You are here
Home > Berita Kesehatan > Ramai KLB Difteri, Ini Cara DIY Nihil Kasus Difteri

Ramai KLB Difteri, Ini Cara DIY Nihil Kasus Difteri

Ramai KLB Difteri, Ini Cara DIY Nihil Kasus Difteri

DI Yogyakarta bebas penyakit difteri pada 2017. Bahkan Dinas Kesehatan DIY mengklaim telah terbebas dari penyakit ini sejak beberapa tahun belakangan.

“DIY belum pernah dilaporkan ada Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri beberapa tahun terakhir,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan (PPMK) Dinas Kesehatan DIY Akhmad Akhadi melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa, 5 Desember 2017.

BACA JUGA:  Kota Yogyakarta Peringkat Pertama Kasus Gizi Buruk di DIY

Sempat ada laporan pasien gejala difteri, namun negatif ketika diperiksa. Tingginya cakupan vaksinasi menjadi faktor utama nihilnya penyakit difteri.

Akhmad menjelaskan sejak tahun 2007 imunisasi anak di DIY mencapai di atas 90 persen. “Kami sudah pastikan juga ada immunisasi DPT lima kali. Kalau sudah diimunisasi lima kali, Insyaallah si anak kuat,” terang Akhmad.

Walau nihil difteri, Pemda kini melakukan sejumlah antisipasi untuk mencegah Difteri masuk ke DIY. Di antaranya dengan memperkuat sistem pengawasan melalui diagnosis dini dengan melibatkan petugas medis di puskesmas dan tingkat pelayanan pertama.

“Jadi kalau ada pasien yang sakit ciri-cirinya seperti panas tinggi, batuk sampai kehilangan suara, dan ada bercak putih di tenggorokan segera diperiksa lebih dalam. Lalu segera diberi antidifteri serum,” tuturnya.

BACA JUGA:  KLB Difteri Disebabkan Gagalnya Program Vaksinasi

Ia menjelaskan, penyakit difteri disebabkan bakteri Corynebacterium diphteriae. Penyakit ini dan ditularkan jika ada kontak langsung dengan penderita dan bisa disebarkan melalui udara. Kuman difteri keluar bersama air ludah atau ingus penderita.

Bayi berusia tiga tahun ke bawah paling rentan terkena Difteri. Mereka lemah karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk dengan baik.

Sementara itu Kepala Bagian Humas dan Hukum RSUP Sardjito Trisno Heru Nugroho mengatakan selama tahun 2017, RS Sardjito belum pernah merawat pasien Difteri. “Dari tahun-tahun sebelumnya juga belum pernah ada. Suspect juga nihil,” katanya.

Agar tidak tertular, Pria yang juga berprofesi sebagai dokter ini mengimbau masyarakat untuk rajin menggunakan masker mulut, rajin berolahraga, menjaga pola hidup sehat dan rajin mengkonsumsi vitamin.

BACA JUGA:  2020 Depresi Diperkirakan Jadi Kasus Kesehatan Nomor 2

Sumber http://jateng.metrotvnews.com/

Sharing is caring!

(Visited 45 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Top