Puskesmas Salopa Gelar Penyuluhan TBC di Posyandu Kampung Pencutlame

Kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia terus meningkat, mencapai lebih dari 821.000 kasus pada tahun 2023. Menyadari pentingnya edukasi, Puskesmas Salopa menggelar penyuluhan di Posyandu Kampung Pencutlame untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan penanganan TBC. Kegiatan ini bertujuan mendorong lebih banyak orang untuk memeriksakan diri dan mendeteksi penyakit sejak dini, demi kesehatan bersama.

Kampung Pencutlame, Desa Banjarwaringin – TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium Tuberculosis). Kuman ini menyerang tubuh manusia, terutama paru-paru. Jumlah kasus melonjak 443.235 kasus pada tahun 2021 menjadi 724.309 pada tahun 2022, lalu mencapai 821.200 pada tahun 2023. Peningkatan ini menunjukkan risiko penularan yang lebih tinggi dan masalah TBC yang semakin rumit. Banyaknya kasus yang tidak dites dan dilaporkan berpotensi meningkatkan risiko penularan dari penderita TBC yang tidak menjalani pengobatan.

Menyadari pentingnya edukasi terkait penyakit menular ini, Puskesmas Salopa menggelar penyuluhan kesehatan di Posyandu Kampung Pecutlame pada tanggal 11 Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan TBC, khususnya di daerah tersebut. Selain penyuluhan TBC, Posyandu Kampung Pencutlame juga menawarkan berbagai kegiatan kesehatan rutin lainnya pada hari tersebut, seperti penimbangan berat badan serta imunisasi anak.

Acara yang berlangsung selama tiga jam ini dihadiri oleh sekitar 30 orang, sebagian besar warga Kampung Pencutlame. Penyuluhan dibawakan oleh Bu Elis Paridatul, S.KM, salah satu petugas Puskesmas Salopa, yang memberikan penjelasan rinci mengenai penyakit TBC, mulai dari pengertian TBC, gejala-gejalanya, cara penularannya, pemeriksaan, pentingnya pengobatan yang tepat dan teratur, hingga pencegahan. Dalam penyuluhannya, Bu Elis juga menyoroti bahwa “Sayangnya, banyak pasien yang mangkir dari pemeriksaan sehingga Standar Capaian Minimal (SPM) dalam pengujian TBC di puskesmas masih rendah. Padahal, seharusnya jumlah orang yang memeriksakan diri ke puskesmas lebih banyak.”

Sepanjang penyuluhan, peserta tampak sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan. Sesi tanya jawab pun berjalan dengan interaktif. Pertanyaan-pertanyaan seputar pencegahan dan penanganan TBC dijawab dengan baik oleh Bu Elis, memberikan pemahaman baru yang lebih mendalam kepada para peserta.

Dengan terselenggaranya acara ini, Puskesmas Salopa berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi dini TBC dan mengurangi penularan di masyarakat. Diharapkan juga, jumlah kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan TBC akan meningkat, khususnya di Puskesmas Salopa.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan gejala TBC, seperti batuk yang tak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu, segera kunjungi puskesmas terdekat untuk pemeriksaan. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Mari bersama-sama menjaga kesehatan dan melindungi diri dari bahaya TBC!

Artikel ini telah di-review oleh:

Elis Paridatul, S.KM
Tenaga Promkes Puskesmas Salopa

Puskesmas Salopa
Jl. Raya Salopa No. 226, Kec. Salopa, Tasikmalaya 46192

Yuk Share Postingan Ini:
Sonia Oktavia Margareta A.Md.Kep.
Sonia Oktavia Margareta A.Md.Kep.
Articles: 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *