Ratusan Difabel Kabupaten Bantul Mengikuti Jamkesus Terpadu 2017
Ratusan penyandang disabilitas atau difabel di Kabupaten Bantul mengikuti Jamkesus (Jaminan Kesehatan Khusus) Terpadu 2017.

Badan Pelayanan (Bapel) Jamkesus DIY bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Dinas Sosial, RSUD Panembahan Senopati dan Tenaga Kesejahteraan Ssosial Kecamatan menyelenggarakan Jamkesus (Jaminan Kesehatan Khusus) Terpadu pada Rabu ini (26/7).. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Pemda II ini diikuti oleh 177 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Bantul.

ini merupakan upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bantul menjamin kesehatan merata di Kabupaten Bantul tanpa terkecuali kaum disabilitas.

Dinkes Kabupaten Bantul sebagai lembaga pemerintah daerah yang menjadi ujung tombak kesehatan berperan aktif dalam kegiatan ini dengan mengajak 9 Puskesmas.

“Dalam kegiatan ini kami mengirimkan petugas kesehatan serta ambulance dari 9 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul guna membantu kelancaran kegiatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul drg. Maya Sintowati Pandji pada saat mengunjungi pelaksanaan Jamkesus Terpadu di Aula Pemda II Jl Lingkar Timur Manding, Trirenggo.

9  Puskesmas yang terlibat yaitu Puskesmas Bantul I, Puskesmas Bantul II, Puskesmas Pajangan I, Puskesmas Pajangan II, Puskesmas Banguntapan I, Puskesmas Banguntapan II, Puskesmas Banguntapan III, Puskesmas Sewon, dan Puskesmas Sewon II.

Kegiatan ini juga dhadiri oleh Bupati Kabupaten Bantul drs H Suharsono.

“Semua harus proaktif dinkes, dinsos, bahkan saya perintahkan pak camat ke bawah mendata warganya yang cacat permanen,” kata Bupati usai menghadiri kegiatan Pelayanan Jamkesus Terpadu bagi penyandang Disabilitas di Bantul, Rabu.

Menurut dia, pendataan terhadap warga yang mengalami keterbatasan fisik itu agar nantinya dapat diajukan dan pemeriksaan kesehatan dibiayai Jamkesus yang berada di bawah koordinasi Badan Pelayanan (Bapel) Jamkesus DIY.

Ia mengatakan, penyandang disabilitas yang diperiksa kondisi kesehatannya di pelayanan Jamkesus Terpadu itu, akan mendapat alat bantu sesuai kebutuhan dari pemerintah.

“Jadi nanti saya tinggal perintahkan dinas kebutuhan apa yang diperlukan bagi warga disabilitas itu, ya, kita perhatikan, cuma secara teknis itu, misalnya, berapa lama urus Jamkesus, itu bagian dinas teknis,” katanya.

Bupati juga berharap bagi warga disabilitas yang belum mendapat bantuan alat bantu dapat melaporkan ke desa setempat maupun dinas terkait, agar nantinya bisa diikutsertakan program layanan jamkesus Pemda DIY.

Sumber dinkes.bantulkab.go.id

(Visited 242 times, 1 visits today)