kapuskesmas Kuala Mandor B.

Pelaksanaan inovasi kesehatan ini, juga melibatkan seluruh pihak instansi vertikal. Pada launching yang dilakukan pada 26 April lalu, hadir para Muspika Kecamatan Kuala Mandor B, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Kepala Desa se Kecamatan Kuala Mandor B dan juga tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah Kecamatan Kuala Mandor B.

“Kita melakukan inovasi ini, tak lainnya hanya untuk mendorong pelayanan serta memberikan dorongan kepada para ibu secara benar dalam memberikan asi yaitu selama 1 tahun penuh,” terangnya.

Seperti halnya pemberian sertifikat asi bertujuan untuk menggiatkan program imunisasi sekaligus memotivasi orang tua agar lebih perduli terhadap kesehatan buah hatinya. Karena masih banyak orang tua yang tidak perduli atau bahkan belum mengetahui tentang pentingnya imunisasi bagi buah hatinya.

Serifikat ini juga akan ditanyakan ketika anak akan masuk sekolah sebagai kelengkapan untuk mendapatkan imunisasi pada saat kelas 1, 2, 3 dan 6 sekolah dasar

“Serta adanya pemberian sticker ada ibu hamil merupakan kerjasama puskesmas kuala mandor B dengan seluruh kepala desa sekecamatan kuala mandor B bertujuan agar semua masyarakat tahu bahwa ada ibu hamil didesanya sehingga masyarakat dan perangkatnya dapat berpartisipasi untuk medorong ibu hamil, melahirkan ke tenaga kesehatan dengan fasilitas kesehatan. Sebab hal ini sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di seluruh desa wilayah kecamatan kuala mandor B,” paparnya.

Sedangkan khusus tanaman cangkok manis ini sendiri, guna mendukung program asi exclusive pada periode emas 1000 hari kehidupan. Cangkok manis mengandung folifenol yang berfungsi meningkatkan kadar prolaktin guna memperlancar ASI, dan juga zat mikro seperti asam folat, mineral, vitamin A, vitamin C.

“Zat-zat tersebut sangat penting bagi kesehatan di 1000 hari kehidupan pertama sehingga dapat melahirkan anak yang sehat dan cerdas. Makanya kita tanam cangkok manis ini dan nantinya diperbolehkan siapa saja untuk mengambil khusus masyarakat Kuala Mandor B,” pungkasnya.

Tokoh masyarakat asal Desa Teluk Lerang, Saiful mengungkapkan adanya inovasi pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Kuala Mandor B sangatlah baik. Sebab, saat ini banyak sekali ibu-ibu yang jsutru memberikan asi penggati kepada bayinya.

“Kita sangat setuju sekali dengan adanya program inovasi ini. Makanya kita akan selalu dorong agar di masyarakat bisa menerapkan apa yang telah diupayakan puskesmas. Terutama menanam cangkok manis. Ini kan sangat mudah sekali,” katanya.

Menurut Saiful dengan adanya peningkatan pelayanan, tentunya bisa memberikan pengetahuan tersendiri bagi masyarakat. Terutama untuk wilayah Kuala Mandor B, meski masih banyak yang memberikan asi, namun terkadang mereka kurang maksimal dalam memberikannya.

“Jadi, saat ini puskesmas sudah menyuarakan sejumlah cara pemberian asi yang baik serta cara melahirkan dengan tepat tinggal dilaksanakan. Untuk asi sendiri bisa dibantu dengan memakan cangkok manis untuk melancarkan produksi asi,” pungkasnya.

Sharing is caring!

(Visited 214 times, 1 visits today)