Puskesmas Mallawa Bersama 66 Kader Sukses Laksanakan Survei PHBS
Survei PHBS ini dilaksanakan mulai tanggal 4 April 2019 sampai tanggal 15 Mei 2019 66 melibatkan orang kader Puskesmas Mallawa.

Andi Tenri Awaru, SKM

Promkes Puskesmas Mallawa (Nusantara Sehat),
Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan

Latest posts by Andi Tenri Awaru, SKM (see all)

Derajat kesehatan adalah unsur penting dalam upaya peningkatan indeks pembangunan manusia. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu program yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan tersebut.

PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dilakukan atas kesadaran sendiri sehingga individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Terdapat lima tatanan PHBS, antara lain tatanan rumah tangga, tatanan fasilitas kesehatan, tatanan institusi pendidikan, tatanan tempat kerja, dan tatanan tempat-tempat umum.

Survei PHBS Puskesmas Mallawa

Program ini telah dilaksanakan sejak 1996 dan untuk melihat keberhasilannya, praktik PHBS yang diukur adalah 10 indikator PHBS Rumah Tangga. Indikator tersebut adalah: 1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan; 2. Bayi diberikan ASI eksklusif; 3. Balita ditimbang setiap bulan; 4. Menggunakan air bersih; 5. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir; 6. Menggunakan jamban sehat; 7. Memberantas jentik nyamuk; 8. Makan sayur dan buah setiap hari; 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari; dan 10. Tidak merokok di dalam rumah. Kesepuluh indikator ini dipilih karena dapat mewakili dan mencerminkan keseluruhan perilaku.

BACA JUGA:  Angka Hipertensi dan Diabetes Militus di Bulukumba Masih Tinggi

Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Puskesmas Mallawa pun melaksanakan kegiatan Pembinaan PHBS yang diikuti dengan evaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan dengan melaksanakan Survei PHBS dimana kader berperan sebagai surveior dan petugas promosi kesehatan dari puskesmas sebagai supervisornya.

Terdapat 66 orang kader yang ikut serta dalam survei ini. Sebelum turun ke lapangan, kader dilatih terlebih dahulu tentang cara pengambilan sampel dan pengisian kuesioner di desa/kelurahan masing-masing. Kader dibekali dengan alat tulis, ID Card sebagai tanda pengenal, dan stiker penanda untuk rumah yang telah didata.

Puskesmas Mallawa, Kader Kesehatan

Kader juga dibekali dengan lembar timbal balik yang berisikan materi tentang 10 indikator PHBS. Sehingga apabila kader mendapatkan rumah yang tidak menjalankan indikator PHBS, kader dapat langsung mengintervensi dengan memberikan penyuluhan tentang indikator tersebut.

BACA JUGA:  Puskesmas Palimanan Lakukan Penyuluhan 10 Indikator PHBS di Kantor Polsek

Survei dilaksanakan selama sebulan lebih, mulai tanggal 4 April 2019 sampai tanggal 15 Mei 2019. Terdapat 10 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Mallawa yang disurvei. Masing-masing diambil 210 sampel rumah tangga dengan sistem random sampling. Hasil pendataan kemudian diinput dan dianalisis oleh petugas sehingga didapatkanlah hasil sebagai berikut:

Tabel Hasil Survei PHBS Rumah Tangga Kecamatan Mallawa Tahun 2019

Tabel Hasil Survei PHBS Rumah Tangga Kecamatan Mallawa Tahun 2019

Grafik Survei PHBS Rumah Tangga Kecamatan Mallawa Tahun 2019

Grafik Survei PHBS Rumah Tangga Kecamatan Mallawa Tahun 2019

Dari tabel hasil survei dapat disimpulkan bahwa PHBS di Kecamatan Mallawa masih rendah (38,53%). Hanya 890 dari 2310 rumah tangga yang disurvei masuk kategori PHBS. Dinyatakan rumah tangga ber-PHBS apabila semua atau sepuluh indikator PHBS Rumah Tangga dilaksanakan. Dari 11 Desa/Kelurahan yang disurvei, juga tidak ada satu pun yang masuk kategori Desa/Kelurahan ber-PHBS. Paling tinggi yang dapat dicapai hanya 57,62%.

BACA JUGA:  Cegah Demam Berdarah, Puskesmas Lantung Ajak Warga 3M Plus

Indikator tertinggi adalah penggunaan air bersih (99,7%) dan terendah adalah perilaku tidak merokok di dalam rumah (50,1%). Hal ini selaras dengan hasil pendataan PIS-PK di tahun sebelumnya yang menyatakan bahwa masih banyak anggota rumah tangga yang merokok di Kecamatan Mallawa.

Kader Puskesmas Mallawa

Pada pertemuan lokakarya mini lintas sektor di puskesmas, hasil survei dibagikan kepada para aparat desa agar menjadi bahan dasar untuk merancang kegiatan sebagai upaya perbaikan indikator PHBS di wilayah masing-masing. Hasil survei juga dibagikan kepada lintas sektor terkait karena hasil survei ini merupakan cerminan evaluasi terhadap indikator PHBS di tatanan-tatanan lain. Dengan demikian, pembinaan PHBS tidak hanya melibatkan dua atau tiga sektor saja, melainkan banyak sektor. Kerjasama dan komitmen antar berbagai sektor diperlukan dalam rangka menyehatkan bangsa dan meningkatkan indeks pembangunan manusia.

Sharing is caring!

(Visited 128 times, 1 visits today)